Minggu, 21 Juni 2026
Walisongo Global Media
Science & Technology

NASA Umumkan Kru Artemis III, Misi Penting Menuju Kembalinya Manusia ke Bulan pada 2027

Admin WGM - Friday, 12 June 2026 | 03:00 PM

Background
NASA Umumkan Kru Artemis III, Misi Penting Menuju Kembalinya Manusia ke Bulan pada 2027
(NASA/Cory Huston)

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) resmi mengumumkan susunan kru yang akan menjalankan misi Artemis III pada 2027. Pengumuman tersebut disampaikan di Johnson Space Center, Houston, pada 9 Juni 2026 sebagai bagian dari persiapan lanjutan program Artemis yang bertujuan membawa manusia kembali ke Bulan setelah lebih dari lima dekade.

Empat astronaut yang terpilih untuk misi tersebut adalah Randy Bresnik sebagai komandan, Luca Parmitano dari Badan Antariksa Eropa (ESA) sebagai pilot, serta Andre Douglas dan Frank Rubio yang bertugas sebagai spesialis misi. NASA juga menunjuk Bob Hines sebagai astronaut cadangan yang akan mendukung berbagai kebutuhan pelatihan dan operasional misi.

Berbeda dari rencana awal yang menargetkan pendaratan manusia di Bulan, Artemis III kini difokuskan sebagai misi uji coba di orbit Bumi. Perubahan tersebut dilakukan setelah NASA melakukan evaluasi terhadap kesiapan teknologi pendukung, termasuk sistem pendaratan yang tengah dikembangkan oleh SpaceX dan Blue Origin.

Dalam misi ini, para astronaut akan menggunakan wahana Orion yang diluncurkan dengan roket Space Launch System (SLS). Mereka akan melakukan serangkaian pengujian penting, termasuk simulasi pertemuan dan penyambungan (rendezvous and docking) dengan wahana pendarat Bulan milik SpaceX maupun Blue Origin yang diluncurkan secara terpisah. Pengujian tersebut menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko pada misi pendaratan Bulan berikutnya.

NASA menilai Artemis III sebagai salah satu misi paling kompleks yang pernah dirancang dalam era eksplorasi antariksa modern. Selain menguji teknologi baru, misi ini juga menjadi fondasi bagi pembangunan infrastruktur jangka panjang yang mendukung kehadiran manusia di Bulan dan misi masa depan menuju Mars.

Penunjukan Luca Parmitano sebagai pilot juga mencatat sejarah tersendiri. Ia menjadi astronaut ESA pertama yang mendapatkan penugasan dalam misi program Artemis, menegaskan pentingnya kolaborasi internasional dalam eksplorasi luar angkasa.

Meski jadwal peluncuran ditargetkan pada 2027, NASA masih menghadapi sejumlah tantangan teknis, termasuk kesiapan wahana pendarat yang dikembangkan oleh mitra komersial. Namun, lembaga tersebut tetap optimistis bahwa berbagai tahapan pengujian dapat berjalan sesuai rencana.

Apabila seluruh pengujian dalam Artemis III berjalan sukses, NASA berencana melanjutkan programnya melalui Artemis IV yang ditargetkan menjadi misi pendaratan manusia pertama di Bulan sejak misi Apollo 17 pada tahun 1972. Langkah tersebut sekaligus membuka babak baru dalam eksplorasi antariksa dan ambisi manusia untuk menjelajahi ruang angkasa lebih jauh.