Rabu, 27 Mei 2026
Walisongo Global Media
How's Going

OPM Berulah Lagi, Koops TNI Habema Evakuasi 44 Warga dari Gangguan Keamanan di Papua

Admin WGM - Tuesday, 26 May 2026 | 12:00 PM

Background
OPM Berulah Lagi, Koops TNI Habema Evakuasi 44 Warga dari Gangguan Keamanan di Papua
Pendulang emas selamat dari Serangan OPM di Boven Digoel (detikNews /)

Aparat keamanan gabungan yang tergabung dalam Komando Operasi (Koops) TNI Habema berhasil melaksanakan operasi penyelamatan darurat di wilayah Papua Pegunungan. Sebanyak 44 orang warga sipil dilaporkan berhasil dievakuasi dengan selamat dari area konflik setelah sempat menghadapi gangguan keamanan yang serius dan ancaman pembantaian dari pihak Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Berdasarkan data dan laporan harian yang dihimpun dari sirkuit otoritas keamanan di lapangan, puluhan warga sipil yang diselamatkan tersebut mayoritas bekerja sebagai pendulang emas tradisional. Mereka terjebak di tengah situasi mencekam di kawasan pedalaman Kabupaten Boven Digoel saat kelompok separatis bersenjata mulai melancarkan aksi teror harian yang mengancam keselamatan nyawa masyarakat.

Mendapatkan laporan mengenai adanya ancaman pembantaian massal terhadap para pekerja tambang rakyat tersebut, jajaran Koops TNI Habema bersama Satgas gabungan langsung mengambil tindakan taktis secara cepat. Petugas keamanan bergerak menyusuri perimeter wilayah konflik bersenjata guna menjemput dan mengamankan 44 warga dari titik rawan bahaya ke tempat pengungsian yang jauh lebih aman.

Mengenai kondisi terkini para pendulang emas yang berhasil diselamatkan dari kepungan KKB di Boven Digoel tersebut, pihak berwenang mengonfirmasi bahwa seluruh korban dalam keadaan hidup dan selamat. Meskipun secara fisik mereka berhasil dievakuasi tanpa luka serius, sebagian besar warga dilaporkan mengalami trauma psikologis yang cukup berat akibat bayang-bayang intimidasi dan aksi kekerasan dari kelompok separatis bersenjata tersebut.

Pasca-keberhasilan operasi penyelamatan 44 warga sipil ini, arah kebijakan operasional aparat gabungan di sirkuit wilayah hukum Papua Pegunungan kini terbagi menjadi dua fokus utama. Garis waktu tindakan harian petugas saat ini difokuskan penuh pada penanganan serta pemulihan kondisi kesehatan harian para korban, sekaligus memperkuat koordinasi logistik di tempat penampungan sementara.

Secara paralel, fokus kedua aparat penegak hukum adalah melakukan pengejaran dan perburuan secara intensif terhadap para pelaku penyerangan dari kelompok OPM. Pasukan TNI dan Polri terus menyisir jalur-jalur pelarian harian yang kerap digunakan oleh KKB di dalam hutan pedalaman Boven Digoel guna mempersempit ruang gerak kelompok bersenjata tersebut.

Pemerintah dan pimpinan aparat keamanan menegaskan tidak akan menoleransi segala bentuk tindakan premanisme dan aksi teror bersenjata yang mengganggu ketenteraman harian warga sipil di tanah Papua. Pengamanan di sirkuit area pendulangan emas serta fasilitas publik lainnya di Boven Digoel kini diperketat secara berlapis demi menjamin stabilitas keamanan wilayah serta memberikan perlindungan hukum yang maksimal bagi masyarakat sekitar.