Sungai Watch Gelar "Run for Rivers" di Kota Pekalongan Kolaborasi Olahraga Lari dan Bersih Sungai
Trista - Thursday, 07 May 2026 | 04:17 PM


Pemerintah Kota Pekalongan bersama Sungai Watch menggelar aksi lingkungan "Run for Rivers" yang tidak hanya sekadar agenda olahraga lari, melainkan juga sebagai aksi lingkungan. Ekspedisi lari 1.200 kilometer yang dimulai dari Bali ke Jakarta mengupayakan pemetaan kondisi sungai terkait dengan persoalan sampah plastik yang menjadi polemik di Indonesia.
Hadirnya gerakan "Run for Rivers" menjadi refleksi Pemerintah Kota Pekalongan terkait kondisi sungai sebagai cermin dan gaya hidup masyarakat di sekitarnya. Gerakan lingkungan ini mendapat dukungan penuh dari Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) Kota Pekalongan melalui Theresia Tri Mardiningsih. Ketua ALTI menyampaikan kegiatan ini menjadi langkah positif sebagai kesadaran peduli lingkungan.
"Kita senang sekali, terlebih ini ada kepedulian lingkungan. Saat ini juga ada gerakan dari gubernur terkait bersih dari sampah. Adanya aksi sosial lingkungan ini, kami sangat mendukung dan senang sekali bisa terlibat di sini, karena ini untuk kemajuan kebersihan lingkungan Kota Pekalongan," ungkap Theresia, dilansir dari laman Pemerintah Kota Pekalongan, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh jajaran pemerintahan, yakni Wali Kota Pekalongan, Bupati Pekalongan, dan Gubernur Jawa Tengah.
"Jadi kita sekalian lari, tadi susur beberapa sungai, bahkan di Jalan Sulawesi kita membersihkan sungai juga. Memang permasalahan sampah ini masih menjadi PR. Hampir di semua daerah juga menyampaikan Gerry, Kelly, dan Sam bahwa sampah masih menjadi masalah," ungkap Achmad Afzan Arslan Djunaid, Wali Kota Pekalongan, dikutip dari wawancara Prokompim Kota Pekalongan, (7/5/2026).
Wali Kota Pekalongan menyampaikan bahwa Kota Pekalongan sudah bergerak maju untuk mengatasi persoalan sampah, khususnya di sekitar wilayah Kota Pekalongan, dengan pembangunan PSEL (Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik). Masyarakat juga diimbau untuk mulai mengurangi penggunaan plastik di tengah melonjaknya harga plastik di pasaran.
"Sudah beberapa kali saya sampaikan juga, ini harga plastik masih melonjak tinggi. Ayo masyarakat, saatnya kita kembali lagi ke zaman ibu dan mbah kita dulu, misalkan belanja ke pasar pakai keranjang. Kita kurangi sampah plastik," ungkap Afzan Arslan.
Di Kota Pekalongan, rute lari sejauh 5 kilometer dimulai dari Lapangan Mataram dengan garis finis di Museum Batik Pekalongan dengan pembersihan sungai di sepanjang Jalan Sulawesi. Kota Pekalongan menjadi kota ke-21 yang disinggahi Run for Rivers setelah ekspedisi di Pulau Jawa dengan tujuan utama di Jakarta. Dengan terjaganya kebersihan sungai, dapat menjadi transformasi menjadi aksi yang berkelanjutan.
Next News

Anak Tukang Becak Menangis Terancam Batal Kuliah, Imbas Ayahnya Mendadak Masuk Desil 9
an hour ago

Wakil Ketua Gerindra Banyumas Jadi Perantara Uang Rp650 Juta dalam Kasus Korupsi Unsoed
an hour ago

Bus Rombongan Pati Dilempari Batu di Tol Japek, Polisi Klarifikasi Soal Botok
an hour ago

Harga Minyak Dunia Merosot ke US$ 93 di Tengah Panasnya Rencana Sanksi Baru AS ke Iran
3 hours ago

Polemik Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Dari Sorotan Waketum MUI hingga Insiden Pelemparan Bus
5 hours ago

Polda Metro Luruskan Isu Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Bukan Diblokir
5 hours ago

Bukan Cuma Dongeng: Cara Seru Menceritakan Sirah Nabawiyah pada Anak di Rumah
5 hours ago

Unsoed Gempar! Rektor Tersangka KPK Kasus Jalur Mandiri, Prof Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt.
a day ago

Tiba di Pekanbaru Disambut Asap, Prabowo Ancam Bawa Pelaku "Modus Mancing" ke Jakarta!
a day ago

Sumber Air Menyusut, BNPB Ungkap Pemadaman Karhutla Makin Sulit
a day ago





