Sabtu, 11 Juli 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Program Magang Nasional Jadi Jembatan Kerja, 30 Persen Peserta Langsung Direkrut Perusahaan

Admin WGM - Tuesday, 30 June 2026 | 02:15 PM

Background
Program Magang Nasional Jadi Jembatan Kerja, 30 Persen Peserta Langsung Direkrut Perusahaan
Persentase peserta magang yang langsung kerja (Economy /)

Pemerintah menyebut Program Magang Nasional mulai menunjukkan hasil positif dalam membantu lulusan baru memasuki dunia kerja. Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, sekitar 30 persen peserta Program Magang Nasional 2025 langsung diterima sebagai karyawan tetap setelah menyelesaikan masa magang.

Informasi tersebut disampaikan Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, melalui unggahan di akun Instagram @sekretariat.kabinet pada Senin (29/6/2026). Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa program magang yang didukung pemerintah mampu menjadi penghubung antara dunia pendidikan dan dunia industri.

"Menariknya sesuai data Kemenaker di 2025 lalu, setelah program magang selesai dari 100 ribu peserta, sekitar 30% atau 30 ribu peserta langsung diterima sebagai pekerja tetap. Dan ada 30% lainnya menunggu panggilan 2-3 bulan ini," tulis Teddy.

Ia menjelaskan, pemerintah ingin para lulusan perguruan tinggi memiliki peluang lebih besar untuk segera memperoleh pekerjaan sekaligus mendapatkan penghasilan setelah menyelesaikan pendidikan. Karena itu, Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Ketenagakerjaan meluncurkan Program Magang Nasional sebagai salah satu upaya meningkatkan penyerapan tenaga kerja.

Melalui program tersebut, lulusan sarjana dapat mengikuti magang di berbagai perusahaan mitra selama enam bulan. Selama menjalani program, peserta memperoleh uang saku atau gaji yang berkisar antara Rp3,5 juta hingga Rp6 juta per bulan, menyesuaikan besaran upah minimum kabupaten/kota tempat perusahaan berada.

Pemerintah juga memperluas cakupan program pada tahun 2026. Jumlah peserta ditargetkan meningkat menjadi 150 ribu orang, lebih banyak dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai 100 ribu peserta.

Para peserta nantinya akan ditempatkan di sekitar 8.800 perusahaan, baik milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN)maupun sektor swasta. Selain terbuka bagi lulusan perguruan tinggi, Program Magang Nasional juga memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas untuk mengikuti pelatihan sekaligus memperoleh pengalaman kerja di dunia industri.

Pemerintah berharap peningkatan jumlah peserta dan keterlibatan ribuan perusahaan dapat memperbesar peluang lulusan baru memperoleh pekerjaan, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang kompeten di berbagai sektor usaha.