Kamis, 19 Februari 2026
Walisongo Global Media
Foodhunt

Panduan Kuliner Autentik di Medono Pekalongan: Menikmati Nasi Megono Kecombrang dan Soto Tauto yang Legendaris.

Fajar - Monday, 02 February 2026 | 04:30 PM

Background
Panduan Kuliner Autentik di Medono Pekalongan: Menikmati Nasi Megono Kecombrang dan Soto Tauto yang Legendaris.
Soto Tauto Legendaris Pak Tjarlam Pekalongan (Maps Google/Alyeska Sunarto)

Kelurahan Medono di Pekalongan Barat bukan hanya dikenal sebagai pusat industri batik, tetapi juga sebagai salah satu destinasi kuliner yang paling konsisten dalam menjaga cita rasa tradisional. Sebagai wilayah yang menjadi titik temu antara pekerja industri, pedagang, dan pelajar, Medono mengembangkan karakter kuliner yang jujur, mengenyangkan, dan kaya akan penggunaan bumbu rempah. Di kawasan ini, aktivitas makan bukan sekadar pemenuhan kebutuhan dasar, melainkan bagian dari interaksi sosial dan denyut ekonomi warga yang berlangsung hampir 24 jam.

1. Nasi Megono: Komposisi Teknis dan Identitas Rasa

Nasi Megono merupakan menu utama yang dapat ditemukan di hampir setiap sudut jalan di Medono, baik pada pagi hari sebagai sarapan maupun malam hari sebagai menu makan malam. Secara teknis, Megono bukanlah jenis padi, melainkan olahan cacahan nangka muda yang menjadi lauk utama di atas nasi.

Bahan Baku dan Proses Pengolahan

Keunikan Megono di wilayah Medono terletak pada penggunaan bunga kecombrang (kantan) yang memberikan aroma floral yang tajam dan segar. Komposisi utamanya meliputi:

  • Nangka Muda (Tewel): Dicacah halus secara manual untuk menjaga tekstur agar tidak hancur saat dikukus.
  • Parutan Kelapa: Menggunakan kelapa setengah tua untuk menghasilkan rasa gurih yang berminyak secara alami.
  • Bumbu Rempah: Terdiri dari ketumbar, kencur, bawang putih, bawang merah, dan terasi berkualitas.

Proses pengukusan dilakukan bersamaan dengan bumbu agar sari kecombrang meresap ke dalam serat nangka muda. Hasil akhirnya adalah lauk yang kering namun tetap lembap, dengan perpaduan rasa gurih dan pedas yang halus.

Lauk Pendamping Khas Medono

Di Medono, penyajian Nasi Megono memiliki standar pendamping yang spesifik:

  • Tempe Mendoan: Berbeda dengan mendoan daerah lain, mendoan di sini digoreng setengah matang (lembek) dengan lapisan tepung yang gurih.
  • Tahu Letek: Tahu khas Pekalongan yang memiliki tekstur padat dan rasa yang cenderung tawar, berfungsi untuk menyeimbangkan rasa Megono yang berbumbu tajam.

2. Tauto Medono: Karakteristik Soto Berbumbu Tauco

Selain Megono, Tauto (Soto Tauco) menjadi kuliner wajib yang merepresentasikan pengaruh budaya peranakan di Pekalongan. Tauto Medono memiliki reputasi tersendiri karena konsistensi penggunaan bumbu tauconya yang kuat.

Keunikan Bumbu Tauco

Berbeda dengan soto pada umumnya yang menggunakan kaldu bening atau santan, Tauto menggunakan tauco, kedelai yang difermentasi sebagai dasar bumbu utamanya. Hal ini memberikan karakteristik unik pada hidangan:

  • Visual: Kuah berwarna cokelat kental.
  • Rasa: Perpaduan rasa asam hasil fermentasi, manis dari kecap produksi lokal Pekalongan, dan gurih dari kaldu daging.
  • Tekstur: Biasanya disajikan dengan soun, irisan daging sapi atau jeroan (babat, isol), dan taburan daun seledri serta bawang goreng.

Menyantap Tauto di tengah kepadatan Aktivitas Ekonomi di Pekalongan Barat memberikan gambaran nyata tentang bagaimana masyarakat lokal menghargai warisan rasa yang telah ada secara turun-temurun.

3. Dinamika Ekonomi Kuliner di Medono

Keberadaan warung-warung kuliner ini mendukung stabilitas ekonomi di tingkat kelurahan. Warung Megono dan Tauto di Medono sering kali menjadi pemasok makanan bagi para pekerja di bengkel-bengkel batik rumahan. Siklus ekonomi ini memastikan bahan baku lokal selalu terserap, mulai dari nangka muda hasil kebun hingga tauco produksi industri kecil di sekitarnya.

Ketahanan bisnis kuliner di Medono juga terlihat dari jam operasionalnya. Banyak warung yang mulai buka sejak pukul 05.00 WIB untuk melayani sarapan, dan ada pula pusat-pusat kuliner malam yang beroperasi hingga dini hari, menjadikan Medono sebagai wilayah yang mandiri secara pangan dan ekonomi.