Selasa, 12 Mei 2026
Walisongo Global Media
Science & Technology

Ikan Purba yang Masih Hidup Mengenal Coelacanth dan Sejarah Penemuannya di Indonesia

Admin WGM - Monday, 11 May 2026 | 06:30 PM

Background
Ikan Purba yang Masih Hidup Mengenal Coelacanth dan Sejarah Penemuannya di Indonesia
Ikan purba Coelacanth (Mongabay /)

Dunia sains pernah meyakini bahwa Coelacanth telah punah sekitar 66 juta tahun yang lalu. Namun, anggapan tersebut runtuh ketika ikan ini ditemukan kembali di Afrika Selatan pada tahun 1938. Kejutan besar berikutnya datang dari Nusantara, ketika spesies kedua ditemukan di perairan Indonesia, membuktikan bahwa laut dalam kita adalah tempat perlindungan bagi makhluk-makhluk dari zaman prasejarah.

Sang "Fosil Hidup" dari Zaman Devonian

Coelacanth sering disebut sebagai fosil hidup karena secara morfologi, bentuk tubuhnya hampir tidak berubah sejak 400 juta tahun yang lalu. Ikan ini memiliki ciri khas berupa sirip yang memiliki lobus (berdaging), yang secara evolusioner dianggap sebagai cikal bakal kaki hewan darat. Berbeda dengan ikan modern, Coelacanth memiliki organ rostral pada hidungnya yang berfungsi untuk mendeteksi gelombang elektromagnetik mangsa, serta sendi intrakranial yang memungkinkan mereka membuka mulut sangat lebar untuk menelan mangsa besar.

Sejarah Penemuan yang Tak Terduga di Indonesia

Penemuan Coelacanth di Indonesia berawal dari sebuah ketidaksengajaan. Pada tahun 1997, seorang ahli biologi Amerika bernama Mark Erdmann melihat seekor ikan aneh di pasar ikan Manado Tua, Sulawesi Utara. Meskipun saat itu ia tidak bisa membawa spesimennya, penemuan ini memicu pencarian intensif.

Setahun kemudian, pada Juli 1998, seekor Coelacanth hidup berhasil ditangkap oleh nelayan lokal dan segera diidentifikasi oleh para ahli. Melalui analisis genetik, terungkap bahwa ikan tersebut adalah spesies yang berbeda dari yang ada di Afrika. Spesies Indonesia ini kemudian diberi nama ilmiah Latimeria menadoensis, atau yang oleh masyarakat lokal dikenal sebagai ikan "Raja Laut".

Habitat dan Upaya Konservasi

Coelacanth Indonesia umumnya mendiami gua-gua bawah laut di lereng curam perairan Sulawesi Utara dan Papua pada kedalaman 150 hingga 200 meter. Karena pertumbuhannya yang lambat dan jumlah populasi yang diperkirakan sangat kecil, ikan ini dikategorikan sebagai spesies yang terancam punah. Pemerintah Indonesia telah menetapkan Coelacanth sebagai hewan yang dilindungi secara hukum untuk menjaga kelestarian "perpustakaan evolusi" yang hidup di bawah samudera kita.

Sebagai penutup, keberadaan Coelacanth di perairan Indonesia adalah sebuah anugerah ilmiah sekaligus pengingat betapa luasnya misteri laut yang belum kita jelajahi. Penemuan ini menempatkan Indonesia sebagai lokasi penting dalam penelitian sejarah biologi dunia. Dengan menjaga habitat laut dalam kita, kita tidak hanya melestarikan seekor ikan, tetapi juga menjaga bukti nyata perjalanan kehidupan di planet Bumi yang telah bertahan selama ratusan juta tahun.