Bangkai Gajah Sumatra Ditemukan Tanpa Kepala, Dugaan Kuat Perburuan Liar Hingga Temuan Proyektil Peluru
Trista - Saturday, 07 February 2026 | 12:51 PM


Seekor gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) ditemukan mati dalam kondisi mengenaskan di kawasan kerja PT RAPP (Riau Andalan Pulp and Paper), Distrik Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kabupaten Pelalawan, Riau. Saat ditemukan oleh petugas patroli kehutanan, gajah tersebut berada dalam kondisi terduduk tanpa kepala, dugaan kuat mengarah pada perburuan liar untuk mengambil gading.
"Gajah ditemukan dalam posisi duduk dengan bagian kepala yang sudah terpotong. Saat ini kami sedang melakukan penyelidikan mendalam melalui olah TKP dan pengambilan keterangan saksi-saksi untuk mengungkap penyebab pasti kematian satwa dilindungi ini," ungkap AKBP John Louis Letedara, Kapolres Pelalawan, dilansir dari laman Inews, Kamis (5/2/2026).
Dilansir dari laman Kompas.com, Kepala Balai Besar KSDA, Supartono yang didampingi oleh tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau melakukan pengecekan langsung di tempat lokasi. Polisi langsung mengamankan lokasi sekitar kejadian perkara dan melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap pihak yang terlibat dalam insiden ini.
"Kematian gajah ini merupakan peristiwa yang sangat serius. Hilangnya bagian kepala menunjukan indikasi kuat adanya perburuan liar," terang Supartono, Jumat (6/2/2026).
Kronologi penemuan bangkai gajah di Pelalawan, Sumatra diketahui oleh seorang saksi bernama Winarno yang mencium bau tak sedap dari arah kawasan hutan, pada Senin (2/2/2026). Berdasarkan hasil pemeriksaan forensik bangkai gajah diidentifikasi berumur 40 tahun dan berjenis kelamin jantan dengan serpihan proyektil peluru di sekitar lokasi kejadian.
"Dari hasil TKP yang kami lakukan, kami menemukan dua potongan logam yang diduga sebagai proyektil atau anak peluru senjata api," terang AKBP Ungkap Siahaan, Kepala Bidang Laboratorium Forensik Polda Riau (6/2/2026).
Rincian serpihan logam yang ditemukan berdiameter 12,30 milimeter dengan panjang 16,30 milimeter. Sementara itu, satu serpihan lainnya berkisar pada ukuran 6,94 milimeter dan keduanya positif mengandung timbal, tembaga atau kuningan, nitrat mesiu dan residu tembakan.
Keterangan ahli dari dokter hewan BBKSDA Riau, drh. Rini Deswita menjelaskan bahwa bangkai gajah Sumatera yang ditemukan ditembak pada bagian dahi dengan penemuan sisa proyektil peluru di area tengkorak yang tidak ikut terpotong.
"Gajah ditembak di bagian dahi. Proyektil masih berada di tengkorak, dan tengkorak masih menyatu dengan leher," jelas drh. Rini dilansir dari laman KompasTV (6/2/2026).
Diketahui bahwa gajah tersebut telah mati lebih dari 10 hari sebelum ditemukan. Hingga kini populasi gajah sumatra berada dalam keadaan kritis dengan disebabkan dengan perburuan liar, penyempitan habitat dengan perkebunan sawit yang meluas, serta meningkatnya intensitas konflik antara manusia dan satwa.
Next News

Anak Tukang Becak Menangis Terancam Batal Kuliah, Imbas Ayahnya Mendadak Masuk Desil 9
in an hour

Wakil Ketua Gerindra Banyumas Jadi Perantara Uang Rp650 Juta dalam Kasus Korupsi Unsoed
in an hour

Bus Rombongan Pati Dilempari Batu di Tol Japek, Polisi Klarifikasi Soal Botok
in an hour

Harga Minyak Dunia Merosot ke US$ 93 di Tengah Panasnya Rencana Sanksi Baru AS ke Iran
16 minutes ago

Polemik Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Dari Sorotan Waketum MUI hingga Insiden Pelemparan Bus
2 hours ago

Polda Metro Luruskan Isu Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Bukan Diblokir
3 hours ago

Bukan Cuma Dongeng: Cara Seru Menceritakan Sirah Nabawiyah pada Anak di Rumah
3 hours ago

Unsoed Gempar! Rektor Tersangka KPK Kasus Jalur Mandiri, Prof Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt.
a day ago

Tiba di Pekanbaru Disambut Asap, Prabowo Ancam Bawa Pelaku "Modus Mancing" ke Jakarta!
a day ago

Sumber Air Menyusut, BNPB Ungkap Pemadaman Karhutla Makin Sulit
a day ago





