Kena Jerat Babi, Anak Harimau Sumatera Berhasil Dievakuasi BKSDA Setelah 6 Jam
Admin WGM - Saturday, 23 May 2026 | 12:30 PM


Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bersama tim gabungan berhasil melakukan evakuasi terhadap seekor anak harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang terjebak di dalam perangkap jerat babi milik warga. Satwa dilindungi tersebut dilaporkan masuk ke area perladangan masyarakat yang terletak di perbatasan wilayah Pasaman dan Agam, Sumatra Barat, sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi darurat dengan jeratan yang mengikat kuat di bagian leher.
Operasi penyelamatan dan evakuasi satwa predator pemuncak ini berlangsung secara dramatis dan membutuhkan waktu hingga enam jam di lapangan. Petugas BKSDA yang menerima laporan dari masyarakat mengenai adanya harimau yang terperangkap langsung bergerak cepat menuju lokasi tapak konflik demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, baik bagi keselamatan warga maupun kelangsungan hidup satwa itu sendiri.
Setibanya di lokasi ladang, petugas mendapati anak harimau tersebut berada dalam kondisi lemas namun tetap menunjukkan perilaku agresif karena mengalami stres akibat ruang geraknya yang terkunci oleh tali jerat. Mengingat tingginya risiko keselamatan, tim medis dari BKSDA terlebih dahulu melepaskan tembakan bius dengan dosis yang terukur untuk melumpuhkan pergerakan anak harimau tersebut secara aman sebelum melepaskan lilitan tali jerat pada lehernya.
Setelah dipastikan berada dalam pengaruh obat bius, petugas segera melakukan tindakan cepat memotong kawat jerat babi yang telah melukai kulit leher satwa malang tersebut. Mengingat medan menuju lokasi ladang warga cukup terjal dan tidak dapat diakses oleh kendaraan roda empat, petugas gabungan terpaksa menggotong dan menandu anak harimau tersebut dengan berjalan kaki sejauh beberapa kilometer menuju mobil evakuasi yang telah bersiap di pinggir jalan raya terdekat.
Berdasarkan pemeriksaan medis awal pascaevakuasi, anak harimau sumatera ini dipastikan menderita luka robek luar pada area leher akibat gesekan kawat jerat saat satwa tersebut berusaha melepaskan diri. Petugas BKSDA menyatakan bahwa luka tersebut memerlukan perawatan intensif dan pemantauan berkala guna mencegah terjadinya infeksi lebih lanjut. Oleh karena itu, anak harimau ini langsung dibawa menuju pusat rehabilitasi satwa rujukan untuk menjalani proses pemulihan kesehatan secara total.
Keberhasilan evakuasi yang memakan waktu enam jam ini kembali menegaskan pentingnya respons cepat dan kerja sama sinergis antara masyarakat di sekitar kawasan hutan dan petugas konservasi dalam memitigasi konflik satwa. BKSDA mengimbau kepada warga setempat untuk lebih berhati-hati dalam memasang jerat babi di sekitar ladang mereka, karena penggunaan kawat rawan salah sasaran dan mengancam keberadaan satwa-satwa langka yang dilindungi undang-undang dari ancaman kepunahan.
Next News

Hendak Pergi Haji Nonprosedural, 13 WNI Dicegah Imigrasi di Bandara Ngurah Rai Bali
3 hours ago

Tragis! Korban Tewas Ledakan Tambang Batu Bara di China Melonjak Jadi 90 Orang
4 hours ago

Pro Kontra Tembak Mati Begal: Anggota DPR Mendukung, Menteri Pigai Menolak Keras
6 hours ago

KNKT Bongkar Hasil Investigasi Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Penyebabnya!
7 hours ago

Sempat Viral Dikira Hilang Misterius, Calon Pengantin di Pati Ternyata Kabur ke Hotel Bareng Pacar
8 hours ago

Presiden Prabowo Tarik Jala di Kebumen dan Instruksikan Tunda Bangun Kantor
9 hours ago

Rekam Jejak Brigjen Muhammad Nas, Kapuspen TNI Baru yang Dikenal Humanis dan Dekat dengan Massa
10 hours ago

Jemaah Haji Lansia Indonesia yang Dilaporkan Hilang Pekan Lalu, Ditemukan dalam Keadaan Wafat di Makkah
9 hours ago

Jemaah Haji Lansia Indonesia yang Dilaporkan Hilang Pekan Lalu, Ditemukan dalam Keadaan Wafat di Makkah
9 hours ago

Tindak Tegas! Polisi Ringkus 173 Tersangka Jalanan hingga Dor 2 Begal Sampai Terkapar
10 hours ago





