Revitalisasi Sorogenen Dimulai Tahun Ini, Pedagang Tolak Relokasi ke Pasar Lain
Trista - Sunday, 03 May 2026 | 02:00 PM


Rencana relokasi pedagang Sorogenen masih terus berlanjut di tengah perdebatan penataan ulang fungsi utama sebagai ruang publik yang sedang dipersiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan. Sebelumnya, Pemkot Pekalongan telah melakukan penertiban massal atau penggusuran di Pasar Sorogenen dan audiensi dengan DPRD Kota Pekalongan, Senin (27/4/2026).
Namun, tidak berselang lama, para pedagang kembali memadati Sorogenen untuk berjualan. Dilansir dari laman Metro Pekalongan, sebanyak 79 pedagang dengan beberapa ormas, LSM, dan kuasa hukum menegaskan keinginan mereka, yakni tetap berdagang di Sorogenen, bukan dipindahkan ke Pasar Podosugih, Pasar Anyar, atau Pasar Kraton.
"Kami itu mau diatur, bukan digusur. Kalau disuruh di Podosugih, kami diminta istiqomah. Tapi kami ini pedagang, bukan orang tirakat. Anak istri harus makan," ungkap M. Kurniawan, perwakilan pedagang.
Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, menyampaikan keputusan relokasi pedagang di tiga titik, yakni Sorogenen, Alun-Alun, dan Pasar Banjarsari, merupakan tindak lanjut dari hasil rapat kerja bersama DPRD. Pemkot Pekalongan tengah fokus melakukan penataan kota dan revitalisasi yang lebih tertib dan terintegrasi ruang publik untuk masyarakat.
"Keputusan kami untuk merelokasi dan menata pedagang-pedagang, terutama di Sorogenen, Alun-Alun, dan Pasar Banjarsari, sebetulnya hasil rapat dari teman-teman anggota dewan. Kita fokus pada penataan, kita mulai dari Sorogenen dan mulai tahun ini," ungkap Achmad Afzan Arslan kepada wartawan di Monumen Djoeang Kota Pekalongan, Jumat (2/5/2026).
Langkah ini telah mendapatkan dukungan dari masyarakat sekitar, khususnya di wilayah Poncol, yang meminta pemerintah mengembalikan fungsi ruang publik di Sorogenen yang beralih menjadi pasar. Pemerintah akan tetap menampung aspirasi masyarakat dan pedagang agar tidak berimbas besar pada ekonomi mereka.
Berkaitan dengan peringatan Hari Buruh Internasional di Pekalongan, kegiatan turut dilaksanakan di Monumen Djoeang yang dihadiri oleh kelompok buruh, mahasiswa, dan pejabat setempat dalam ruang diskusi kesejahteraan buruh. Achmad Afzan Arslan menyampaikan tidak adanya permasalahan yang cukup signifikan terutama terkait ketenagakerjaan dan hak-haknya.
"Nggak ada sih di Kota Pekalongan. Alhamdulillah juga lancar-lancar saja, tidak ada masalah. Kekompakan bisa dilihat sendiri mulai dari Apindo, teman-teman buruh, dan lain-lain. Jadi nggak ada isu yang signifikan khusus di Kota Pekalongan," lanjut Achmad Afzan Arslan.
Saat ini, pemerintah tengah melakukan persiapan untuk melangsungkan penataan ruang publik dan pedagang di tiga titik Kota Pekalongan secara humanis dan kondusif. Pembangunan sarana publik dan kesejahteraan pedagang harus berjalan dengan sinergi yang baik antar kedua belah pihak
Next News

Anak Tukang Becak Menangis Terancam Batal Kuliah, Imbas Ayahnya Mendadak Masuk Desil 9
16 minutes ago

Wakil Ketua Gerindra Banyumas Jadi Perantara Uang Rp650 Juta dalam Kasus Korupsi Unsoed
22 minutes ago

Bus Rombongan Pati Dilempari Batu di Tol Japek, Polisi Klarifikasi Soal Botok
36 minutes ago

Harga Minyak Dunia Merosot ke US$ 93 di Tengah Panasnya Rencana Sanksi Baru AS ke Iran
2 hours ago

Polemik Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Dari Sorotan Waketum MUI hingga Insiden Pelemparan Bus
4 hours ago

Polda Metro Luruskan Isu Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Bukan Diblokir
4 hours ago

Bukan Cuma Dongeng: Cara Seru Menceritakan Sirah Nabawiyah pada Anak di Rumah
4 hours ago

Unsoed Gempar! Rektor Tersangka KPK Kasus Jalur Mandiri, Prof Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt.
a day ago

Tiba di Pekanbaru Disambut Asap, Prabowo Ancam Bawa Pelaku "Modus Mancing" ke Jakarta!
a day ago

Sumber Air Menyusut, BNPB Ungkap Pemadaman Karhutla Makin Sulit
a day ago





