Kamis, 26 Februari 2026
Walisongo Global Media
Science & Technology

Penumbra vs Total, Mana Jenis Gerhana Bulan yang Paling Cantik Saat Difoto?

Admin WGM - Thursday, 26 February 2026 | 04:00 PM

Background
Penumbra vs Total, Mana Jenis Gerhana Bulan yang Paling Cantik Saat Difoto?
Gerhana bulan (detik.com/)

Langit malam selalu menyimpan teka-teki visual yang mempesona, dan salah satu pertunjukan yang paling dinantikan oleh penduduk Bumi adalah Gerhana Bulan. Fenomena ini terjadi ketika Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan, melemparkan bayangannya ke permukaan satelit alami kita tersebut. Namun, tidak semua gerhana diciptakan sama. Bergantung pada seberapa presisi kesejajaran ketiga benda langit ini, kita akan menyaksikan tiga jenis pertunjukan yang berbeda: Total, Parsial (Sebagian), dan Penumbra. Memahami perbedaan ketiganya bukan hanya soal ilmu astronomi, tetapi juga soal ekspektasi visual agar Anda tidak melewatkan momen yang paling spektakuler.

Untuk memahami ketiganya, kita harus mengenal dua jenis bayangan Bumi: Umbra (bayangan inti yang sangat gelap dan berbentuk kerucut) dan Penumbra (bayangan luar yang lebih terang dan samar).

Jenis yang pertama, dan sering kali dianggap sebagai "kasta terendah" dalam hal visual, adalah Gerhana Bulan Penumbra. Fenomena ini terjadi ketika Bulan hanya melewati bayangan penumbra Bumi. Secara kasat mata, Gerhana Penumbra sangat sulit dibedakan dengan bulan purnama biasa. Bagi mata manusia yang tidak terlatih, Bulan hanya akan tampak sedikit lebih redup atau "suram" daripada biasanya, seolah-olah ada lapisan tipis debu yang menutupinya. Jika Anda mengharapkan perubahan warna yang drastis, Gerhana Penumbra mungkin akan terasa mengecewakan karena perubahannya sangat halus dan sering kali luput dari perhatian tanpa bantuan alat optik.

Naik satu tingkat di atasnya adalah Gerhana Bulan Parsial atau Sebagian. Fenomena ini terjadi ketika hanya sebagian wajah Bulan yang masuk ke dalam bayangan umbra Bumi yang gelap. Secara visual, ini jauh lebih menarik daripada penumbra. Anda akan melihat seolah-olah ada "gigitan" raksasa yang diambil dari sisi Bulan. Bagian yang terkena umbra akan terlihat gelap pekat, menciptakan kontras tajam dengan bagian Bulan lainnya yang masih terang benderang. Gerhana ini memberikan kesan dramatis tentang bagaimana bayangan Bumi yang bulat perlahan-lahan merayap di permukaan Bulan.

Namun, juara sejati dari semua fenomena ini dan yang paling spektakuler dilihat dengan mata telanjang adalah Gerhana Bulan Total. Pada fase ini, seluruh wajah Bulan masuk sepenuhnya ke dalam bayangan umbra Bumi. Alih-alih menghilang dan menjadi gelap total, Bulan justru akan berubah warna menjadi merah bata, jingga tua, atau cokelat tembaga yang dramatis. Fenomena yang sering disebut sebagai Blood Moon (Bulan Darah) ini terjadi karena atmosfer Bumi membelokkan sinar matahari (refraksi) dan menyaring cahaya biru, sehingga hanya cahaya merah yang berhasil sampai ke permukaan Bulan.

Mengapa Gerhana Bulan Total paling layak ditunggu? Karena ia menawarkan spektrum visual yang lengkap. Anda bisa menyaksikan perubahan bertahap dari bulan purnama yang terang, menjadi "digigit" perlahan (fase parsial), hingga akhirnya berubah menjadi bola merah bercahaya yang tampak magis di langit malam. Perubahan warna ini memberikan dimensi kedalaman yang tidak bisa diberikan oleh jenis gerhana lainnya. Selain itu, Gerhana Bulan Total relatif aman dan sangat mudah dinikmati tanpa bantuan kacamata khusus, berbeda dengan gerhana matahari.

Kesimpulannya, jika Anda hanya memiliki waktu untuk menyaksikan satu fenomena langit, pastikan itu adalah Gerhana Bulan Total. Sementara penumbra mungkin terasa samar dan parsial terasa "setengah-setengah", Gerhana Total adalah sebuah mahakarya visual alam semesta yang menunjukkan betapa dinamisnya interaksi antara Bumi, Bulan, dan Matahari.

Hingga saat ini, setiap kali Bulan mulai merona merah di kegelapan malam, kita diingatkan bahwa kita sedang berdiri di atas sebuah planet yang memiliki atmosfer yang mampu membiaskan cahaya dan menciptakan keindahan yang melampaui logika sederhana sebuah bayangan.