Senin, 20 April 2026
Walisongo Global Media
Entertainment

Thomas Ramdhan Isyaratkan Hengkang, Inilah Jadwal Penampilan Terakhirnya Bersama GIGI

Admin WGM - Tuesday, 14 April 2026 | 09:00 AM

Background
Thomas Ramdhan Isyaratkan Hengkang, Inilah Jadwal Penampilan Terakhirnya Bersama GIGI
Thomas Ramdhan (BeritaSatu /)

Kabar mengejutkan datang dari industri musik tanah air. Pemain bas legendaris grup musik GIGI, Thomas Ramdhan, resmi mengisyaratkan akan segera meninggalkan band yang telah membesarkan namanya tersebut. Melalui pernyataan terbarunya, Thomas mengumumkan bahwa ia akan menjalani panggung terakhirnya bersama GIGI pada 25 April 2026 mendatang.

Keputusan ini menjadi titik balik emosional bagi para penggemar fanatik GIGI, mengingat Thomas merupakan salah satu pilar utama yang telah memperkuat formasi band asal Bandung tersebut selama lebih dari tiga dekade.

Isu kepindahan Thomas sebenarnya mulai terendus publik melalui beberapa unggahan di media sosial yang bernada perpisahan. Namun, kepastian tersebut akhirnya dikonfirmasi melalui keterangan resminya kepada media pada Minggu (12/4/2026). Thomas menyebutkan bahwa perjalanan panjangnya bersama Armand Maulana, Dewa Budjana, dan Gusti Hendy akan mencapai garis finis dalam waktu dekat.

"Panggung pada 25 April nanti akan menjadi momen terakhir saya bersama GIGI. Ini adalah keputusan yang diambil dengan pertimbangan mendalam," ungkap Thomas dalam pernyataan yang dikutip oleh berbagai kanal media hiburan nasional.

Meskipun belum merinci secara mendalam mengenai alasan di balik pengunduran dirinya, Thomas menekankan bahwa hubungannya dengan personel lain tetap terjalin dengan baik. Pengumuman ini sontak memicu gelombang respons dari rekan sesama musisi dan para penggemar yang menyayangkan kepergian sosok pembetot bas tersebut.

Lahir pada 5 Maret 1967, Thomas Ramdhan dikenal sebagai salah satu pemetik bas terbaik di Indonesia dengan gaya permainan yang dinamis dan berkarakter. Ia bergabung dengan GIGI sejak awal pembentukan band ini pada tahun 1994. Meski sempat vakum karena alasan pribadi pada pertengahan era 90-an, Thomas kembali ke pangkuan GIGI dan terus konsisten menciptakan karya-karya hit.

Selama berkarier bersama GIGI, Thomas tidak hanya berperan sebagai musisi, tetapi juga sering terlibat dalam proses aransemen dan produser musik bagi beberapa penyanyi lain. Kontribusinya dalam album-album besar seperti Dunia, 3/4, hingga album religi Raihlah Kemenangan telah mengukuhkan posisinya sebagai elemen tak terpisahkan dari identitas musik GIGI.

Kemampuannya dalam menjaga ritme musik di atas panggung bersama Gusti Hendy (drum) sering kali disebut sebagai salah satu bagian rhythm section terkuat dalam sejarah musik rok Indonesia.

Kepergian Thomas Ramdhan meninggalkan lubang besar dalam formasi GIGI. Hingga saat ini, pihak manajemen GIGI maupun personel lainnya belum memberikan pernyataan resmi terkait siapa yang akan mengisi kekosongan posisi pemain bas tersebut setelah tanggal 25 April.

Spekulasi mengenai format baru GIGI mulai bermunculan. Namun, grup musik ini dikenal memiliki solidaritas yang tinggi, sehingga banyak yang meyakini bahwa panggung terakhir Thomas akan dikemas sebagai sebuah penghormatan besar (tribute) atas dedikasinya selama ini.

"GIGI bukan sekadar band, tapi keluarga. Kami menghormati setiap keputusan pribadi yang diambil demi kebaikan bersama," tulis salah satu keterangan singkat dari lingkaran manajemen grup tersebut.

Pengumuman ini memuncaki tangga tren di berbagai platform media sosial. Para penggemar menyuarakan rasa kehilangan mereka, mengingat karakter suara bas Thomas dianggap sangat melekat pada lagu-lagu legendaris seperti "Janji", "Nakal", hingga "11 Januari".

Industri musik kini menantikan penampilan terakhir Thomas pada 25 April mendatang, yang diprediksi akan menjadi salah satu konser paling emosional di tahun 2026. Kepergian Thomas bukan sekadar pergantian personel, melainkan penanda berakhirnya sebuah era panjang dalam perjalanan musik GIGI yang telah mewarnai telinga pendengar lintas generasi.