Mahasiswa ITB Ciptakan SADAR Helmet, Helm Pintar Berbasis IoT untuk Deteksi Microsleep Pengendara
Admin WGM - Friday, 12 June 2026 | 05:30 PM


Fenomena microsleep atau tertidur sesaat saat berkendara masih menjadi salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas yang sering terjadi di Indonesia. Kondisi ini umumnya berlangsung hanya beberapa detik, tetapi dapat berakibat fatal karena pengendara kehilangan kesadaran ketika kendaraan masih melaju. Berangkat dari permasalahan tersebut, sekelompok mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) mengembangkan inovasi berupa helm pintar berbasis Internet of Things (IoT) yang diberi nama SADAR Helmet.
Inovasi tersebut dikembangkan oleh Tim iConic yang beranggotakan Mahesya Friemay Romadhoni, Muhammad Yasser Saputro, dan Rizky Miftah Alfiah, mahasiswa Teknik Industri ITB angkatan 2023. Melalui karya tersebut, mereka berhasil meraih Juara 2 Nasional pada kategori Lomba Karya Tulis Ilmiah dalam ajang Smart Safety Competition (SASECOM) 2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro.
SADAR Helmet dirancang sebagai sistem keselamatan yang bekerja secara preventif. Berbeda dengan sebagian besar teknologi keselamatan yang baru berfungsi setelah kecelakaan terjadi, helm ini mampu mendeteksi tanda-tanda awal pengendara mengalami kantuk atau microsleep sebelum kondisi berbahaya terjadi. Ketika sistem mendeteksi gejala tersebut, helm akan memberikan peringatan melalui getaran, suara, serta notifikasi digital agar pengendara kembali fokus.
Untuk menjalankan fungsinya, SADAR Helmet memadukan beberapa sensor sekaligus, yakni sensor Photoplethysmography (PPG) untuk memantau detak jantung dan Heart Rate Variability (HRV), serta akselerometer dan giroskop yang berfungsi membaca pola pergerakan kepala pengendara. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknologi machine learning dan sensor fusion guna mengidentifikasi tingkat kantuk secara lebih akurat.
Salah satu keunggulan helm pintar ini adalah kemampuannya untuk dipasang pada helm berstandar SNI tanpa perlu mengubah struktur utama helm. Selain itu, biaya implementasinya dinilai lebih terjangkau dibandingkan teknologi pendeteksi kantuk berbasis kamera atau elektroensefalografi (EEG) yang umumnya membutuhkan perangkat lebih kompleks.
Menurut tim pengembang, ide pembuatan SADAR Helmet muncul karena tingginya angka kecelakaan yang melibatkan pengendara sepeda motor di Indonesia. Mereka melihat perkembangan teknologi IoT dan smart mobility sebagai peluang untuk menghadirkan sistem keselamatan yang lebih mudah diterapkan dan dapat digunakan secara luas oleh masyarakat.
Ke depan, Tim iConic berencana mengembangkan SADAR Helmet dengan berbagai fitur tambahan, seperti integrasi aplikasi seluler, pelacakan GPS, cloud monitoring, hingga analisis berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan akurasi deteksi. Mereka juga berharap dapat menjalin kerja sama dengan industri helm, sektor otomotif, maupun pemerintah agar inovasi tersebut dapat diproduksi secara massal dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas.
Kehadiran SADAR Helmet menunjukkan bagaimana inovasi teknologi yang dikembangkan mahasiswa dapat menjadi solusi atas persoalan nyata di masyarakat. Jika berhasil dikembangkan lebih lanjut, helm pintar ini berpotensi menjadi salah satu terobosan penting dalam meningkatkan keselamatan berkendara dan mengurangi risiko kecelakaan akibat microsleep di Indonesia.
Next News

Sering Salah Paham, Ini Sejarah Mengapa Bulan Muharam Dipilih Sebagai Awal Kalender Hijriah
2 hours ago

Hanya Dimiliki Segelintir Orang, Ini 5 Fakta Medis Golongan Darah Paling Langka di Dunia
a day ago

Tinggal Dua Ekor, Badak Kalimantan Bertaruh pada Teknologi Bayi Tabung untuk Hindari Kepunahan
3 days ago

NASA Umumkan Kru Artemis III, Misi Penting Menuju Kembalinya Manusia ke Bulan pada 2027
3 days ago

Bisa Menumbuhkan Organ Tubuh Kembali! Mengenal Axolotl, 'Monster Air' Lucu Endemik Meksiko
4 days ago

Biar Gak Menyesal! Ini Panduan Memilih Mobil Sedan, SUV, atau MPV buat Keluarga
6 days ago

Revolusi Computex 2026: Microsoft dan NVIDIA Luncurkan Laptop Ultra dengan Chip RTX Spark dan Teknologi AI Agent
6 days ago

Bertahan Hidup dengan Berburu, Mengapa Kantong Semar Berevolusi Jadi Pemakan Serangga?
7 days ago

Krisis Lapangan Kerja di Era Kecerdasan Buatan: Tantangan Baru Dunia Kerja
7 days ago

Bukan Makhluk Diam, Ternyata Sesama Pohon di Hutan Bisa Saling Curhat Lewat 'Wood Wide Web'!
7 days ago





