Sabtu, 20 Juni 2026
Walisongo Global Media
Science & Technology

Indihome dan Telkom Gangguan Nasional Kamis Lalu, Masyarakat Pilih Ganti Internet Rakyat

Trista - Sunday, 25 January 2026 | 02:24 AM

Background
Indihome dan Telkom Gangguan Nasional Kamis Lalu, Masyarakat Pilih Ganti Internet Rakyat
Peluncuran Internet Rakyat (internetrakyat.go.id/)

Gangguan layanan internet skala nasional beberapa hari lalu (22/1/2026), khususnya bagi pengguna provider Telkomsel dan Indihome banyak dikeluhkan pelanggan. Pasalnya, menurut pengguna hal ini bukan sekali atau dua kali tapi telah menjadi agenda yang rutin, ditambah dengan harga yang ditawarkan semakin mahal dengan layanan yang tidak terlalu cepat. 

Melalui platform X, banyak pengguna yang menyarankan untuk menggunakan alternatif layanan lain yaitu Internet Rakyat. Terobosan internet milik PT Solusi Sinergi Digital yang dilaksanakan PT Telemedia Komunikasi Pratama menawarkan kecepatan 100 Mbps menggunakan menara BTS (Base Transceiver Station ). 

"Ganti ke internet rakyat ini mah daripada @IndiHome koneksi busuk," tulis akun X @kennylie1802, (22/1/2026). 

Keunggulan Internet Rakyat selain kecepatan tinggi adalah harga tarif flat Rp 100 ribu perbulan tanpa dikenai biaya pemasangan. Dibanding dengan provider lainnya dengan kecepatan 100 Mbps dikenai tarif Rp 350 ribu sampai Rp 700 ribu. 

"Dan kelebihannya lagi apa? sudah siap semua. Jadi tinggal kita pakai aja. Kalau bikin tower kan lama diizinya. Ini izinnya sudah ada karena kantornya sudah ada. Jadi ini cuma kecepatannya adalah bikin tower aja, menaranya aja. Jadi akan cepat sekali. Dua minggu udah jadi ya," jelas Yune Marketatmo. Direktur Utama PT Solusi Sinergi Digital, dilansir dari laman Katadata.co.id, Senin (19/1/2026). 

Dilansir dari laman Internetrakyat.id, program ini bertujuan untuk menyediakan akses internet yang berkemajuan sebagai jembatan antara kesenjangan digital dengan seluruh daerah di Indonesia secara merata. Didukung dengan teknologi yang efisien, inklusif, dan berkelanjutan, menggandeng beberapa perusahan digital seperti Orex Sai, Nokia, Huawei, Fujitsu, Nec, FiberHome.

Tahap pengembangan dan aktivasi Internet Rakyat dimulai dari bulan November - Desember 2025 untuk registrasi pendaftaran, Desember 2025 - Juni 2026 untuk instalasi jaringan dan FWA (Fixed Wireless Access) di pulau Jawa, Maluku, dan Papua. Dilanjutkan pada Januari - Juni 2026 untuk pengiriman CPE/ Modem ke pelanggan yang sudah mendaftar untuk bisa segera aktivasi Internet Rakyat. 

Namun, beberapa pengguna X mengeluhkan proses registrasi yang tidak efisien dan cepat, khususnya di pulau Jawa yang dipantau melalui laman internetrakyat.co.id, belum merata secara keseluruhan. 

"Aku Desember lalu (2025) daftar internet rakyat gak bisa. Di pulau Jawa pun ternyata yang bisa cuma di kota besar di pulau Jawa," tulis akun X @Unkonek0, Sabtu (24/1/2026). 

Berkaitan dengan keluhan penanganan, beberapa pengguna mewajarkan kekurangan dari setiap provider yang tidak mungkin beda jauh. 

"Pasti kak, yang komplain pasti selalu ada. Yang namanya jaringan kan ngga seterusnya stabil pasti ada gangguan cuman bedanya ada yang gercep benerin, ada yang ngga, ada yang petugasnya fast respon, ada yang cuek juga. Sering gw juga mantau apalagi di Fb (Facebook) aja ada grup starlite dan internet rakyat," tulis akun X @gagitugie (24/1/2026). 

Pemantauan wilayah aktivasi dan pendaftaran untuk menjadi pelanggan Internet Rakyat dapat langsung melalui laman resmi internetrakyat.go.id atau bisa melakukan pembelian di MyRep. Tentunya target setiap provider memiliki target market masing-masing sesuai kebutuhan dan keunggulan yang ditawarkan.