Waspada Siklon Tropis Narelle: Jakarta dan Kepulauan Seribu Berpotensi Hujan Lebat hingga 29 Maret
Admin WGM - Thursday, 26 March 2026 | 07:30 PM


Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang akan melanda wilayah DKI Jakarta dan Kepulauan Seribu dalam beberapa hari ke depan. Berdasarkan pantauan satelit, penguatan Siklon Tropis Narelle di wilayah perairan utara Australia memberikan dampak tidak langsung berupa peningkatan massa udara basah yang memicu hujan dengan intensitas lebat disertai kilat dan angin kencang di wilayah ibu kota.
Potensi hujan lebat ini diprediksi akan berlangsung mulai Kamis (26/3) hingga puncaknya pada 29 Maret 2026. Kondisi atmosfer menunjukkan adanya daerah konvergensi atau pertemuan angin yang memanjang di atas Jawa bagian barat, sehingga awan-awan konvektif penyebab hujan ekstrem tumbuh lebih masif di wilayah Jakarta, khususnya area pesisir dan Kepulauan Seribu.
"Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi dampak sekunder seperti banjir, genangan air di ruas jalan utama, serta pohon tumbang akibat embusan angin kencang yang menyertai hujan. Siklon Narelle saat ini terpantau menguat, sehingga tarikan massa udaranya cukup signifikan memengaruhi cuaca di Jakarta hari ini," tulis laporan resmi BMKG yang dikutip pada Kamis pagi.
Kawasan Kepulauan Seribu diprediksi akan mengalami curah hujan paling tinggi dengan risiko gelombang laut yang meningkat. Para nelayan dan penyedia jasa transportasi laut diminta untuk menunda aktivitas pelayaran jika kondisi visual menunjukkan cuaca buruk. Sementara itu, untuk wilayah daratan Jakarta, potensi hujan lebat diprakirakan terjadi pada siang hingga menjelang malam hari dengan sebaran yang merata di lima wilayah kota administrasi.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menyiagakan personel dan peralatan evakuasi di titik-titik rawan banjir. Warga diminta untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi pemerintah dan menghindari berteduh di bawah baliho atau pohon besar saat hujan lebat berlangsung guna menghindari kecelakaan akibat cuaca ekstrem.
Langkah mitigasi ini menjadi krusial mengingat durasi potensi cuaca buruk yang cukup panjang hingga akhir pekan nanti. Dengan adanya sinkronisasi data antara penguatan Siklon Narelle dan kondisi lokal Jakarta, kesiapsiagaan mandiri dari masyarakat diharapkan dapat meminimalisasi risiko kerugian materiil maupun korban jiwa.
Next News

Peternak Ayam Petelur Pekalongan Gelar Aksi Damai Tingginya Biaya Produksi, 350 Ayam Dibagikan ke Warga
in 2 hours

Nipah Mall Makassar Milik Kalla Group Terbakar, Pengunjung Sempat Pingsan dan Dua Orang Sesak Napas
3 hours ago

Sinyal Perombakan Kabinet Merah Putih Kian Santer, Partai Koalisi Angkat Bicarakan Hak Prerogatif
3 hours ago

Dinilai Tak Pantas, Sultan Brunei Cabut Gelar Kerajaan Sang Menantu
4 hours ago

Kebakaran Bromo Belum Padam: Akses Wisata Ditutup Total, Helikopter Water Bombing Dikerahkan
4 hours ago

Panggil Dirut Pertamina ke Hambalang, Presiden Prabowo Perintahkan Pangkas Anak-Cucu BUMN
5 hours ago

Tembus Rp1 Miliar, Kepala BKN Buktikan ASN Bisa Punya Dana Pensiun Jumbo
5 hours ago

Penerus BJ Habibie! Ini Sosok Peneliti Indonesia yang Mengubah Dunia Lewat Inovasi
in an hour

Ancam Pasokan Minyak Dunia, Ini Syarat Utama Iran untuk Buka Akses Selat Hormuz
2 hours ago

Tanggapi Isu Ijazah Jokowi, Rektor UGM Beri Reaksi Menohok dan Tantang Bukti di Pengadilan
3 hours ago





