Kapan Sholat Rebo Wekasan 2026 Dimulai? Ini Jadwal, Tata Cara, dan Amalan Peluruh Mitos
Admin WGM - Wednesday, 12 August 2026 | 01:15 PM


Masyarakat Muslim di Indonesia kembali menyambut tradisi Rebo Wekasan yang jatuh pada hari Rabu terakhir di bulan Safar tahun 2026 ini. Momen keagamaan ini dijadikan sebagai ajakan untuk meningkatkan amalan ibadah sekaligus mengikis mitos kesialan yang kerap dipercayai secara turun-temurun.
Pelaksanaan ibadah sunnah Rebo Wekasan sudah dapat dimulai sejak Selasa malam setelah memasuki waktu Maghrib tiba. Para ulama mengingatkan agar umat Islam memanfaatkan waktu tersebut untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT daripada mempercayai anggapan datangnya ribuan marabahaya.
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam momen ini adalah menunaikan sholat sunnah mutlaq atau sholat hajat penolak bala. Selain itu, umat Muslim juga disarankan untuk memperbanyak bacaan ayat suci Al-Qur'an, khususnya Surah Yasin, sebagai bentuk permohonan perlindungan diri dari bencana.
Membaca doa khusus penolak bala juga menjadi bagian penting yang senantiasa dituntunkan oleh para ulama pada hari terakhir bulan Safar tersebut. Penguatan amalan ibadah ini disempurnakan dengan memperbanyak sedekah kepada sesama guna menolak bencana serta melipatgandakan pahala serta keberkahan hidup.
Anjuran untuk senantiasa memperbanyak istighfar juga terus digaungkan guna memohon ampunan atas segala dosa dan kehilafan yang telah dilakukan. Melalui rangkaian amalan ibadah ini, umat Muslim diharapkan senantiasa memohon keselamatan dan perlindungan hidup secara langsung hanya kepada Sang Pencipta Yang Maha Kuasa.
Lembaga keagamaan dan akademisi perguruan tinggi Islam seperti UIN Sunan Gunung Djati menegaskan pentingnya meluruskan niat ibadah pada tradisi Rebo Wekasan. Pendekatan berbasis syariat agama dianggap menjadi cara paling tepat untuk mengubah pandangan mistis masyarakat menjadi kegiatan positif yang bernilai pahala.
Badan Amil Zakat Nasional turut mendorong masyarakat agar semangat kepedulian sosial melalui penyaluran zakat, infak, dan sedekah semakin ditingkatkan pada akhir bulan Safar. Dengan demikian, tradisi keagamaan masyarakat ini dapat terus berjalan selaras dengan ajaran Islam yang mengedepankan asas tauhid serta nilai-nilai kemanusiaan.
Kepastian pelaksanaan ibadah yang runtut dan berlandaskan niat ikhlas diharapkan mampu membawa ketenangan jiwa bagi seluruh umat Islam yang menepatinya. Tradisi ini sekaligus membuktikan bahwa ajaran agama Islam mampu menggantikan mitos lama yang berpotensi merusak akidah umat.
Next News

Sejarah dan Keutamaan Membaca Kitab Simtuddurar dalam Perayaan Maulid Nabi
in an hour

Kaya Kebudayaan! 6 Tradisi Unik Peringatan Maulid Nabi di Berbagai Daerah Indonesia
19 hours ago

Mengapa Maulid Nabi Diperingati? Ini Sejarah dan Makna di Balik Peringatan Hari Lahir Rasulullah
21 hours ago

Bukan Cuma Sengketa Pemilu! Ini Peran Penting MK dalam Mengawal Konstitusi Negara
7 days ago

Mengenal Perbedaan UUD 1945, Konstitusi RIS, UUDS 1950, dan UUD Hasil Amandemen
7 days ago

Kronologi Lengkap Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945
8 days ago

Peran Laksamana Maeda dan Pergerakan Tokoh-Tokoh Kunci Sebelum Rengasdengklok
10 days ago

Apa Itu Vacuum of Power? Mengapa Momen Ini Sangat Krusial Bagi Kemerdekaan RI?
10 days ago

Malam Mencekam 15 Agustus 1945: Perdebatan Sengit Golongan Muda dan Soekarno-Hatta
10 days ago

Radio Gelombang Pendek dan Keberanian Sutan Sjahrir: Awal Mula Berita Kekalahan Jepang Bocor
10 days ago





