Jumat, 10 Juli 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Bosan dengan Kartika Sari? Ini 5 Oleh-oleh khas Sunda yang Wajib Kamu Borong!

Admin WGM - Thursday, 04 June 2026 | 03:30 PM

Background
Bosan dengan Kartika Sari? Ini 5 Oleh-oleh khas Sunda yang Wajib Kamu Borong!
Galendo adalah kuliner tradisional (Indonesia Travel /)

Melakukan perjalanan wisata atau kunjungan kerja ke wilayah Jawa Barat rasanya belum lengkap jika pulang tanpa membawa buah tangan untuk keluarga di rumah. Selama ini, banyak wisatawan yang langsung mengidentifikasi oleh-oleh khas Sunda, khususnya dari Kota Bandung, dengan produk kue modern yang sangat populer seperti Kartika Sari. Tidak bisa dimungkiri bahwa pisang molen dan kue pastry dari tempat tersebut memang memiliki rasa yang lezat. Namun, tanah Pasundan sebenarnya menyimpan segudang kuliner tradisional legendaris yang tidak kalah menggoda selera. Menjelajahi jajanan autentik khas Sunda di berbagai kota atau kabupaten di Jawa Barat akan memberikan pengalaman kuliner yang jauh lebih kaya dan berkesan.

Salah satu oleh-oleh paling ikonik dan sudah menjadi legenda di tanah Sunda adalah peuyeum Bandung. Berbeda dengan tape singkong pada umumnya yang cenderung berair dan lembek, peuyeum Bandung memiliki tekstur yang lebih kering dan padat pada bagian luarnya karena proses fermentasi yang khas. Singkong utuh yang telah ditaburi ragi ini biasanya digantung di kios-kios pinggir jalan sepanjang area Bandung Barat hingga Cianjur. Rasa dari peuyeum Bandung ini sangat manis dengan sedikit sensasi hangat yang berasal dari alkohol alami hasil fermentasi. Selain lezat dinikmati secara langsung, peuyeum juga sangat nikmat jika diolah kembali menjadi gorengan atau dicampur ke dalam es campur.

Beralih ke Kabupaten Garut, ada satu camilan tradisional yang mungkin belum banyak diketahui oleh wisatawan luar daerah tetapi sangat digemari oleh warga lokal, yaitu ladul Tarogong. Jajanan manis ini berasal dari daerah Tarogong dan terbuat dari bahan dasar beras ketan, gula putih, serta parutan kelapa. Nama ladul sendiri merupakan singkatan dari lada dudul, yang mencerminkan rasa manis legit dengan sentuhan tekstur yang kenyal mirip dengan dodol Garut yang sudah mendunia. Proses pembuatannya yang masih sangat tradisional membuat ladul Tarogong memiliki aroma wangi yang khas dan sangat cocok dinikmati sebagai teman minum teh atau kopi di sore hari.

Jika Anda melewati jalur selatan Jawa Barat menuju Kota Sukabumi, maka mochi Sukabumi adalah oleh-oleh yang wajib masuk ke dalam daftar belanjaan Anda. Mochi khas Sukabumi memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan kue mochi dari negara asalnya, Jepang. Jajanan ini disajikan di dalam keranjang bambu kecil yang disebut kotak anyaman bambu atau moci stan. Tekstur kulit mochinya sangat kenyal dan lembut, dengan isian tradisional berupa tumbukan kacang tanah manis yang gurih. Seiring berkembangnya zaman, para produsen mochi di Sukabumi juga mulai berinovasi dengan menghadirkan varian rasa modern seperti cokelat, keju, durian, hingga teh hijau, tanpa menghilangkan keunikan tekstur aslinya.

Terakhir, bagi Anda yang berkunjung ke wilayah Priangan Timur, tepatnya di Kabupaten Ciamis, jangan lewatkan untuk membeli galendo Ciamis. Galendo adalah kuliner tradisional yang sangat unik karena memanfaatkan ampas dari proses pembuatan minyak kelapa atau minyak kletik. Endapan santan kelapa yang dimasak dalam waktu lama hingga minyaknya keluar kemudian dipadatkan dan dikeringkan. Hasil pemadatan inilah yang disebut galendo. Rasanya sangat gurih dengan aroma kelapa bakar yang sangat kuat dan manis alami. Saat ini, galendo Ciamis juga sudah dikemas secara modern dengan berbagai tambahan rasa seperti rasa cokelat, susu, dan kacang, menjadikannya salah satu camilan premium yang kaya akan nilai sejarah.

Membeli oleh-oleh tradisional khas Sunda ini tidak hanya sekadar memuaskan petualangan lidah Anda dengan cita rasa yang autentik. Lebih dari itu, dengan memilih produk-produk lokal seperti peuyeum, ladul, mochi, dan galendo, Anda juga turut berkontribusi langsung dalam memutar roda perekonomian para perajin makanan tradisional dan menjaga kelestarian warisan budaya kuliner Nusantara agar tidak punah tergerus zaman.