Sabtu, 23 Mei 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Tindak Tegas! Polisi Ringkus 173 Tersangka Jalanan hingga Dor 2 Begal Sampai Terkapar

Admin WGM - Saturday, 23 May 2026 | 01:30 PM

Background
Tindak Tegas! Polisi Ringkus 173 Tersangka Jalanan hingga Dor 2 Begal Sampai Terkapar
Polisi Ringkus tersangka kejahatan jalanan (detikNews /)

Eskalasi kejahatan jalanan yang kian meresahkan di wilayah ibu kota memicu respons kesiapsiagaan tingkat tinggi dari aparat keamanan. Dalam upaya menekan ruang gerak para pelaku kriminalitas, Tentara Nasional Indonesia (TNI) secara resmi menerjunkan personel dari batalyon tempur untuk membantu Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam operasi pemberantasan aksi begal dan premanisme di wilayah hukum DKI Jakarta dan sekitarnya.

Langkah penguatan dari unsur militer ini diambil guna mempertebal patroli keamanan malam harian di titik-titik rawan yang selama ini sulit dijangkau. Sinergi antara batalyon tempur TNI dan personel kepolisian diharapkan dapat memulihkan rasa aman masyarakat serta memberikan efek jera yang maksimal bagi para komplotan penjahat jalanan yang kerap bertindak sadis.

Sejalan dengan bantuan taktis tersebut, Polda Metro Jaya menorehkan capaian signifikan dalam penegakan hukum melalui operasi kewilayahan yang masif. Pihak kepolisian mengonfirmasi telah berhasil mengungkap sebanyak 127 kasus kejahatan jalanan yang meliputi aksi pembegalan, pencurian dengan kekerasan (curas), serta pencurian kendaraan bermotor. Dari pengungkapan ratusan kasus tersebut, petugas gabungan meringkus sedikitnya 173 orang tersangka yang kini telah ditahan untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Dalam pemetaan periodik mengenai sebaran titik kerawanan, Polda Metro Jaya memberikan penjelasan mendalam mengenai karakteristik wilayah hukumnya. Berdasarkan data evaluasi terbaru, pihak kepolisian menjelaskan bahwa aksi pembegalan dan kejahatan jalanan tercatat jauh lebih banyak terjadi di wilayah Jakarta Barat dibandingkan dengan wilayah administratif lainnya di ibu kota. Fakta geografis, kepadatan jalur sepi pada jam rawan, hingga tingginya aktivitas mobilitas harian dinilai menjadi faktor sosiologis mengapa para pelaku lebih sering mengeksekusi korbannya di kawasan Jakarta Barat.

Ketegasan aparat keamanan di lapangan juga ditunjukkan oleh Tim Pemburu Begal saat melakukan pengejaran terhadap pelaku yang dinilai membahayakan keselamatan masyarakat dan petugas. Dalam sebuah insiden penangkapan yang berlangsung dramatis, tindakan tegas dan terukur terpaksa diambil oleh petugas kepolisian. Dua orang pelaku begal dilaporkan tersungkur dan terkapar di ranjang pasien rumah sakit usai diterjang timah panas (didor) oleh Tim Pemburu Begal karena mencoba melakukan perlawanan sengit saat hendak ditangkap.

Operasi bersama skala besar yang melibatkan batalyon tempur TNI serta tindakan represif yang konsisten dari jajaran Polda Metro Jaya ini menjadi sinyal kuat bahwa negara tidak akan kalah oleh aksi premanisme jalanan. Petugas mengimbau warga Jakarta untuk tetap waspada saat berkendara di malam hari dan segera memanfaatkan layanan aduan cepat darurat jika melihat adanya pergerakan kelompok pemuda yang mencurigakan di jalan raya.