Alasan Trump Tangkap Presiden Venezuela Maduro
Luluk - Sunday, 04 January 2026 | 12:02 PM


Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat (AS) telah menangkap Presiden Nicolas Maduro dan menerbangkannya keluar dari Venezuela setelah serangkaian serangan udara.
"Amerika Serikat telah berhasil melakukan serangan skala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro, yang telah ditangkap bersama istrinya dan diterbangkan keluar dari negara itu," tulis Trump di media sosial.
Pemerintah AS sejak lama menuduh pemerintah Venezuela di bawah Presiden Nicolas Maduro membanjiri Amerika dengan narkoba, anggota geng, serta bertanggung jawab atas krisis migran. Serangan militer Amerika Serikat ke wilayah Venezuela, Sabtu (3/1/2026), memicu gelombang reaksi internasional, mulai dari kecaman keras, seruan penghentian eskalasi, hingga tawaran mediasi diplomatik.
Pemerintah Venezuela secara resmi meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggelar rapat darurat untuk membahas serangan AS ke negaranya.
"Menghadapi agresi kriminal yang dilakukan oleh Pemerintah AS terhadap tanah air kami, kami telah meminta pertemuan mendesak Dewan Keamanan PBB, yang bertanggung jawab menegakkan hukum internasional," tulis Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil melalui pesan Telegram, Sabtu (3/1), beberapa jam setelah serangan.
Konflik antara Amerika Serikat dengan Venezuela bukanlah konflik baru. Sejak Januari 2025, AS mengumumkan akan memberikan hadiah untuk penangkapan Presiden Venezuela sebesar $25 juta (sekitar Rp406 miliar). Kemudian, pada 7 Agustus 2025, melalui media sosial, Jaksa Agung AS Pam Bondi mengumumkan peningkatan hadiah menjadi $50 juta (sekitar Rp812 miliar).
Mengapa Trump menangkap Maduro?
Konflik yang sudah lama panas
Hubungan Amerika Serikat dan Venezuela memang sudah lama tegang. Pemerintahan Maduro selama bertahun-tahun dituding otoriter, pemilunya dipertanyakan, dan dianggap bertanggung jawab atas krisis ekonomi serta kemanusiaan di negaranya.
Tuduhan Kejahatan Internasional
AS menuduh pemimpin Venezuela tersebut sebagai salah satu pengedar narkotika terkemuka di dunia. Trump juga menyalahkan Maduro atas kedatangan ratusan ribu migran Venezuela di AS. Selain itu, Trump menuduh Maduro mengosongkan penjara dan rumah sakit jiwa mereka, serta memaksa para narapidana untuk bermigrasi ke AS. Trump menganggap Maduro adalahpemimpin Cartel de los Soles, salah satu kelompok kriminal Venezuela.
Demi Stabilitas Kawasan
Pemerintah AS membungkus aksi ini dengan alasan keamanan. Trump menyebut langkah tersebut perlu dilakukan demi menjaga stabilitas Amerika Latin dan melindungi kepentingan nasional Amerika Serikat.
Di Balik Klaim Resmi
Sejumlah analis menilai ada motif lain di balik klaim ini, mulai dari tekanan politik domestik AS, unjuk kekuatan global, hingga kepentingan geopolitik dan sumber daya Venezuela.
Next News

Mens Rea Etik Suryani: KPK Sebut Korupsi di Sukoharjo Estafet Antarbupati
in 4 hours

Diserang Isu Money Laundering Raffi Ahmad, RANS Buka Suara di Tengah Persiapan Melantai di Bursa!
in 3 hours

Sogok Massal Penguasa Gerbang Negara: Bagaimana John Field dkk Membeli Kebijakan Bea Cukai Senilai Puluhan Miliar
in 3 hours

Rampung Seleksi Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, Tiga Operator Raksasa Bersiap Dongkrak Jaringan
in 6 hours

Ingin Porsi Layak Seperti di Amerika, Prabowo Minta Daging Ayam Menu MBG Tak Dipotong Kecil-Kecil
in 5 hours

Kondisi Menurun Drastis, Wali Kota Bandung Farhan Mendadak Dilarikan ke IGD Rumah Sakit
in 3 hours

Aksi Arogan Berujung Bui! Polisi Tangkap 'Bang Jago' yang Viral Rusak Mini Cooper di Sunter
in 2 hours

Peluang atau Ancaman? Memahami Konsep Bonus Demografi untuk Masa Depan Bangsa
in 4 hours

Bumi Makin Padat: Bagaimana Ledakan Populasi Memengaruhi Krisis Lingkungan Global
in 3 hours

Ratusan Nakes NTT Desak Proses Hukum: Dugaan Misteri di Balik Kasus dr. Icha Harus Dibongkar!
15 hours ago





