Kamis, 19 Februari 2026
Walisongo Global Media
How's Going

BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Indonesia, Sejumlah Wilayah Telah Terkena Banjir, Tanah Longsong, dan Angin Kencang

Trista - Saturday, 24 January 2026 | 05:59 AM

Background
BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Indonesia, Sejumlah Wilayah Telah Terkena Banjir, Tanah Longsong, dan Angin Kencang
Bencana di Indonesia

Memasuki awal tahun 2026, wilayah Indonesia kini berada dalam status waspada terhadap cuaca ekstrem yang meluas ke berbagai daerah untuk beberapa hari kedepan. dinamika atmosfer yang belum stabil diprediksi akan mengalami peningkatan intensitas hujan disertai angin kencang hingga akhir Januari 2026. Hujan yang lebat beberapa waktu terakhir memicu bencana banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah daerah yang turut menghambat aktivitas masyarakat.


Dilansir dari laman bmkg.go.id, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa gangguan atmosfer yang terpantau saat ini memicu pertumbuhan awan konvektif secara signifikan mencakup wilayah Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.


"Kami menghimbau masyarakat untuk tetap tenang namun tetap meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem menjelang akhir Januari ini. Dinamika atmosfer saat ini memang menunjukan adanya peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah selatan Indonesia, namun dengan kesiapsiagaan yang baik dan terus memantau informasi resmi dari BMKG, kita dapat meminimalisir resiko bencana," ungkap Teuku Faisal Fathani, Kepala BMKG, Selasa (20/1/2026).


Sementara itu, faktor teknis yang mempengaruhi kondisi cuaca sepekan ke depan disampaikan Andri Ramdhani, Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG. Kemunculan Bibit Siklon Tropis 97S di Samudera Hindia Selatan Indonesia mengalami kecepatan angin maksimum yang mencapai sekitar 15 knot (28 km/jam) dan tekanan udara 1001 hPa.


"Pergerakan sistem 97S ke arah barat dapat memicu penguatan pertemuan serta belokan angin dari pesisir barat Sumatera hingga Nusa Tenggara, yang dapat memicu peningkatan pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia bagian selatan," ungkap Andri.


Selain itu, menguatnya Monsun Asia dan Fenomena cold surge, didukung aktifnya gelombang atmosfer seperti MJO, Rossby, serta Kelvin, memicu pertumbuhan awan hujan masif di selatan khatulistiwa. Kombinasi faktor tersebut berpadu dengan kelembapan tinggi dan labilitas atmosfer kuat, sehingga berpotensi meningkatkan cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia.


Meskipun demikian, Andri menginformasikan bahwa kondisi cuaca saat ini bersifat dinamis atau mudah berubah mengikuti perkembangan atmosfer terkini. Himbauan BMKG dirilis melalui laman Instagram @infobmkg, terkait dengan level peringatan dan potensi wilayah terdampak, Sabtu (24/1/2026). Berikut merupakan daftar wilayah yang terdampak banjir, tanah longsor, hingga angin kencang:



DI Yogyakarta

Hari ini (24/1/2026), cuaca ekstrem angin kencang melanda wilayah Kapanewon Pakem dan sekitarnya yang dipengaruhi Siklon Tropis Luana di Pantai Barat Laut Australia secara tidak langsung. Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono, menjelaskan bahwa kecepatan angin pada lapisan udara atas tercatat mencapai 18 hingga 83 kilometer per jam. Meskipun bersifat lokal dan sementara, BMKG memperingatkan potensi yang berdampak menyebabkan pohon tumbang, kerusakan bangunan, hingga gangguan aktivitas masyarakat akibat fenomena ini.


Kota Tegal

Kawasan wisata Guci di Tegal diterjang banjir bandang dan tanah longsor pada Sabtu (24/11/2026), setelah hujan ekstrem mengguyur lereng Gunung Slamet sejak dua hari sebelumnya. Banjir di Tegal melumpuhkan total aktivitas wisata akibat meluapnya Sungai Gung dan menghancurkan Pancuran 13 serta memutus tiga jembatan vital, termasuk Jembatan Jedor dan Jembatan Kaligung. Saat ini, pemerintah daerah telah menutup sementara akses wisata demi keamanan pengunjung dan sedang menyiapkan jembatan darurat sebagai langkah penanganan cepat.


