Senin, 10 Agustus 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Ribuan Rumah di Padang Terendam Banjir, Warga Dicekam Hantaman Kayu dan Lumpuh Total

Trista - Tuesday, 04 August 2026 | 01:32 PM

Background
Ribuan Rumah di Padang Terendam Banjir, Warga Dicekam Hantaman Kayu dan Lumpuh Total
Banjir Bandang Padang (Kumparan /)

Bencana banjir bandang mencekam kembali menerjang wilayah Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (3/8/2026). Intensitas hujan tinggi sejak pukul 11.00 hingga 17.00 WIB menyebabkan ribuan unit rumah terendam. Hantaman air bah yang datang secara tiba-tiba tersebut membawa material lumpur pekat serta gelondongan kayu berukuran besar dari kawasan hulu sungai.

Dampak kerusakan paling parah dilaporkan melanda sedikitnya tiga kecamatan utama di Kota Padang yang terendam genangan air cukup tinggi. Derasnya arus banjir tidak hanya merusak fasilitas umum, tetapi juga merendam hunian masyarakat dan menyebabkan sejumlah sepeda motor hanyut terbawa aliran air.

Kepanikan warga semakin memuncak saat material gelondongan kayu keras berdiameter besar menghantam dinding serta bagian depan rumah-rumah penduduk. Benturan keras kayu-kayu tersebut merusak struktur bangunan pemukiman dan memaksa para penghuni menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman di tengah kepungan banjir.

"Suaranya sangat gemuruh dan menakutkan. Saat kami menengok ke luar, kayu-kayu besar melintas tepat di teras rumah," ungkap seorang warga, dilansir dari laman Tribun, Senin (3/8/2026).

Disaat masyarakat belum selesai membersihkan sisa lumpur pekat yang masuk ke dalam rumah, rasa cemas mendalam kembali menghantui para korban banjir. Kekhawatiran tersebut muncul lantaran kondisi cuaca mendung dan potensi hujan susulan berintensitas tinggi diprediksi masih berpeluang terjadi di kawasan tersebut.

Menanggapi situasi darurat ini, Wakil Gubernur Sumatera Barat secara tegas meminta seluruh warga masyarakat untuk selalu waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman cuaca ekstrem. Pemerintah daerah telah menginstruksikan jajaran terkait untuk bergerak cepat memberikan bantuan logistik serta mempercepat proses evakuasi warga yang terjebak.

"Saya mengimbau seluruh masyarakat Sumatera Barat agar meningkatkan kewaspadaan. Keselamatan diri dan keluarga harus menjadi prioritas utama. Jangan memaksakan diri bertahan atau melintasi kawasan yang berpotensi membahayakan keselamatan," ungkap Mahyeldi, Gubernur Sumbar, Senin (3/8/2026).

Petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, dan relawan hingga kini terus bersiaga di lapangan untuk mendata total kerugian materiil. Posko penanganan darurat serta dapur umum juga sudah didirikan di beberapa titik strategis guna menyalurkan makanan, obat-obatan, dan pakaian bersih bagi pengungsi.

"Tim BPBD bersama unsur TNI, Polri, Basarnas, pemerintah kota, dan relawan masih berada di lapangan untuk melakukan evakuasi serta pendataan terhadap warga terdampak. Curah hujan yang tinggi menyebabkan sejumlah kawasan permukiman terendam," ungkap Sekretaris BPBD Provinsi Sumatera Barat, Ilham Wahab, dilansir dari laman Metro TV, Selasa (4/8/2026).

Masyarakat yang bermukim di sepanjang bantaran sungai maupun daerah rawan tanah longsor diimbau segera mengungsi apabila debit air kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Sinergi antara petugas dan kesadaran warga dalam mematuhi imbauan evakuasi sangat krusial demi mencegah timbulnya korban jiwa dalam bencana alam ini.

Hingga berita ini diturunkan, pembersihan material kayu dan lumpur sisa banjir masih terus diupayakan demi memulihkan akses jalan utama yang sempat terputus. Pihak berwenang pun terus memantau perkembangan debit air sungai serta kondisi cuaca secara berkala untuk mengantisipasi potensi banjir susulan.