Terkubur di Bawah Hamparan Pasir, Kota Kuno dari Era Bizantium Ditemukan di Oasis Dakhla Mesir
Admin WGM - Monday, 06 July 2026 | 04:30 PM


Para arkeolog berhasil menemukan kembali sebuah kota kuno yang sempat hilang di kawasan Oasis Dakhla, Mesir. Kota kuno yang diperkirakan berusia lebih dari 1.500 hingga 1.600 tahun tersebut perlahan mulai bermunculan dan menampakkan wujudnya di bawah hamparan pasir gurun Mesir yang luas.
Penemuan spektakuler ini diidentifikasi sebagai permukiman penting dari era Kekaisaran Bizantium yang pernah berjaya di masa lampau. Penemuan situs bersejarah ini diyakini akan membuka tabir baru mengenai sejarah panjang serta perkembangan peradaban manusia pada masa transisi tersebut.
Tim ahli yang melakukan ekskavasi di lokasi mendapati berbagai struktur bangunan yang masih terkubur dengan kondisi relatif baik dan utuh. Sisa-sisa reruntuhan dinding bangunan, jalur jalan kuno, serta artefak rumah tangga menjadi bukti autentik adanya aktivitas kehidupan kota yang maju di wilayah oasis tersebut.
Situs ini diyakini sempat menjadi pusat perdagangan dan kebudayaan yang menghubungkan jalur-jalur karavan penting di tengah gurun. Lokasinya yang berada di oasis subur menjadikan kota ini sebagai titik strategis bagi pertahanan militer maupun mobilitas logistik Kekaisaran Bizantium.
Proses penggalian arkeologis yang rumit ini terus dilakukan secara hati-hati demi menjaga keaslian struktur tanah dan material kuno di sekitarnya. Keberhasilan mengungkap keberadaan kota yang hilang ini sekaligus memicu antusiasme besar dari kalangan sejarawan dan peneliti internasional dari berbagai belahan dunia.
Penemuan ini juga menegaskan kembali bahwa wilayah gurun Mesir masih menyimpan banyak misteri peradaban kuno yang belum sepenuhnya terpetakan oleh sains modern. Para peneliti berharap ekskavasi lanjutan dapat mengungkap data kronologis yang lebih mendalam mengenai alasan runtuh atau ditinggalkannya kota tersebut oleh para penduduknya.
Hingga saat ini, area penemuan telah diamankan oleh otoritas purbakala setempat guna mencegah adanya penjarahan benda-benda bersejarah yang berharga. Pemerintah Mesir berencana menjadikan situs bersejarah di Oasis Dakhla ini sebagai salah satu pusat penelitian arkeologi utama di masa mendatang.
Next News

Dari Sumpah Gajah Mada ke Ruang Angkasa: Asal-usul dan Filosofi Nama Satelit Palapa
a day ago

Tiga Mahakarya Kuno Asia Tenggara: Menjelajahi Sejarah Agung Borobudur, Angkor Wat, dan Bagan
2 days ago

Serupa tapi Tak Sama: Menemukan Kemiripan Kosakata Bahasa Indonesia dan Tagalog Filipina
2 days ago

Bukan Dongeng Pengantar Tidur Biasa, Ini Fungsi Tersembunyi Cerita Rakyat Zaman Dulu
4 days ago

Pentingnya Melestarikan Bahasa Daerah di Era Digital (Menjaga Identitas Bangsa)
4 days ago

Menolak Lupa: Peran Pahlawan di Balik Berdirinya Bank Nasional Pertama di Indonesia
5 days ago

Sempat Dicap Racun Revolusi, Primadona Pantura Kini Kembali Menjemput Takhta Tradisi
8 days ago

Batang Art Festival Berpeluang Masuk Kalender Event Nasional, Angkat Budaya Lokal ke Panggung Lebih Luas
11 days ago

Ziarah Agung Awal Suro: Ikhtiar Mengetuk Pintu Langit di Wonobodro
12 days ago

Pasar Senggol Batang, Pusat Jual Beli Legendaris yang Jadi Ikon Nostalgia Warga Pantura
12 days ago





