Rabu, 10 Juni 2026
Walisongo Global Media
Entertainment

Kabar Duka: Peabo Bryson, Penyanyi "Beauty and the Beast" Meninggal di Usia 75 Tahun

Admin WGM - Thursday, 04 June 2026 | 11:00 AM

Background
Kabar Duka: Peabo Bryson, Penyanyi "Beauty and the Beast" Meninggal di Usia 75 Tahun
Peabo Bryson (CNN Indonesia /)

Industri musik internasional kembali diselimuti awan duka. Penyanyi R&B dan soul legendaris, Peabo Bryson, dilaporkan meninggal dunia pada Selasa, 2 Juni 2026, waktu setempat. Pelantun lagu-lagu ikonik Disney tersebut mengembuskan napas terakhirnya pada usia 75 tahun di sebuah rumah sakit yang berada di Marietta, Georgia, Amerika Serikat.

Kabar duka mengenai kepergian musisi legendaris ini dikonfirmasi secara resmi oleh pihak keluarga beserta perwakilannya melalui sebuah pernyataan tertulis. Berdasarkan keterangan tersebut, pemilik nama asli Robert Peapo Bryson ini berpulang dengan tenang pada pukul 17.00 waktu setempat dengan dikelilingi oleh keluarga serta orang-orang terdekatnya.

"Dengan hati yang hancur dan kesedihan yang mendalam, keluarga dari penyanyi, penulis lagu, dan vokalis balada pemenang dua Grammy Award, Peabo Bryson, mengumumkan kepergiannya," ungkap pihak keluarga dalam pernyataan resmi mereka. Keluarga juga menambahkan bahwa selama lebih dari lima dekade, suara luar biasa dari Bryson telah menjadi latar bagi momen-momen paling berharga dalam hidup banyak orang.

Sebelum dinyatakan meninggal dunia, pria kelahiran Greenville, Carolina Selatan, 13 April 1951 ini sempat dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami stroke. Kabar mengenai kondisi kesehatan Bryson yang memburuk akibat serangan stroke tersebut pertama kali dilaporkan oleh pihak manajemennya beberapa hari sebelumnya, tepatnya pada akhir Mei 2026. Selain menderita stroke baru-baru ini, riwayat medis mencatat bahwa sang musisi juga pernah bertahan hidup dari serangan jantung hebat yang dialaminya pada tahun 2019 silam.

Sepanjang perjalanan kariernya yang gemilang, nama Peabo Bryson sangat lekat dengan era keemasan lagu tema animasi Disney pada dekade 1990-an. Salah satu pencapaian tertingginya yang paling monumental di panggung musik global adalah ketika ia berduet dengan diva internasional, Celine Dion, dalam membawakan lagu "Beauty and the Beast" untuk film animasi berjudul sama pada tahun 1991. Lagu romantis tersebut berhasil membawa Bryson memenangkan penghargaan Grammy Award.

Tidak berhenti sampai di sana, Bryson kembali mencetak kesuksesan serupa ketika berpasangan dengan Regina Belle untuk menyanyikan lagu "A Whole New World" yang menjadi lagu tema film animasi Aladdin pada tahun 1992. Kolaborasi ikonis tersebut berhasil menembus dan memuncaki tangga lagu Billboard Hot 100. Prestasi tersebut sekaligus menorehkan sejarah baru sebagai lagu dari film animasi pertama yang mampu merajai posisi puncak tangga lagu bergengsi di Amerika Serikat itu.

Selain dikenal luas lewat mahakarya bersama Disney, musisi yang memulai karier profesionalnya sejak era 1960-an ini juga sukses menelurkan banyak lagu hit lainnya. Beberapa di antaranya meliputi lagu duet romantis bersama Roberta Flack yang berjudul "Tonight, I Celebrate My Love", serta lagu balada solo "If Ever You're in My Arms Again" dan "Can You Stop the Rain". Bryson juga sempat berkolaborasi dengan pemain saksofon ternama, Kenny G, dalam lagu "By the Time This Night Is Over" yang termuat di dalam album Breathless.

Hingga akhir hayatnya, Peabo Bryson tercatat telah merilis lebih dari 20 album studio dan menjadi salah satu dari sedikit penyanyi R&B yang sukses meraih penghargaan Oscar berkat kontribusi besarnya dalam lagu tema film. Kepergian sang vokalis berkarakter tenor lembut ini meninggalkan duka yang mendalam bagi jutaan penggemar di seluruh dunia.

Peabo Bryson berpulang dengan meninggalkan seorang istri bernama Tanya Boniface Bryson, dua orang anak bernama Robert dan Linda, serta tiga orang cucu. Pihak keluarga menyatakan bahwa rincian mengenai upacara penghormatan terakhir dan prosesi pemakaman akan diumumkan dalam waktu dekat. Kendati sang legenda kini telah tiada, warisan musik dan karya-karya abadi milik Peabo Bryson dipastikan akan tetap hidup serta terus dikenang oleh lintas generasi.