Menolak Lupa: Peran Pahlawan di Balik Berdirinya Bank Nasional Pertama di Indonesia
Admin WGM - Sunday, 05 July 2026 | 03:00 PM


erjalanan panjang sistem keuangan dan perbankan di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari sejarah kolonialisme yang pernah mencengkeram bumi nusantara selama berabad-abad. Jauh sebelum era kemerdekaan, roda perekonomian wilayah jajahan diatur secara ketat oleh pemerintah Hindia Belanda demi memfasilitasi kepentingan perdagangan komoditas ke pasar Eropa. Pintu gerbang modernisasi institusi keuangan di Indonesia secara resmi terbuka pada tanggal dua puluh empat Januari tahun seribu delapan ratus dua puluh delapan dengan didirikannya De Javasche Bank. Lembaga keuangan yang berpusat di Batavia ini tercatat sebagai bank pertama di Indonesia yang memegang hak oktroi untuk mengedarkan mata uang sendiri.
Sebagai bank sirkulasi, De Javasche Bank memiliki wewenang penuh dari pemerintah kerajaan Belanda untuk mencetak dan mendistribusikan mata uang gulden di wilayah koloni. Kehadiran bank ini berhasil menggeser dominasi penggunaan mata uang asing seperti real Spanyol dan koin kuno Tiongkok yang sebelumnya lazim digunakan oleh masyarakat dalam bertransaksi. Pasca-proklamasi kemerdekaan pada tahun seribu sembilan ratus empat puluh lima, pemerintah Indonesia mengambil langkah berani untuk menasionalisasi De Javasche Bank. Melalui undang-undang khusus pada tahun seribu sembilan ratus lima puluh tiga, institusi kolonial tersebut resmi bertransformasi menjadi Bank Indonesia yang berfungsi sebagai bank sentral yang berdaulat.
Seiring dengan pergeseran kekuasaan politik, alat tukar resmi yang digunakan oleh masyarakat Indonesia juga mengalami evolusi yang sangat dinamis. Pada masa-masa awal kemerdekaan, situasi moneter di dalam negeri sempat mengalami kekacauan akibat beredarnya tiga jenis mata uang sekaligus secara bersamaan. Demi menegakkan kedaulatan ekonomi bangsa, pemerintah meluncurkan mata uang resmi pertama yang bernama Oeang Repoeblik Indonesia (ORI) pada bulan Oktober tahun seribu sembilan ratus empat puluh enam. Kehadiran ORI tidak hanya berfungsi sebagai alat pemersatu ekonomi nasional, melainkan juga menjadi simbol perlawanan psikologis terhadap kembalinya pengaruh tentara sekutu.
Evolusi mata uang terus bergulir hingga satuan nama rupiah ditetapkan secara permanen sebagai mata uang tunggal negara Kesatuan Republik Indonesia. Sepanjang sejarahnya, uang rupiah telah mengalami berkali-kali perubahan desain, penguatan fitur pengaman dari pemalsuan, hingga kebijakan sanering atau pemotongan nilai mata uang pada masa Orde Lama. Di era modern abad ke-21 ini, evolusi keuangan telah memasuki babak baru yang berbasis teknologi digital. Transformasi ini ditandai dengan beralihnya sistem pembayaran tunai menuju era transaksi nontunai melalui dompet digital dan standardisasi kode respons cepat. Memahami sejarah perbankan dan mata uang ini mengingatkan kita akan mahalnya nilai kedaulatan ekonomi sebuah bangsa.
Next News

Sejarah dan Keutamaan Membaca Kitab Simtuddurar dalam Perayaan Maulid Nabi
in an hour

Kaya Kebudayaan! 6 Tradisi Unik Peringatan Maulid Nabi di Berbagai Daerah Indonesia
19 hours ago

Mengapa Maulid Nabi Diperingati? Ini Sejarah dan Makna di Balik Peringatan Hari Lahir Rasulullah
21 hours ago

Bukan Cuma Sengketa Pemilu! Ini Peran Penting MK dalam Mengawal Konstitusi Negara
7 days ago

Mengenal Perbedaan UUD 1945, Konstitusi RIS, UUDS 1950, dan UUD Hasil Amandemen
7 days ago

Kronologi Lengkap Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945
8 days ago

Peran Laksamana Maeda dan Pergerakan Tokoh-Tokoh Kunci Sebelum Rengasdengklok
10 days ago

Apa Itu Vacuum of Power? Mengapa Momen Ini Sangat Krusial Bagi Kemerdekaan RI?
10 days ago

Malam Mencekam 15 Agustus 1945: Perdebatan Sengit Golongan Muda dan Soekarno-Hatta
10 days ago

Radio Gelombang Pendek dan Keberanian Sutan Sjahrir: Awal Mula Berita Kekalahan Jepang Bocor
10 days ago





