Sabtu, 11 Juli 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Panas! PDIP Sindir Jokowi Bawa Ijazah Asli Saat Safari Politik, PSI Beri Balasan Menohok

Admin WGM - Sunday, 05 July 2026 | 03:30 PM

Background
Panas! PDIP Sindir Jokowi Bawa Ijazah Asli Saat Safari Politik, PSI Beri Balasan Menohok
Alasan PDIP minta Jokowi bawa ijazah asli (Towa News /)

Ketegangan politik kembali memanas setelah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) melontarkan sindiran yang meminta Joko Widodo (Jokowi) untuk membawa ijazah aslinya saat melakukan safari politik bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Pernyataan kontroversial tersebut langsung memicu reaksi keras dari jajaran pengurus PSI yang merasa heran mengapa isu lama mengenai keabsahan ijazah tersebut kembali diungkit ke ruang publik.

Pihak PSI tidak tinggal diam dan langsung menyerang balik dengan menyindir PDIP sebagai partai yang menyajikan tontonan politik layaknya "lawak-lawak" demi menarik perhatian masyarakat. Juru bicara PSI menilai bahwa narasi yang diembuskan oleh partai berlambang banteng moncong putih tersebut sangat tidak bermutu dan sama sekali tidak memberikan edukasi politik yang sehat bagi kemajuan bangsa.

Merespons balik serangan dari PSI, elite politik PDIP menilai bahwa pembelaan agresif yang ditunjukkan oleh partai anak muda tersebut hanyalah sekadar strategi panjat sosial (pansos) demi menaikkan elektabilitas partai di mata pemilih. Menurut PDIP, kritik yang mereka sampaikan mengenai rekam jejak dan akuntabilitas mantan presiden merupakan hal yang wajar dalam koridor pengawasan publik yang transparan.

Saling lempar argumen di media massa ini mencerminkan dinamika hubungan kedua partai yang kian merenggang pasca-perubahan peta koalisi nasional. Para pengamat politik menilai bahwa perdebatan mengenai ijazah Jokowi ini sengaja dirawat oleh kedua belah pihak sebagai komoditas politik untuk memperkuat basis massa masing-masing menjelang kontestasi pemilu.

Publik pun menyayangkan adanya kegaduhan ini karena dinilai hanya menghabiskan energi bangsa pada polemik personal yang tidak substantif bagi kesejahteraan masyarakat luas. Kedua partai politik tersebut kini didesak untuk segera menghentikan perseteruan yang tidak produktif dan mulai berfokus pada adu gagasan serta solusi nyata atas berbagai tantangan ekonomi nasional.