Kamis, 26 Februari 2026
Walisongo Global Media
Science & Technology

Sering Muncul di Kalender Astronomi, Kenali Perbedaan Super Moon dan Nama Unik Bulan Lainnya

Admin WGM - Thursday, 26 February 2026 | 04:30 PM

Background
 Sering Muncul di Kalender Astronomi, Kenali Perbedaan Super Moon dan Nama Unik Bulan Lainnya
Fenomena astronomi gerhana bulan (ANTARA News /)

Langit malam sering kali menyuguhkan pemandangan yang membuat kita terpaku, terutama saat Bulan menunjukkan wajahnya yang tidak biasa. Di media sosial atau berita astronomi, kita sering menjumpai istilah-istilah puitis seperti Blood Moon, Super Moon, hingga nama-nama unik seperti Wolf Moon atau Flower Moon. Namun, banyak dari kita yang masih bingung: apakah nama-nama tersebut merupakan istilah ilmiah resmi, ataukah hanya sekadar julukan? Faktanya, penamaan ini merupakan perpaduan antara fenomena fisika astronomi yang nyata dengan tradisi penanggalan kuno yang diwariskan secara turun-menerus. Memahami istilah-istilah ini akan membuat pengalaman Anda memandang langit menjadi jauh lebih bermakna.

Istilah yang paling sering memicu decak kagum sekaligus rasa ngeri adalah Blood Moon (Bulan Darah). Secara ilmiah, Blood Moon bukanlah istilah resmi astronomi, melainkan julukan untuk Gerhana Bulan Total. Fenomena ini terjadi ketika Bumi menghalangi sinar matahari langsung ke Bulan. Cahaya matahari yang melewati atmosfer Bumi mengalami pembiasan (refraksi) dan penyebaran Rayleigh, di mana spektrum cahaya biru tersaring dan hanya cahaya merah-jingga yang diteruskan ke permukaan Bulan. Hasilnya, Bulan tidak menjadi gelap total, melainkan merona merah tembaga yang dramatis. Warna merah ini sebenarnya adalah pantulan dari seluruh matahari terbenam dan matahari terbit yang terjadi di Bumi pada saat yang bersamaan.

Selanjutnya, kita mengenal istilah Supermoon. Fenomena ini terjadi karena orbit Bulan mengelilingi Bumi tidak berbentuk lingkaran sempurna, melainkan elips (lonjong). Ada titik di mana Bulan berada pada jarak terdekat dengan Bumi, yang disebut sebagai Perigee. Ketika fase bulan purnama bertepatan dengan titik perigee ini, Bulan akan tampak hingga 14% lebih besar dan 30% lebih terang dari biasanya jika dilihat dari Bumi. Inilah yang kita sebut sebagai Supermoon.

Lantas, bagaimana dengan nama-nama seperti Wolf Moon atau Flower Moon? Nama-nama ini memiliki akar sejarah yang sangat berbeda, yaitu dari tradisi masyarakat adat Amerika Utara (seperti suku Algonquin) dan petani di Eropa zaman dulu. Mereka memberikan nama spesifik untuk setiap bulan purnama dalam setahun sebagai penanda musim dan aktivitas alam:

  • Wolf Moon (Bulan Serigala): Sebutan untuk bulan purnama yang muncul di bulan Januari. Nama ini muncul karena pada puncak musim dingin yang sangat dingin, kawanan serigala sering terdengar melolong kelaparan di luar desa.
  • Flower Moon (Bulan Bunga): Julukan untuk bulan purnama di bulan Mei. Sesuai namanya, ini adalah penanda bahwa musim semi telah tiba sepenuhnya dan bunga-bunga mulai bermekaran di mana-mana.
  • Super Flower Moon: Istilah ini muncul jika fenomena Supermoon terjadi tepat di bulan Mei. Ini adalah "perkawinan" istilah antara posisi astronomis (perigee) dengan penamaan musim tradisional.

Ada banyak nama lain seperti Strawberry Moon (Juni), Harvest Moon (September/Oktober), hingga Blue Moon (istilah untuk bulan purnama kedua yang terjadi dalam satu bulan masehi yang sama).

Penting untuk diingat bahwa meski nama-nama ini terdengar sangat mistis atau puitis, mereka adalah cara manusia sejak zaman dahulu untuk menjalin hubungan dengan alam semesta. Penamaan ini membantu nenek moyang kita melacak waktu tanam, panen, dan perubahan perilaku hewan sebelum adanya kalender digital. Di era modern, istilah-istilah ini kembali populer sebagai cara untuk menarik minat generasi muda terhadap ilmu astronomi.

Hingga saat ini, setiap kali Anda melihat berita tentang Super Flower Blood Moon, Anda tahu bahwa Anda sedang akan menyaksikan sebuah peristiwa langka: Bulan yang berada di jarak terdekatnya (Super), terjadi di bulan Mei (Flower), dan sedang mengalami gerhana total (Blood). Sebuah simfoni alam yang luar biasa dalam satu bingkai langit malam.