Kamis, 19 Februari 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Bikin Buzzer Tambah Panik, Pandji Siap Keluarkan Sembilan Special Show di Netflix, Sesuai Arahan Presiden

Admin WGM - Tuesday, 13 January 2026 | 05:57 AM

Background
Bikin Buzzer Tambah Panik, Pandji Siap Keluarkan Sembilan Special Show di Netflix, Sesuai Arahan Presiden

Nama Pandji Pragiwaksono tidak henti-hentinya menjadi sorotan publik. Usai dengan laporan perkara yang dilayangkan kepadanya terkait dengan penampilan stand up comedy berjudul Mens Rea di Netflix lalu. Pandji melalui cuitannya di X pada 13 Januari 2026, melemparkan pernyataan sentimental kepada mutualnya terkait respon publik terhadap sembilan penampilan stand up comedy yang dirasa akan lebih mengguncangkan dari Mens Rea. 

"Menurut lo, dari 9 special gue sebelumnya, yg (yang) mana kira2 (kira-kira) akan ngasi reaksi lebih parah daripada Mens Rea kalau ditayangin di Netflix?," tulis Pandji pada platform X, Selasa (13/1/2026). 

Publik secara responsif menanggapi unggahan Pandji tersebut melalui kolom komentar. Respon didominasi dengan dukungan untuk segera mengunggah semua penampilan stand up miliknya. Menariknya, dalam respon warganet tersebut muncul usulan spesifik untuk Pandji merilis penampilan yang berjudul Komoidoumenoi yang dirasa dapat menjadi senjata untuk para buzzer (pendengung).  

"Easily Komoidoumenoi, tidak hanya materinya saja tapi buzzer bakal stres dan capek karena pada blepotan dalam nyebutin nama shownya aja. Materinya belum dibahas, judulnya udah jadi masalah duluan (emoji senyum)," balas salah satu pengguna X di kolom komentar akun X @pandji. 

Warganet menilai bahwa penampilan Pandji dengan judul Komoidoumenoi akan menyusahkan para buzzer untuk memahami bobot materi, melainkan untuk melafalkan judul dan mengujar kebencian. Dilansir dari unggahan media sosial Instagram @vereditum, pada Selasa (13/1/2026), dengan cepat mengaitkan keberanian Panji ini dengan rekam jejak digital tahun 2011 milik Prabowo Subianto. 

"@pandji Saya tunggu album baru saudara Pandji. Kritik yang membangun bagus untuk demokrasi Indonesia," tulis Prabowo pada platform X, (22/11/2011). 

Unggahan tersebut kembali mencuat ke permukaan publik sebagai pembanding di tengah masifnya kecaman yang dilayangkan kepada Pandji. Tulisan Prabowo pada saat itu, kini menjadi pisau bermata dua yang menjadi bukti bahwa kritik adalah bagian yang sah dari demokrasi sedangkan publik masih diisi oleh buzzer yang tidak menerima kritik. 

Keberanian berkomedi dengan pengelolaan materi yang satir dan tajam dengan balutan hiburan, menandakan bahwa komedi di Indonesia telah berevolusi menjadi instrumen kontrol sosial yang paling ditakuti sekaligus dinanti.