Sabtu, 11 Juli 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Bukan Teknologi Pertanian Biasa! Pengakuan Pemilik Drone yang Nekat Angkut Petani Terbang di Tuban

Admin WGM - Wednesday, 08 July 2026 | 01:35 PM

Background
Bukan Teknologi Pertanian Biasa! Pengakuan Pemilik Drone yang Nekat Angkut Petani Terbang di Tuban
Drone angkut petani viral (CNN Indonesia /)

Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh sebuah rekaman video yang memperlihatkan aksi tidak biasa di kawasan ketahanan pangan. Sebuah perangkat drone atau pesawat tanpa awak berukuran raksasa tampak mengudara sambil mengangkut seorang petani pria di atas hamparan tanaman padi. Menanggapi gelombang viralitas dan berbagai spekulasi yang berkembang di tengah publik, sang pemilik wahana teknologi tersebut akhirnya muncul memberikan pengakuan dan klarifikasi resmi pada Selasa, 7 Juli 2026, guna meluruskan kronologi serta latar belakang di balik aksi nekat tersebut.

Dalam pernyataannya kepada awak media, pemilik teknologi aviasi tersebut memaparkan bahwa peristiwa yang mengambil lokasi di salah satu area persawahan luas di Kabupaten Tuban itu sebenarnya tidak direncanakan untuk tujuan komersial berskala besar. Wahana terbang yang digunakan dalam video tersebut sejatinya merupakan sebuah drone berspesifikasi industri yang telah dimodifikasi sedemikian rupa, di mana fungsi awalnya dirancang khusus untuk membantu sektor pertanian lokal, seperti menyemprotkan cairan pestisida secara merata serta menaburkan pupuk dari udara demi efisiensi kerja.

Namun, alih-alih digunakan untuk merawat tanaman, perangkat canggih berkekuatan motor penggerak besar tersebut mendadak dialihfungsikan secara spontan untuk mengangkut bobot tubuh manusia. Pemilik drone mengakui bahwa ide menerbangkan seorang petani lokal itu muncul secara tiba-tiba tanpa adanya simulasi teknis yang matang terlebih dahulu. Landasan utama dari pelaksanaan aksi ekstrem ini diakui murni karena faktor keisengan kreatif demi memproduksi sebuah materi konten hiburan yang menarik dan unik untuk diunggah ke berbagai platform media sosial mereka.

Meskipun dalam rekaman video berdurasi singkat tersebut sang petani tampak berhasil terangkat dengan stabil di udara dengan ketinggian berkisar 1,5 meter dan melintasi persawahan, eksperimen iseng ini langsung memicu reaksi yang beragam dari jutaan warganet. Di satu sisi, banyak masyarakat yang merasa kagum dengan kekuatan daya angkat teknologi modifikasi lokal tersebut yang dinilai melampaui kemampuan drone standar pada umumnya. Namun di sisi lain, tidak sedikit pula pihak yang melayangkan kritik tajam serta menyampaikan kekhawatiran mendalam terkait aspek keselamatan kerja dan potensi bahaya mekanis yang mengancam nyawa.

Menyikapi besarnya sorotan publik dan potensi implikasi hukum terkait regulasi pemanfaatan ruang udara, pihak pemilik drone secara berlapang dada menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang ditimbulkan. Ia menegaskan bahwa aksi menerbangkan manusia tersebut merupakan yang pertama sekaligus yang terakhir, serta berjanji tidak akan pernah mengulangi eksperimen berisiko serupa di masa mendatang. Pemilik juga mengimbau dengan sangat kepada seluruh masyarakat luas, khususnya para kreator konten dan pencinta teknologi, untuk tidak meniru tindakan tersebut demi keselamatan bersama, mengingat operasional wahana udara bermuatan manusia wajib memenuhi standar sertifikasi kelayakan serta izin resmi dari otoritas penerbangan sipil nasional.