Kabupaten Bogor

Tanah longsor menimpa Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat pada Sabtu (24/1/2026). BPBD menginformasikan dari peristiwa ini masyarakat terdampak sekitar 34 kepala keluarga atau 113 jiwa. Peninjauan langsung di lokasi bencana longsor dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi terkait penanganan korban dan proses evakuasi berjalan sesuai prosedur. Dedi menyoroti alih fungsi lahan yang masif dari kawasan hutan dan pegunungan menjadi kebun sayur serta bunga sebagai faktor utama pemicu terjadinya longsor. Diharapkan penanganan bencana segera tuntas dan cepat, Gubernur Jawa Barat turut menghimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan pengelolaan lingkungan sebagai pencegahan berkepanjangan.


Kota Pekalongan

Tingginya curah hujan masih merendam sebagian wilayah sejak (16/1/2026) hingga saat ini (24/1/2026). Wilayah yang terdampak banjir, yakni Kecamatan Tirto, Kecamatan Siwalan, Kecamatan Sragi, Kecamatan Wiradesa, dan Kecamatan Buaran. Pemerintah daerah beserta lembaga terkait kini sedang mengupayakan penanggulangan, mulai dari penyediaan posko evakuasi dan pompa drainase untuk meminimalkan genangan air.


DKI Jakarta

Luapan sungai Ciliwung dan Kali Angke merendam hingga 90 RT dan 10 ruas jalan di wilayah DKI Jakarta sejak (22/1/2026) hingga saat ini. BPBD DKI Jakarta melaporkan titik terdampak paling signifikan berada di Jakarta Barat dan wilayah bantaran sungai yang mencapai ketinggian air 2,5 meter di beberapa lokasi seperti Kelurahan Cawang.




Bekasi

Banjir besar masih merendam sekitar 51 desa di wilayah Kabupaten Bekasi dengan titik terparah mencapai ketinggian 2 meter di Kecamatan Sukawangi dari luapan Kali CBL dan jebolnya tanggul (22/1/2026). Meskipun debit Kali Bekasi sudah mengalami penerbitan, tetapi ribuan warga di kawasan Pondok Hijau Permai dan Sukamekar masih berada di pengungsian yang belum surut hingga saat ini.


Kota Tangerang

Banjir yang merendam 12 titik di Kota Tangerang, termasuk Kompleks Pinang Griya dan Ciledug Indah, mulai surut pada Sabtu (24/1/2026). Penangan dengan memaksimalkan sembilan unit pompa air serta pendistribusian bantuan logistik dilakukan secara cepat. Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, memantau pemasangan 500 karung kisdam bersama Tim SAR gabungan untuk mengantisipasi luapan susulan sebelum proyek penguatan tanggul permanen direalisasikan tahun ini. Penanganan sigap tersebut mendapat apresiasi dari warga terdampak karena pemukiman mengering dalam waktu singkat, sehingga aktivitas dapat segera dilanjutkan dengan kerja bakti pembersihan sisa lumpur dan sampah.


Kabupaten Pati

Banjir di Kabupaten Pati yang terjadi pada (18/1/2026), dipicu dengan intensitas hujan tinggi yang menyebabkan Sungai Silugonggo meluap dan merendam ribuan rumah di beberapa kecamatan seperti Jakenan serta Juwana. Terendamnya wilayah mengakibatkan aktivitas warga lumpuh total dan lahan pertanian warga yang siap panen mengalami gagal tanam akibat genangan air yang tak kunjung surut. Menurut laporan terkini dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) dan data pantauan BMKG, kondisi ini diperparah dengan fenomena cuaca ekstrem yang melanda wilayah pesisir utara Jawa Tengah.


Kalimantan

Selain di wilayah pulau Jawa, beberapa wilayah di luar pulau Jawa turut terdampak cuaca ekstrim meliputi Kalimantan. Di Kalimantan bencana banjir melanda berbagai wilayah di Kalimantan sejak (5/1/2026) yang merendam ribuan rumah di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat. Intensitas hujan ekstrem dan rusaknya alam memicu luapan sungai besar seperti Sungai Martapura dan Sungai Kapuas. Data BPBD per 11 Januari, 137.117 jiwa dari 49.294 keluarga terdampak. Ia memaksa 5.045 orang mengungsi karena 11.611 rumah terdampak dilansir dari laman Mongabay.co.id (12/1/2026).


BMKG meminta masyarakat dan pemangku kepentingan untuk tetap waspada dan hati-hati terhadap perubahan cuaca yang berlangsung cepat. Seluruh aktivitas luar ruang dihimbau untuk memperhatikan pembaruan informasi cuaca baik darat, laut, dan udara.