Sabtu, 20 Juni 2026
Walisongo Global Media
Science & Technology

Bukan Mistis! Ini Penjelasan Ilmiah Mengapa Air Laut Dekat Dermaga Berwarna Hijau

Admin WGM - Wednesday, 17 June 2026 | 02:00 PM

Background
Bukan Mistis! Ini Penjelasan Ilmiah Mengapa Air Laut Dekat Dermaga Berwarna Hijau
Perubahan Air Laut Hijau (detik.com /)

Ketika kita melihat foto-foto keindahan laut lepas atau pulau-pulau terpencil di media sosial, kita sering kali disuguhi pemandangan air laut yang berwarna biru jernih seperti kristal. Namun, pemandangan yang bertolak belakang sering kali kita jumpai saat berkunjung ke dermaga wisata atau pelabuhan komersial. Air laut di sekitar struktur dermaga cenderung terlihat berwarna hijau pekat, bahkan tidak jarang tampak keruh dan kecokelatan. Perubahan warna dan penurunan tingkat kejernihan air ini sering kali menimbulkan pertanyaan di benak orang awam. Secara sains dan ekologi kelautan, fenomena ini terjadi akibat interaksi beberapa faktor alam dan aktivitas manusia yang berlangsung secara simultan.

Faktor ilmiah pertama yang memengaruhi warna air laut di dekat dermaga adalah kedalaman air dan cara cahaya matahari berinteraksi dengannya. Air laut pada dasarnya bertindak sebagai filter alami bagi spektrum cahaya matahari. Spektrum cahaya yang memiliki panjang gelombang lebih besar, seperti warna merah dan kuning, akan diserap terlebih dahulu oleh molekul air di lapisan atas. Sementara itu, spektrum warna biru yang memiliki panjang gelombang pendek mampu menembus hingga ke bagian laut yang dalam sebelum akhirnya dipantulkan kembali ke mata kita, membuat laut dalam terlihat berwarna biru. Di area dermaga yang jalurnya cenderung lebih dangkal, cahaya matahari menyentuh dasar laut dan memantulkan kembali spektrum warna yang berbeda, yang sering kali bergeser ke arah warna hijau atau kecokelatan tergantung pada material yang ada di dasar laut tersebut.

Penyebab utama warna hijau yang dominan di sekitar dermaga adalah kehadiran mikroorganisme fotosintetik yang disebut fitoplankton atau alga mikro. Wilayah pesisir di sekitar dermaga merupakan kawasan yang kaya akan zat hara atau nutrisi, seperti nitrogen dan fosfor. Nutrisi ini berasal dari aliran sungai di daratan, limbah domestik, hingga sisa-sisa organik yang terbawa arus. Pasokan nutrisi yang melimpah ditambah dengan paparan cahaya matahari yang cukup di perairan dangkal memicu pertumbuhan alga secara masif (algal bloom). Karena alga mengandung klorofil atau zat hijau daun untuk berfotosintesis, keberadaan miliaran mikroorganisme ini di dalam kolom air secara otomatis mengubah warna air laut di sekitar dermaga menjadi hijau pekat.

Selain berwarna hijau, tingkat kekeruhan yang tinggi atau warna kecokelatan di dekat dermaga juga sangat dipengaruhi oleh proses sedimentasi dan pengendapan lumpur. Daerah dermaga biasanya dibangun di kawasan teluk yang terlindung dari ombak besar agar kapal bisa bersandar dengan aman. Kondisi perairan yang tenang ini membuat partikel-partikel halus seperti lumpur, lempung, dan pasir yang terbawa dari daratan mengalami pengendapan di dasar laut sekitar dermaga. Ketika terjadi perubahan pasang surut air laut atau cuaca buruk, lapisan sedimen lumpur yang halus di dasar laut ini akan mudah terangkat kembali dan bercampur dengan kolom air, menciptakan tampilan air yang keruh dan kotor.

Faktor terakhir yang tidak kalah penting dalam memengaruhi estetika air dermaga adalah aktivitas dari kapal-kapal motor itu sendiri. Saat kapal feri atau kapal kargo berukuran besar bermanuver mendekati dermaga, putaran baling-baling kapal (propeller) yang sangat kuat akan menciptakan arus turbulensi di bawah air. Arus buatan ini mampu mengaduk lapisan lumpur dasar laut secara instan dan masif, menyebabkan partikel sedimen naik ke permukaan dan membuat air di sekitar dermaga menjadi keruh dalam seketika. Ditambah lagi, adanya kontaminasi minor yang tidak bisa dihindari dari aktivitas operasional kapal, seperti sisa bahan bakar, minyak pelumas, hingga limbah domestik yang tidak sengaja tercecer, turut memperburuk tingkat kecerahan air di kawasan tersebut.

Melalui pemahaman sains ini, kita dapat mengetahui bahwa warna hijau dan keruhnya air di dekat dermaga merupakan indikasi nyata dari dinamika lingkungan pesisir yang sangat aktif. Meskipun terlihat kurang estetik dibandingkan laut biru di tengah samudra, perairan hijau di sekitar dermaga ini sebenarnya adalah cerminan dari ekosistem yang kaya akan nutrisi dan menjadi rumah bagi banyak biota laut kecil, asalkan tingkat pencemaran dari aktivitas manusia tetap dijaga dalam batas yang aman.