Pemkot Pekalongan dan Bank Indonesia Perkuat SDM Petani untuk Dukung Ketahanan Pangan
Admin WGM - Friday, 19 June 2026 | 12:17 PM


Pemerintah Kota Pekalongan bersama Bank Indonesia terus mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) petani sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Berbagai program pendampingan, pelatihan, hingga pengenalan teknologi pertanian modern terus dilakukan guna meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pekalongan, Lili Sulistywati, mengatakan bahwa pihaknya secara konsisten memberikan pendampingan kepada para petani. Selain membuka akses pelatihan, pemerintah juga memperluas wawasan petani melalui kegiatan studi banding ke sejumlah daerah yang dinilai berhasil mengembangkan sektor pertaniannya.
Menurutnya, penguatan kapasitas petani dilakukan melalui kolaborasi dengan tenaga penyuluh lapangan. Selain itu, pemerintah juga mulai mengenalkan digitalisasi dalam berbagai program pertanian, termasuk pemanfaatan alat dan mesin pertanian serta sarana produksi pertanian berbasis teknologi.
"Kami bekerja sama dengan penyuluh pertanian untuk mengenalkan berbagai inovasi, termasuk digitalisasi program dan penggunaan alat pertanian modern agar petani lebih siap menghadapi tantangan ke depan," ujarnya di Pekalongan, Kamis.
Lili menjelaskan, pemerintah juga mengajak gabungan kelompok tani (gapoktan) melakukan studi banding ke sejumlah daerah seperti Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, dan Kabupaten Pemalang. Kegiatan tersebut bertujuan agar petani dapat mempelajari sekaligus mengadopsi teknologi dan metode pertanian yang terbukti efektif diterapkan di daerah lain.
Salah satu teknologi yang menjadi perhatian adalah sistem pengairan pertanian yang memanfaatkan energi listrik dan tenaga surya. Menurutnya, sistem tersebut telah diterapkan di sejumlah wilayah di Jawa Timur dan dinilai mampu membantu petani dalam memenuhi kebutuhan air untuk lahan pertanian.
Ia menilai penerapan teknologi pengairan modern menjadi penting mengingat petani di Kota Pekalongan masih menghadapi tantangan ketersediaan air, terutama saat musim kemarau. Selama ini, sebagian besar kebutuhan irigasi bergantung pada aliran air dari wilayah hulu di daerah lain.
Kondisi tersebut membuat distribusi air tidak selalu optimal, terutama ketika debit air berkurang atau jaringan irigasi mengalami kerusakan. Oleh sebab itu, pemerintah mendorong penggunaan pompa listrik sebagai alternatif untuk menjaga pasokan air ke lahan pertanian.
Selain persoalan irigasi, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap ancaman hama dan penyakit tanaman padi. Untuk mengurangi risiko serangan hama, para petani diimbau melakukan penanaman padi secara serentak sehingga siklus pertumbuhan tanaman dapat berlangsung lebih seragam.
Di sisi lain, petani juga didorong memanfaatkan teknologi pertanian modern guna meningkatkan efisiensi kerja. Salah satu contoh yang diperkenalkan adalah penggunaan rice transplanter, alat tanam padi modern yang telah banyak digunakan petani di Kabupaten Pemalang.
Menurut Lili, penggunaan alat tersebut mampu menghemat waktu tanam, menekan biaya operasional, serta meningkatkan efektivitas proses budidaya padi dibandingkan metode tanam konvensional.
Pemerintah Kota Pekalongan sendiri menargetkan produksi padi pada tahun 2026 mencapai 9.538 ton gabah kering giling (GKG). Untuk mendukung target tersebut, luas tambah tanam ditetapkan sebesar 1.473 hektare.
Target tersebut merupakan bagian dari komitmen bersama antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kota Pekalongan dalam upaya menjaga ketersediaan pangan. Pemerintah optimistis sasaran produksi yang telah ditetapkan dapat tercapai, bahkan berpotensi melampaui target apabila berbagai program peningkatan produktivitas pertanian berjalan sesuai rencana.
Dengan dukungan peningkatan SDM petani, pemanfaatan teknologi modern, serta penguatan sarana dan prasarana pertanian, Pemkot Pekalongan berharap sektor pertanian daerah semakin berkembang dan mampu menjadi penopang utama ketahanan pangan di masa mendatang.
Next News

Sogok Massal Penguasa Gerbang Negara: Bagaimana John Field dkk Membeli Kebijakan Bea Cukai Senilai Puluhan Miliar
in 7 hours

Aksi Arogan Berujung Bui! Polisi Tangkap 'Bang Jago' yang Viral Rusak Mini Cooper di Sunter
in 6 hours

Bumi Makin Padat: Bagaimana Ledakan Populasi Memengaruhi Krisis Lingkungan Global
in 7 hours

Ratusan Nakes NTT Desak Proses Hukum: Dugaan Misteri di Balik Kasus dr. Icha Harus Dibongkar!
11 hours ago

Karpet Merah untuk CPO Lokal: Mandatori B50 Prabowo Siap Serap 2,1 Juta Tenaga Kerja Baru!
11 hours ago

Dari Kursi Kuasa ke Ruang Pemeriksaan: Kejatuhan Bupati Sukoharjo Etik Suryani dalam Semalam
11 hours ago

Sempat Ditutupi Tersangka Kasus Pembakaran Tiga Santri di Ponpes Lombok Ditangkap Polisi
13 hours ago

Kasus Korupsi Batu Bara Blackout Sumatra, Polisi Geledah 12 Lokasi Sita Ratusan Miliar Barang Bukti
14 hours ago

Ingin Ganti Kuasa Pajak? Pahami Syarat Kompetensi dan Prosedur Pencabutan Terbaru Menurut DJP
8 hours ago

Gerebek Kasus Korupsi, Polisi Dapati Ruko di Cipete Jaksel Kosong Tanpa Penghuni Saat Digeledah
9 hours ago





