Selasa, 25 Agustus 2026
Walisongo Global Media
Culture

Sejarah Dieng Culture Festival: Tradisi Cukur Rambut Gimbal yang Mendunia

Admin WGM - Friday, 26 June 2026 | 08:30 PM

Background
Sejarah Dieng Culture Festival: Tradisi Cukur Rambut Gimbal yang Mendunia
(hypeabis.id/)

Dieng Culture Festival (DCF) merupakan salah satu festival budaya terbesar di Indonesia yang diselenggarakan setiap tahun di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah. Festival ini lahir sebagai upaya masyarakat untuk melestarikan tradisi leluhur sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya dan keindahan alam Dieng kepada wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara.

Seiring berjalannya waktu, DCF berkembang menjadi agenda wisata nasional yang memadukan ritual adat, pertunjukan seni, musik, hingga aktivitas budaya yang melibatkan masyarakat lokal.

Berawal dari Tradisi Cukur Rambut Gimbal

Daya tarik utama Dieng Culture Festival adalah ritual pencukuran rambut gimbal pada anak-anak Dieng. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, sebagian anak terlahir dengan rambut gimbal sebagai titipan leluhur sehingga pencukurannya tidak boleh dilakukan sembarangan.

Prosesi hanya dilaksanakan setelah permintaan sang anak dipenuhi dan dilakukan melalui rangkaian ritual adat yang dipimpin tokoh masyarakat. Tradisi ini dipercaya sebagai bentuk rasa syukur sekaligus doa agar anak tumbuh sehat dan memperoleh kehidupan yang baik.

Perpaduan Budaya dan Pariwisata

Selain ritual adat, Dieng Culture Festival juga menghadirkan berbagai kegiatan seperti kirab budaya, pertunjukan seni tradisional, konser musik, doa bersama, pameran produk UMKM, hingga pelepasan lampion yang menjadi salah satu momen paling dinanti pengunjung. Seluruh rangkaian acara dirancang untuk memperkenalkan budaya Dieng tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisinya.

Festival ini menjadi contoh bagaimana pelestarian budaya dapat berjalan berdampingan dengan pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.

Nilai Budaya yang Dijaga

Dieng Culture Festival mengandung berbagai nilai budaya yang masih dijunjung tinggi oleh masyarakat, di antaranya:

  • Melestarikan tradisi warisan leluhur.
  • Memperkuat rasa kebersamaan dan gotong royong masyarakat.
  • Menumbuhkan rasa syukur kepada Tuhan atas kehidupan dan alam.
  • Mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda.
  • Mendorong pelestarian kesenian dan kearifan lokal Dieng.

Daya Tarik Wisata Nasional

Tidak hanya dikenal karena ritual rambut gimbal, Dieng Culture Festival juga didukung panorama alam Dataran Tinggi Dieng yang memukau. Wisatawan dapat menikmati kawasan Candi Arjuna, Telaga Warna, Kawah Sikidang, hingga fenomena embun es yang kerap muncul pada musim kemarau.

Kombinasi budaya, alam, dan keramahan masyarakat membuat festival ini menjadi salah satu agenda wisata budaya paling dinantikan setiap tahunnya.

Dieng Culture Festival bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga wujud nyata pelestarian tradisi yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Dieng. Melalui ritual cukur rambut gimbal, pertunjukan seni, dan berbagai kegiatan budaya lainnya, festival ini berhasil memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke panggung dunia sekaligus menjaga identitas lokal agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.