Sabtu, 20 Juni 2026
Walisongo Global Media
Science & Technology

Jadi Rumah Rahasia, Ini 5 Makhluk Laut yang Suka Bersembunyi di Bawah Dermaga

Admin WGM - Wednesday, 17 June 2026 | 05:30 PM

Background
Jadi Rumah Rahasia, Ini 5 Makhluk Laut yang Suka Bersembunyi di Bawah Dermaga
Ikan Siput (Media Indonesia /)

Dermaga yang kokoh menjulang di tepi pantai biasanya hanya dilihat manusia sebagai tempat bersandarnya kapal atau lokasi melemparkan kail pancing. Namun, jika kita menyelam sedikit saja di bawah permukaan airnya, struktur beton dan kayu yang tampak mati tersebut sebenarnya adalah sebuah kota metropolitan buatan bagi ratusan spesies makhluk laut. Kolong dermaga menawarkan kondisi lingkungan yang unik di mana kegelapan dari bayangan lantai dermaga berpadu dengan struktur tiang vertikal, menciptakan tempat perlindungan buatan (artificial reef) yang sangat ideal di tengah hamparan pasir pantai yang landai.

Bagi makhluk laut berukuran kecil hingga sedang, wilayah terbuka di laut lepas adalah tempat yang sangat berbahaya karena mereka mudah terlihat oleh predator besar seperti hiu atau burung laut. Kehadiran tiang-tiang dermaga mengubah segalanya. Tiang tersebut berfungsi sebagai labirin raksasa tempat bersembunyi, mencari makan, dan membesarkan anak-anak mereka dengan aman.

Komponen paling dasar yang membentuk ekosistem ini adalah koloni kerang-kerangan dan teritip (barnacles). Makhluk-makhluk bercangkang keras ini menempel secara permanen pada permukaan tiang dermaga sejak mereka masih berbentuk larva. Dalam waktu singkat, mereka akan menutupi seluruh permukaan tiang, menciptakan tekstur yang kasar dan berundak. Keberadaan koloni kerang ini sangat krusial karena mereka bertindak sebagai penyaring air alami yang memakan plankton, sekaligus menjadi fondasi makanan bagi makhluk hidup yang lebih besar di sekitarnya.

Di sela-sela koloni kerang yang padat tersebut, kita dapat dengan mudah menemukan berbagai jenis kepiting kecil yang bergerak lincah. Dengan capitnya yang kuat, kepiting-kepiting ini dengan sabar mengikis lumut, memakan sisa-sisa organik, atau memburu kerang kecil sebagai makanan harian mereka. Struktur tiang yang vertikal memberikan mereka rute pelarian yang cepat; saat merasa terancam, mereka akan langsung berpindah ke sisi belakang tiang yang tidak terlihat oleh musuh.

Selain kepiting, salah satu penghuni kolong dermaga yang paling menggemaskan namun diwaspadai adalah ikan buntal (pufferfish). Ikan berenang lambat ini sangat menyukai area di sekitar dermaga karena arus airnya cenderung lebih tenang dibandingkan laut terbuka. Di tempat ini, ikan buntal dapat berenang dengan santai di antara tiang sambil mencari makanan favorit mereka seperti siput laut dan cacing pantai. Jika ada predator yang mendekat, bayangan gelap di bawah dermaga memberikan mereka waktu ekstra untuk bersembunyi di celah-celah struktur bawah laut sebelum mereka terpaksa mengembangkan tubuhnya menjadi bola berduri.

Makhluk paling cerdik yang kerap menjadikan bawah dermaga sebagai markas rahasianya adalah gurita kecil. Gurita adalah hewan yang tidak memiliki tulang belakang, sehingga tubuh mereka sangat fleksibel dan dapat masuk ke dalam lubang sekecil apa pun. Di bawah dermaga, mereka sering kali menempati pipa-pipa bekas konstruksi yang tenggelam, celah batu fondasi, atau bahkan sampah botol kaca yang tergeletak di dasar laut. Dengan kemampuan berkamuflase yang luar biasa, gurita dapat mengubah warna dan tekstur kulitnya agar persis sama dengan tiang dermaga yang berlumut, membuat mereka hampir mustahil terlihat oleh mata telanjang saat sedang mengintai mangsa seperti udang dan ikan kecil.

Kehadiran berbagai biota laut ini membuktikan bahwa aktivitas manusia dan alam tidak selamanya harus saling bertabrakan. Melalui pembangunan dermaga, manusia secara tidak sengaja telah menyumbang sebuah habitat baru yang sangat kaya bagi kelangsungan hidup makhluk laut pesisir. Menjaga kebersihan perairan di sekitar dermaga dengan tidak membuang sampah plastik atau limbah bahan bakar kapal menjadi tanggung jawab penting kita semua, agar surga tersembunyi di bawah kaki-kaki dermaga ini tetap lestari dan terus menjadi rumah yang aman bagi para penghuninya.