Senin, 10 Agustus 2026
Walisongo Global Media
Science & Technology

Sains Menjawab Misteri: Mengapa Otak Manusia Sering Merasakan Kehadiran 'Mahluk Halus'?

Admin WGM - Sunday, 02 August 2026 | 10:02 AM

Background
Sains Menjawab Misteri: Mengapa Otak Manusia Sering Merasakan Kehadiran 'Mahluk Halus'?
Sains di balik fenomena paranormal (Tirto.id /)

Fenomena paranormal yang sering dikaitkan dengan keberadaan makhluk halus sebenarnya dapat dijelaskan secara rasional melalui sudut pandang ilmu sains dan psikologi modern. Pengalaman mistis seperti merasakan kehadiran sosok gaib atau ketakutan tanpa alasan kerap kali dipicu oleh faktor lingkungan fisik serta cara otak manusia memproses suatu informasi.

Salah satu pemicu utamanya adalah radiasi gelombang infrasound, yaitu suara berfrekuensi sangat rendah di bawah 20 Hertz yang tidak dapat didengar oleh telinga manusia secara langsung. Gelombang infrasound yang dihasilkan oleh getaran mesin atau angin ini mampu menggetarkan bola mata serta merangsang respon kecemasan alami di otak, sehingga memicu ilusi penglihatan dan sensasi bulu kuduk berdiri.

Selain faktor suara, otak manusia juga memiliki kecenderungan psikologis unik yang disebut pareidolia untuk mengenali pola wajah atau bentuk manusia pada benda-benda acak di sekitarnya. Mekanisme persepsi visual ini membuat kita sering kali melihat bayangan hitam, wajah menyeramkan pada pola dinding, atau lambaian tangan di tengah kegelapan malam yang samar.

Sementara itu, fenomena ketindihan atau sleep paralysis yang kerap dianggap sebagai serangan makhluk gaib sebenarnya merupakan gangguan tidur biologis pada fase Rapid Eye Movement (REM). Pada kondisi ini, kesadaran otak telah terbangun sepenuhnya dari tidur namun sistem saraf motorik tubuh masih terdistraksi atau terlumpuh sementara, sehingga memunculkan rasa tertindih disertai halusinasi yang teramat nyata.

Eksplorasi ilmiah terhadap berbagai fenomena ghaib ini membuktikan bahwa misteri paranormal umumnya berakar dari reaksi fisiologis tubuh dan keterbatasan indra manusia. Dengan memahami sains di balik fenomena infrasound, pareidolia, serta sleep paralysis, kita dapat menyikapi berbagai pengalaman misterius secara lebih tenang, logis, dan objektif.