Jamu: Dari "Minuman Nenek" Jadi Lifestyle Baru yang Estetik
Admin WGM - Sunday, 25 January 2026 | 02:59 PM


Beberapa tahun lalu, jamu mungkin dianggap sebagai minuman "jadul" yang hanya identik dengan orang tua. Namun, seiring dengan meningkatnya kesadaran akan gaya hidup sehat dan tren back to nature, jamu kini mengalami rebrand besar-besaran. Di tengah hiruk-pikuk tren skincare mahal dan suplemen impor, jamu muncul sebagai solusi kesehatan holistik yang lebih terjangkau, alami, dan tentunya sangat relevan dengan kebutuhan anak muda masa kini.
Mengapa Gen Z Harus Melirik Jamu?
Sebagai generasi yang hidup dengan tingkat stres tinggi, polusi udara yang ekstrem, dan paparan blue light setiap hari, tubuh kita membutuhkan proteksi lebih. Jamu bukan sekadar minuman penghilang dahaga, melainkan suplemen fungsional. Berbeda dengan obat kimia yang bersifat kuratif (menyembuhkan saat sakit), jamu bersifat preventif. Ia membantu memperkuat sistem imun sebelum virus menyerang, menjadikannya bagian penting dari rutinitas self-care.
Khasiat Utama untuk Masalah Khas Anak Muda
Setiap jenis jamu memiliki "superpower" yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan gaya hidupmu:
- Kunyit Asam sebagai "Beauty Water": Kandungan kurkumin dalam kunyit adalah anti-inflamasi alami yang sangat kuat. Buat kamu yang sering bermasalah dengan jerawat hormonal atau nyeri haid yang mengganggu produktivitas, kunyit asam adalah sahabat terbaik. Selain mendetoks tubuh, ia membantu mencerahkan kulit dari dalam.
- Beras Kencur untuk "Digital Fatigue": Seharian menatap layar laptop dan duduk dengan posisi statis seringkali membuat tubuh pegal dan lemas. Beras kencur berkhasiat menghilangkan lelah, meredakan nyeri sendi, dan memberikan efek hangat yang menenangkan di perut.
- Jahe Merah sebagai "Immunity Shield": Di musim pancaroba atau saat harus sering berada di keramaian, jahe merah membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil dan meningkatkan sirkulasi darah, sehingga kamu tidak gampang terserang flu.
Menjadikan Jamu sebagai Lifestyle
Menikmati jamu di era sekarang tidak lagi harus pahit. Saat ini, banyak artisan jamu yang mengemas ramuan tradisional ini menjadi minuman kekinian—seperti turmeric latte atau jamu mocktails. Dengan rutin mengonsumsi jamu, kita tidak hanya menjaga kesehatan fisik, tetapi juga ikut melestarikan warisan budaya lokal sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan melalui penggunaan bahan-bahan organik.
Sehat itu investasi, dan jamu adalah salah satu aset terbaik yang bisa kita miliki. Dengan bahan-bahan dari bumi sendiri, kita bisa mendapatkan tubuh yang bugar dan kulit yang sehat tanpa harus bergantung pada bahan sintetis. Jadi, sudahkah kamu minum jamu hari ini, Winners?
Next News

Susu Kentang Geser Susu Oat? Mengenal Tren Plant-Based 2026 yang Diklaim Lebih Ramah Lingkungan & Murah
3 days ago

Anti Mubazir! 5 Cara Simpan Stok Lauk Ungkep Biar Awet Sebulan Penuh di Freezer
3 days ago

Gak Takut Begah Lagi, Cobain 5 Minuman Detoks Ini Biar Badan Tetap Singset Pasca-Lebaran Imlek
5 days ago

Wajib Tahu! Alasan Sosiologis Kenapa Nasi Padang Lebih Enak dan Kenyang Kalau Dibawa Pulang
5 days ago

Wajib Stok di Meja Kerja! Daftar Camilan Enak yang Gak Bakal Merusak Dietmu
5 days ago

Jangan Tertipu Cangkang Mulus, Begini Cara Bedakan Telur Busuk dan Segar dalam Sekejap
5 days ago

Seni Mencari "Hidden Gem": Cara Bedain Review Kuliner Jujur vs Endorse di Media Sosial
6 days ago

Menolak Punah di Tengah Modernisasi, Telusur Jejak Jajanan Pasar Legendaris yang Tetap Memikat Lidah
6 days ago

Rahasia Dapur Profesional, Teknik Mengolah Ayam Goreng Tepung agar Tetap Renyah Meski Telah Dingin
6 days ago

Prediksi Takjil Viral 2026: Setelah Es Semangka India, Apakah Giliran "Fusion Dessert" Matcha-Klepon yang Berkuasa?
7 days ago





