Kamis, 11 Juni 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Dadan Hidayana Lengser dari Kursi Kepala BGN, Ini Deretan Pengadaan yang Menuai Kritik Publik.

Trista - Wednesday, 03 June 2026 | 12:10 PM

Background
Dadan Hidayana Lengser dari Kursi Kepala BGN, Ini Deretan Pengadaan yang Menuai Kritik Publik.
Konferensi Pers Mensesneg Terkait Pencopotan Dadan Hidayanan sebagai Kepala BGN (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden /)

Presiden Prabowo Subianto mencopot Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hidayana, dari jabatannya bersama dua Wakil Kepala BGN, yakni Brigjen Polisi Sony Sanjaya dan Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung. Keputusan ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Selasa malam (2/6/2026).

Diketahui, pencopotan Dadan berkenaan dengan persoalan kedisiplinan dalam menjalankan SOP, khususnya dalam program MBG yang menyita perhatian publik. Selain dari pengadaan-pengadaan yang dinilai tidak diperlukan, kasus keracunan MBG nyaris menjadi kemarahan publik yang setiap bulannya dilaporkan memakan korban.

Berikut pengadaan Dadan Hidayana selama masa jabatan untuk program MBG yang menuai kontroversi terkait urgensi di masyarakat.

  • Pengadaan semir dan sikat sepatu yang menghabiskan uang negara senilai Rp1,35 miliar untuk semir sepatu dan Rp272 juta untuk sikat semir. Angka demikian diperuntukkan bagi 30.299 peserta SPPI (4/2026).
  • Pemenuhan bahan baku daging sapi dengan angka fantastis, yakni 1,9 juta ekor sapi hanya untuk program MBG per tahunnya (3/2026).
  • Pengadaan kendaraan operasional sebanyak 25.000 unit motor listrik untuk petugas lapangan dengan beban APBN Rp1,2 triliun hingga Rp2,4 triliun (4/2026).
  • Pos anggaran IT dan barang operasional, seperti peralatan dapur, seragam, hingga kaus kaki, yang berjumlah Rp4 triliun (4/2026).
  • Dugaan markup sertifikasi halal dengan dana mencapai Rp49,5 miliar (5/2026).

Kritik atas pengadaan tersebut muncul karena adanya dugaan pemborosan anggaran, kurangnya transparansi proses pengadaan, markup harga, dan risiko keberpihakan kepada pihak elite tertentu. Selain itu, dana yang digunakan sebagian besar membebani APBN sehingga publik menilai langkah tersebut tidak efisien di tengah ekonomi global yang buruk.

Bersamaan dengan pergantian jajaran pimpinan BGN, Kejaksaan Agung melakukan penggeledahan kantor BGN, Rabu dini hari(3/6/2026). Penggeledahan berlangsung selama delapan jam dengan pengusutan kasus yang belum dikonfirmasi secara resmi. 

Posisi Dadan Hidayana akan digantikan oleh Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN baru yang sebelumnya juga menjabat sebagai Wakil Kepala BGN. Pergantian jabatan diikuti dengan Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.