Sabtu, 11 Juli 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Suhu Jateng dan DIY Drop di Akhir Juni, BMKG Ungkap Penyebab Fenomena Bediding yang Menusuk Tulang

Admin WGM - Wednesday, 01 July 2026 | 04:00 PM

Background
Suhu Jateng dan DIY Drop di Akhir Juni, BMKG Ungkap Penyebab Fenomena Bediding yang Menusuk Tulang
Fenomena bediding Jateng DIY (detikNews /)

Masyarakat di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dikejutkan oleh penurunan suhu udara yang cukup drastis pada akhir Juni 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa situasi ini dipicu oleh fenomena alam tahunan yang biasa dikenal sebagai bediding.

Secara ilmiah, kondisi ini terjadi karena pergerakan massa udara dingin dan kering dari benua Australia yang sedang mengalami musim dingin menuju Asia melewati Indonesia. Kurangnya tutupan awan di atas langit Jawa juga membuat panas matahari pada siang hari langsung dilepaskan ke angkasa tanpa penghalang pada malam harinya.

Dampak dari fenomena musiman ini sangat terasa di wilayah Yogyakarta dan Magelang, di mana udara pagi hari terasa menusuk hingga menggigit tulang. Kontras cuaca global pun terlihat sangat nyata mengingat saat Magelang mendingin, benua Eropa justru sedang dilanda gelombang panas ekstrem yang membakar.

Tipis dan lembutnya lapisan awan pada pagi hari memperjelas karakteristik musim kemarau yang sedang berada pada puncaknya. Fenomena bediding ini diperkirakan masih akan terus berlangsung selama beberapa pekan ke depan seiring aktifnya monsun Australia.

Perubahan iklim yang mendadak dan penurunan suhu yang ekstrem ini langsung membawa dampak kurang baik bagi sektor kesehatan masyarakat lokal. Para orang tua diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan karena ada empat jenis penyakit yang rentan menyerang anak-anak selama periode dingin ini berlangsung.

Penyakit saluran pernapasan seperti asma, batuk pilek (common cold), hingga radang tenggorokan menjadi ancaman utama yang paling sering dikeluhkan. Selain itu, kondisi udara yang kering dan dingin juga memicu kekambuhan penyakit kulit seperti eksim atau dermatitis pada balita.

Masyarakat disarankan untuk selalu mengenakan pakaian tebal atau jaket, terutama saat beraktivitas di luar ruangan pada malam dan dini hari. Mengonsumsi air putih yang cukup serta menjaga imunitas tubuh dengan makanan bergizi menjadi langkah proteksi terbaik dalam menghadapi fenomena bediding ini.