Polda Riau Ungkap Pembunuhan Berencana Lansia di Pekanbaru, Menantu Jadi Otak Kriminal
Trista - Tuesday, 05 May 2026 | 09:00 AM


Kasus pembunuhan berencana terhadap seorang perempuan lansia bernama Dumaris Deniwati Boru Sitio (60) di Pekanbaru, Rabu (29/4/2026), telah diungkap oleh Kepolisian Daerah (Polda) Riau. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau menyampaikan korban dibunuh oleh empat pelaku yang salah satunya merupakan menantu korban, Anisa Florensa (AF). Sementara itu, tiga pelaku lainnya adalah Slamet (SL), Erwandi (Iwan), dan Lisbet (L) dengan lokasi penangkapan yang berbeda.
AF dan SL memiliki hubungan suami istri secara siri. Di samping status AF yang masih istri dari anak korban, ia ditangkap di Aceh Tengah pada 30 April. Dua hari setelahnya, L dan E ditangkap di daerah Binjai, Sumatera Utara, pada 1 Mei dan sudah diamankan di kantor polisi setempat.
Diketahui tindak kriminal ini dilandasi oleh motif sakit hati AF kepada mertuanya, Dumaris yang menjadi korban, serta mengajak rekan lainnya untuk menjadi eksekutor. Faktor ekonomi menjadi bagian dari dilaksanakannya tindakan untuk mengambil barang-barang berharga milik korban.
"Hasil pemeriksaan semalam, motif pelaku adalah sakit hati dengan alasan saat menjadi menantu dan tinggal bersama korban, pelaku sering dimaki dan dimarahi. Ini pengakuan tersangka," ungkap Kombes Muharman Arta, Kapolresta Pekanbaru, dalam konferensi pers dilansir dari laman detikNews, Minggu (3/5/2026).
Bukti tindakan yang dilakukan komplotan AF terekam jelas dalam CCTV ruang tamu rumah korban di Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau. Sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan pihak kepolisian yaitu perhiasan emas berupa gelang, anting, cincin, kalung, HP, laptop, loudspeaker, jam tangan, teropong, dan sejumlah uang dolar Singapura milik korban.
"Uang tunai dolar Singapura; 7 lembar pecahan 100 dolar, lima lembar pecahan 50 dolar, dua lembar pecahan 10 dolar, 9 lembar pecahan 2 dolar, dan 1 lembar pecahan 5 dolar," ungkap Muharman Arta.
Tindakan perampokan sekaligus pembunuhan yang dilakukan AF sudah menjadi kali kedua dengan target rumah yang sama. Pada aksi pertama yang berlangsung 8 April, pelaku hanya bertemu dengan anak korban atau suaminya sehingga hanya mengambil uang dan pergi ke Medan. Masih belum puas, pelaku melancarkan aksi keduanya yang terjadi pada 29 April 2026 dan menewaskan ibu mertuanya.
"Empat kali perencanaan dengan menyurvei lokasi tempat kejadian perkara. Pada saat itu, tidak ada rasa curiga dari korban karena hubungan yang baik," ungkap Kombes Zahwani Pandra, Kabid Humas Polda Riau.
Pada hari kejadian, korban ditemukan tergeletak bersimbah darah oleh suaminya, Salmon Mena. Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan korban meninggal akibat luka benda tumpul di bagian kepala korban yang dilakukan secara brutal oleh SL sebagai eksekutor dengan kayu balok.
Akibat dari tindakannya ini, para tersangka akan menghadapi ancaman hukuman berat dengan pengenaan pasal pembunuhan berencana serta pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan kematian. Pasal 459 dan/atau Pasal 458 ayat (3) dan/atau Pasal 479 dengan ancaman hukuman mati, atau seumur hidup, atau selama-lamanya 20 tahun.
Next News

Anak Tukang Becak Menangis Terancam Batal Kuliah, Imbas Ayahnya Mendadak Masuk Desil 9
6 hours ago

Wakil Ketua Gerindra Banyumas Jadi Perantara Uang Rp650 Juta dalam Kasus Korupsi Unsoed
6 hours ago

Bus Rombongan Pati Dilempari Batu di Tol Japek, Polisi Klarifikasi Soal Botok
7 hours ago

Harga Minyak Dunia Merosot ke US$ 93 di Tengah Panasnya Rencana Sanksi Baru AS ke Iran
8 hours ago

Polemik Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Dari Sorotan Waketum MUI hingga Insiden Pelemparan Bus
10 hours ago

Polda Metro Luruskan Isu Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Bukan Diblokir
10 hours ago

Bukan Cuma Dongeng: Cara Seru Menceritakan Sirah Nabawiyah pada Anak di Rumah
10 hours ago

Unsoed Gempar! Rektor Tersangka KPK Kasus Jalur Mandiri, Prof Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt.
a day ago

Tiba di Pekanbaru Disambut Asap, Prabowo Ancam Bawa Pelaku "Modus Mancing" ke Jakarta!
a day ago

Sumber Air Menyusut, BNPB Ungkap Pemadaman Karhutla Makin Sulit
a day ago





