Tinggal Dua Ekor, Badak Kalimantan Bertaruh pada Teknologi Bayi Tabung untuk Hindari Kepunahan
Admin WGM - Friday, 12 June 2026 | 06:30 PM


Nasib badak Kalimantan saat ini berada di ujung tanduk. Berdasarkan data terbaru Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur, hanya tersisa dua individu badak Kalimantan (Dicerorhinus sumatrensis harrissoni) yang diketahui masih hidup. Kondisi semakin memprihatinkan karena kedua badak tersebut berjenis kelamin betina, sehingga peluang berkembang biak secara alami nyaris tidak ada.
Dua badak yang tersisa tersebut adalah Pahu, yang saat ini berada di Suaka Badak Kelian, Kabupaten Kutai Barat, serta Pari Mahulu, seekor badak liar yang masih hidup di kawasan hutan Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur. Keberadaan Pari menjadi perhatian utama para pegiat konservasi karena ia merupakan satu-satunya badak Kalimantan yang masih bertahan di habitat alaminya. Namun, hidup sendirian tanpa pasangan membuat peluang reproduksinya hampir mustahil terjadi secara alami.
Menghadapi kondisi tersebut, pemerintah bersama para ahli konservasi dan reproduksi satwa tengah menyiapkan langkah penyelamatan darurat melalui teknologi reproduksi berbantu, termasuk program bayi tabung. Upaya ini dinilai sebagai peluang terakhir untuk mempertahankan garis keturunan badak Kalimantan yang kini berada di ambang kepunahan.
Sebelum program tersebut dijalankan, Pari Mahulu direncanakan akan ditranslokasi dari habitat liarnya menuju Suaka Badak Kelian. Di lokasi tersebut, badak betina itu akan menjalani masa karantina dan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Selain untuk memastikan kondisinya tetap stabil, proses ini juga bertujuan mempersiapkan pengambilan sel telur dan sampel biologis yang dibutuhkan dalam program reproduksi berbantu.
Menurut tim konservasi, penyelamatan Pari menjadi sangat penting karena setiap materi genetik yang dimiliki badak tersebut memiliki nilai yang tak tergantikan. Jika satwa itu mati di alam liar tanpa sempat diselamatkan, Indonesia berisiko kehilangan seluruh potensi genetik yang dapat digunakan untuk mengembangkan populasi badak Kalimantan di masa depan.
Untuk mendukung proses translokasi, berbagai fasilitas telah dipersiapkan di Suaka Badak Kelian, mulai dari kandang karantina (boma) hingga area konservasi khusus (paddock) yang dirancang menyerupai habitat alaminya. Bahkan, skenario evakuasi menggunakan helikopter telah disiapkan guna meminimalkan risiko dan tingkat stres pada satwa selama proses pemindahan berlangsung.
Para ahli menilai teknologi reproduksi berbantu menjadi satu-satunya harapan realistis saat ini. Melalui metode tersebut, sel telur, jaringan, hingga materi genetik lainnya dapat disimpan dan dikembangkan menjadi embrio untuk menghasilkan keturunan baru di masa mendatang. Teknologi serupa sebelumnya telah digunakan dalam berbagai program penyelamatan satwa langka di dunia.
Meski peluang keberhasilannya tidak mudah, para konservasionis menegaskan bahwa langkah ini harus segera dilakukan. Dengan hanya dua individu yang tersisa dan tanpa keberadaan pejantan yang diketahui, waktu menjadi faktor paling krusial dalam perjuangan menyelamatkan salah satu satwa paling langka di Indonesia tersebut. Jika upaya ini berhasil, program bayi tabung dapat menjadi titik balik bagi kelangsungan hidup badak Kalimantan yang kini tengah menghadapi ancaman kepunahan permanen.
Next News

Sering Salah Paham, Ini Sejarah Mengapa Bulan Muharam Dipilih Sebagai Awal Kalender Hijriah
2 hours ago

Hanya Dimiliki Segelintir Orang, Ini 5 Fakta Medis Golongan Darah Paling Langka di Dunia
a day ago

Mahasiswa ITB Ciptakan SADAR Helmet, Helm Pintar Berbasis IoT untuk Deteksi Microsleep Pengendara
3 days ago

NASA Umumkan Kru Artemis III, Misi Penting Menuju Kembalinya Manusia ke Bulan pada 2027
3 days ago

Bisa Menumbuhkan Organ Tubuh Kembali! Mengenal Axolotl, 'Monster Air' Lucu Endemik Meksiko
4 days ago

Biar Gak Menyesal! Ini Panduan Memilih Mobil Sedan, SUV, atau MPV buat Keluarga
6 days ago

Revolusi Computex 2026: Microsoft dan NVIDIA Luncurkan Laptop Ultra dengan Chip RTX Spark dan Teknologi AI Agent
6 days ago

Bertahan Hidup dengan Berburu, Mengapa Kantong Semar Berevolusi Jadi Pemakan Serangga?
7 days ago

Krisis Lapangan Kerja di Era Kecerdasan Buatan: Tantangan Baru Dunia Kerja
7 days ago

Bukan Makhluk Diam, Ternyata Sesama Pohon di Hutan Bisa Saling Curhat Lewat 'Wood Wide Web'!
7 days ago





