Kebersihan Mahkota Dimulai dari Sisir: Panduan Menghilangkan Penumpukan Produk dan Kulit Mati
Admin WGM - Thursday, 26 February 2026 | 07:30 PM


Banyak orang menghabiskan waktu dan biaya besar untuk perawatan rambut, namun sering kali melupakan satu faktor krusial dalam kesehatan kulit kepala: kebersihan sisir. Tanpa disadari, sisir yang digunakan setiap hari dapat bertransformasi menjadi sarang bakteri, jamur, serta penumpukan sisa produk penata rambut yang dapat memicu ketombe hingga kerontokan.
Para ahli dermatologi dan penata rambut profesional menyarankan pembersihan sisir secara menyeluruh setidaknya satu hingga dua kali dalam sebulan. Langkah ini penting untuk memastikan residu yang menempel pada gerigi sisir tidak berpindah kembali ke rambut yang sudah bersih.
Mengapa Mencuci Sisir Itu Wajib?
Setiap kali Anda menyisir, alat tersebut tidak hanya merapikan rambut, tetapi juga mengangkat sel kulit mati, minyak alami (sebum), debu, dan sisa produk seperti hairspray atau dry shampoo. Jika didiamkan, kotoran ini akan mengeras dan menjadi lapisan lengket di pangkal gerigi sisir.
Selain membuat rambut cepat lepek, sisir yang kotor dapat menjadi media perkembangbiakan kuman. Bagi pemilik kulit kepala sensitif, penggunaan sisir yang terkontaminasi sel kulit mati lama dapat memicu iritasi, rasa gatal, hingga infeksi folikel rambut (folikulitis).
Langkah-Langkah Mencuci Sisir yang Benar
Proses pencucian sisir harus dilakukan dengan hati-hati, terutama karena perbedaan material sisir membutuhkan penanganan yang berbeda pula. Berikut adalah panduan langkah demi langkah yang efektif:
1. Mengangkat Sisa Rambut Secara Rutin Langkah pertama sebelum mencuci adalah mengangkat helai-helai rambut yang tersangkut. Anda dapat menggunakan ujung sisir berekor, pinset, atau pembersih khusus sisir. Pastikan bagian dasar sisir terlihat bersih dari gumpalan rambut agar air sabun dapat menjangkau seluruh permukaan.
2. Merendam dalam Larutan Pembersih Siapkan wadah berisi air hangat (bukan air mendidih) dan campurkan dengan beberapa tetes sampo pembersih atau sabun bayi yang lembut.
- Sisir Plastik atau Keramik: Rendam selama 10 hingga 20 menit untuk melunakkan residu produk.
- Sisir Kayu atau Bulu Alami (Boar Bristle): Jangan merendam jenis ini sepenuhnya karena dapat merusak material kayu atau melemahkan perekat. Cukup celupkan bagian geriginya saja secara singkat.
3. Membersihkan dengan Sikat Kecil Gunakan sikat gigi bekas yang sudah tidak terpakai untuk menyikat sela-sela gerigi dan dasar sisir secara perlahan. Sikat gigi memiliki bulu yang fleksibel untuk menjangkau sudut-sudut sempit yang sulit dibersihkan dengan tangan. Fokuskan pada bagian pangkal gerigi tempat minyak dan kulit mati biasanya menumpuk.
4. Membasmi Bakteri dengan Disinfektan Alami Jika sisir sangat kotor, Anda bisa menambahkan sedikit soda kue (baking soda) atau cuka apel ke dalam air rendaman. Soda kue efektif untuk mengangkat residu produk yang membandel, sementara cuka apel berfungsi sebagai disinfektan alami untuk membunuh jamur dan bakteri.
5. Pembilasan dan Pengeringan Bilas sisir di bawah air mengalir hingga tidak ada sisa busa yang tertinggal. Langkah terakhir yang paling krusial adalah pengeringan. Letakkan sisir di atas handuk bersih dengan posisi gerigi menghadap ke bawah. Hal ini bertujuan agar air tidak menggenap di bantalan sisir (pada jenis paddle brush) yang dapat memicu bau apek dan tumbuhnya lumut.
Mengenal Kapan Harus Mengganti Sisir
Meski rutin dicuci, sisir tetap memiliki masa pakai. Jika Anda melihat tanda-tanda seperti gerigi yang mulai patah, ujung bulu sisir yang sudah tidak bulat (tajam), atau bantalan karet yang mulai retak, itu adalah sinyal bahwa sisir harus segera diganti. Gerigi yang rusak dapat menyebabkan luka mikro pada kulit kepala dan merusak kutikula rambut.
Menjaga kebersihan sisir adalah investasi sederhana untuk kesehatan rambut jangka panjang. Dengan meluangkan waktu beberapa menit untuk mencuci alat penata rambut Anda, Anda memastikan bahwa setiap tarikan sisir memberikan kesegaran, bukan justru mentransfer kotoran lama. Rambut yang indah selalu bermula dari alat yang higienis.
Next News

Dilema Aroma Tubuh: Mengapa Bau Badan Tetap Muncul Meski Sudah Menggunakan Deodoran?
in 6 hours

Jangan Asal Simpan! Ini Trik Jitu Biar Gadget Lama Gak Berjamur dan Tetap Awet
6 hours ago

Benarkah Warna Piring Pengaruhi Porsi Makan? Simak Penjelasan Psikologi Warna Biru
a day ago

Gak Perlu Takut Bau, Rahasia Kelola Sampah di Hunian Vertikal Pakai Metode Takakura
2 days ago

Rahasia Populer! Ini Teknik Active Listening Biar Kamu Jadi Teman Bicara Idaman
2 days ago

Anti Garing! Ini Cara Rahasia Small Talk Berkualitas Pas Ketemu Orang Baru
2 days ago

Anti Ribet! Ini Cara Hapus Jejak Digital di Internet Biar Gak Jadi Bumerang di Masa Depan
2 days ago

Jangan Salah Pilih! Ini Jenis Lampu LED yang Paling Hemat dan Bikin Tidur Makin Nyenyak
2 days ago

Bahaya Buat Pernapasan! Begini Cara Benar Bersihkan Jamur di Tembok Kamar Mandi
2 days ago

Ampuh Banget! Ini Cara Hilangkan Bau Amis di Tangan Pakai Bahan Dapur Murah
3 days ago





