Mengapa Maulid Nabi Diperingati? Ini Sejarah dan Makna di Balik Peringatan Hari Lahir Rasulullah
Admin WGM - Monday, 24 August 2026 | 04:00 PM


Tradisi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu momentum sejarah yang kaya akan nilai spiritual, sosial, dan kebudayaan. Meskipun tidak dipraktikkan secara formal pada masa awal Islam, tradisi ini lahir sebagai bentuk manifestasi rasa cinta (mahabbah) umat Islam terhadap sosok Rasulullah yang membawa risalah kebenaran.
Awal Mula Sejarah Peringatan Maulid Nabi
Peringatan Maulid Nabi secara kolosal dan terorganisasi pertama kali tercatat dalam sejarah peradaban Islam pada masa Dinasti Fatimiyah di Mesir (abad ke-10 hingga 11 Masehi). Pada masa itu, peringatan diselenggarakan oleh kalangan istana dengan membagikan roti, permen, dan bersedekah kepada kaum miskin.
Namun, bentuk peringatan Maulid Nabi yang melibatkan partisipasi masyarakat luas secara kolosal dan meriah dirintis oleh Muzaffar al-Din Gökböri, penguasa wilayah Irbil (Irak utara) pada abad ke-12 Masehi, yang merupakan saudara ipar dari pahlawan perang Perang Salib, Sultan Salahuddin al-Ayyubi. Raja Muzaffar mengundang para ulama, penyair, dan rakyat untuk berkumpul membaca ayat-ayat Al-Qur'an, menyimak lantunan syair pujian (seperti Sirah Nabawiyah), dan menyembelih ribuan hewan ternak untuk disantap bersama. Peringatan ini ditujukan untuk membakar semangat persatuan dan rasa cinta Umat Islam terhadap ajaran Nabi di tengah situasi politik yang penuh tantangan saat itu.
Hikmah di Balik Peringatan Maulid
Tradisi peringatan Maulid Nabi memiliki nilai dan hikmah mendalam bagi Umat Islam:
- Menumbuhkan Rasa Cinta (Mahabbah): Mengingat perjuangan dan akhlak Rasulullah menyegarkan kembali komitmen Umat Islam untuk meneladani perilaku beliau (uswatun hasanah) dalam kehidupan sehari-hari.
- Sarana Edukasi dan Syiar: Menjadi ruang untuk merefleksikan kembali perjalanan hidup (sirah) Nabi Muhammad SAW, sehingga generasi muda dapat mengenal sosok pimpinannya secara utuh.
- Penguatan Tali Silaturahmi: Peringatan yang dilakukan secara berjamaah mempererat hubungan sosial sesama Muslim melalui tradisi berkumpul, berdoa bersama, dan makan bersama.
- Pembersihan Jiwa melalui Sedekah: Tradisi pembagian makanan dan pemberian bantuan kepada kaum yang membutuhkan menjadi momentum berbagi kebahagiaan.
Perkembangan Tradisi Maulid di Indonesia
Penyebaran Islam di Nusantara oleh para ulama dan Wali Songo memanfaatkan pendekatan akulturasi budaya yang sangat halus. Tradisi Maulid Nabi diserap dan disesuaikan dengan kearifan lokal tanpa menghilangkan esensi utamanya.
- Tradisi Sekaten (Jawa): Dipelopori oleh Kesultanan Mataram dan Kesultanan Yogyakarta/Surakarta. Kata "Sekaten" berasal dari kata Syahadatain. Peringatan dilakukan dengan membunyikan gamelan pusaka dan diakhiri dengan berebut Gunungan (hasil bumi) sebagai simbol rasa syukur dan keberkahan.
- Tradisi Baayun Maulid (Banjar): Tradisi mengayun bayi atau anak-anak sambil membacakan shalawat dan doa agar sang anak kelak meneladani akhlak Rasulullah.
- Tradisi Ma'udi (Sulawesi Selatan): Masyarakat Bugis dan Makassar merayakannya dengan menghias telur dan bahan makanan yang diletakkan di perahu hias (Bambu Hias) sebagai simbol masuknya Islam melalui jalur maritim.
- Pembacaan Kitab Maulid: Di berbagai pesantren dan masjid di seluruh Indonesia, peringatan diisi dengan pembacaan kitab-kitab pujian sejarah Nabi seperti Simtuddurar, Al-Barzanji, Diba', dan Burdah.
Tradisi peringatan Maulid Nabi telah bertransformasi dari sebuah peristiwa sejarah menjadi jembatan kebudayaan dan spiritual. Di Indonesia, Maulid Nabi tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga simbol perekat persatuan Umat Islam yang menyatukan nilai-nilai keimanan dengan kekayaan budaya lokal.
Next News

Kaya Kebudayaan! 6 Tradisi Unik Peringatan Maulid Nabi di Berbagai Daerah Indonesia
10 hours ago

Bukan Cuma Sengketa Pemilu! Ini Peran Penting MK dalam Mengawal Konstitusi Negara
7 days ago

Mengenal Perbedaan UUD 1945, Konstitusi RIS, UUDS 1950, dan UUD Hasil Amandemen
6 days ago

Kronologi Lengkap Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945
8 days ago

Peran Laksamana Maeda dan Pergerakan Tokoh-Tokoh Kunci Sebelum Rengasdengklok
9 days ago

Apa Itu Vacuum of Power? Mengapa Momen Ini Sangat Krusial Bagi Kemerdekaan RI?
10 days ago

Malam Mencekam 15 Agustus 1945: Perdebatan Sengit Golongan Muda dan Soekarno-Hatta
10 days ago

Radio Gelombang Pendek dan Keberanian Sutan Sjahrir: Awal Mula Berita Kekalahan Jepang Bocor
10 days ago

Detik-Detik 15 Agustus 1945: Titik Balik Kekalahan Jepang yang Membuka Jalan Kemerdekaan RI
10 days ago

Mengapa 14 Agustus Diperingati Sebagai Hari Pramuka? Ini Sejarah Lengkapnya
11 days ago





