Jumat, 22 Mei 2026
Walisongo Global Media
Science & Technology

Masih di Bawah Laut saat Zaman Mesozoikum, Ini Penyebab Utama Tak Ada Dinosaurus di Nusantara

Admin WGM - Thursday, 21 May 2026 | 10:00 PM

Background
Masih di Bawah Laut saat Zaman Mesozoikum, Ini Penyebab Utama Tak Ada Dinosaurus di Nusantara
Fosil Dinosaurus (Liputan6/)

Pertanyaan mengenai alasan di balik tidak pernah ditemukannya fosil dinosaurus di wilayah Indonesia sering kali membanjiri ruang diskusi di media sosial dan memantik rasa penasaran yang besar di kalangan netizen. Sebagai salah satu negara dengan kekayaan hayati yang melimpah dan sejarah penemuan manusia purba yang diakui dunia, absennya fosil reptil raksasa prasejarah di tanah air tentu memicu tanda tanya besar. Menjawab teka-teki tersebut, para ahli memberikan penjelasan geologis yang komprehensif terkait kondisi geografis Nusantara di masa lampau.

Fakta utama yang mendasari absennya jejak dinosaurus di Indonesia berkaitan erat dengan kronologi pembentukan daratan kepulauan ini di masa purba. Pada zaman Mesozoikum, yang berlangsung sekitar 252 hingga 66 juta tahun lalu era di mana dinosaurus seperti Tyrannosaurus rex atau Triceratops hidup dan mendominasi daratan bumi wilayah yang kini menjadi kepulauan Indonesia sebagian besar belum terbentuk sebagai daratan.

Penelitian geologis menunjukkan bahwa pada masa tersebut, wilayah Nusantara masih berada jauh di bawah permukaan laut dalam. Kepulauan Indonesia yang ada saat ini merupakan hasil dari proses tektonik yang sangat dinamis, berupa tumbukan lempeng-lempeng tektonik besar dunia, seperti Lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik. Proses geologis yang dahsyat ini baru mulai aktif mengangkat dasar laut ke permukaan menjadi daratan yang stabil dalam skala waktu geologi yang jauh lebih muda, yakni pada zaman Kenozoikum, tepat setelah dinosaurus dinyatakan punah secara global.

Karena kondisi alamnya yang masih berupa lautan luas pada masa Mesozoikum, otomatis makhluk hidup yang berkembang biak di wilayah ini pada zaman tersebut bukanlah dinosaurus yang beraktivitas di darat. Alih-alih menemukan kerangka raksasa pemakan daging atau tumbuhan daratan, catatan fosil dari era Mesozoikum yang berhasil ditemukan di beberapa kawasan Indonesia, seperti di pulau Timor, murni berupa sisa-sisa organisme laut purba, termasuk amonit (ammonite) dan reptil laut purba seperti Ichthyosaurus.

Kondisi geologis yang unik ini menjelaskan mengapa aktivitas penggalian dan penelitian paleontologi di Indonesia tidak akan pernah menghasilkan temuan fosil dinosaurus konvensional. Faktor lingkungan masa lalu yang berupa perairan dalam menjadikan tanah Nusantara secara historis bukan merupakan habitat atau tempat hidup bagi keluarga dinosaurus darat.

Melalui diseminasi informasi dan penjelasan geologis ini, rasa penasaran serta kesalahpahaman netizen di ruang digital mengenai sejarah purba tanah air dapat terjawab secara ilmiah dan edukatif. Edukasi ini sekaligus memperluas wawasan publik bahwa geografi bumi bersifat dinamis, dan sejarah pembentukan daratan Indonesia yang relatif muda justru menjadi alasan mengapa negara ini memiliki karakteristik fosil purba yang unik dan berbeda dari benua-benua lainnya di dunia.