IHSG Sempoyongan, Lo Kheng Hong Gerak Cepat Rombak Portofolio Sahamnya!
Admin WGM - Saturday, 23 May 2026 | 09:14 AM


Kondisi pasar saham domestik Indonesia terus menghadapi tekanan berat dengan tren pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terkoreksi signifikan sejak awal tahun berjalan (year-to-date/YtD) 2026. Di tengah situasi pasar yang sempoyongan dan diselimuti ketidakpastian tersebut, investor individual legendaris Indonesia, Lo Kheng Hong, justru memanfaatkan momentum penurunan harga untuk merombak serta menambah porsi kepemilikan sahamnya pada sejumlah emiten pilihan melalui strategi investasi berbasis nilai (value investing).
Berdasarkan data resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) hingga pekan ketiga Mei 2026, pria yang akrab dijuluki Buffett-nya Indonesia ini secara konsisten menyaring dan memborong kembali saham-saham yang dinilai berharga murah (undervalued). Penyesuaian portofolio jangka panjang ini terlihat sangat agresif pada sektor properti dan perkebunan kelapa sawit (crude palm oil/CPO).
Salah satu langkah nyata Lo Kheng Hong dilakukan pada emiten properti PT Intiland Development Tbk (DILD). Di tengah laju IHSG yang minus hingga puluhan persen sepanjang tahun berjalan, sang investor kakap mengeksekusi pembelian 15,17 juta lembar saham DILD dengan harga pelaksanaan sebesar Rp129 per saham pada perdagangan 4 Mei 2026. Keterbukaan informasi mencatat total nilai transaksi tersebut mencapai Rp1,95 miliar, yang secara otomatis mendongkrak total kepemilikannya di DILD menjadi 733,68 juta lembar saham atau setara dengan 7,08% dari seluruh saham yang beredar. Aksi sergap ini terus berlanjut secara bertahap pada pertengahan Mei melalui broker terafiliasi demi memaksimalkan posisi kepemilikannya.
Tidak berhenti di sektor properti, manuver investasi Lo Kheng Hong yang paling menyita perhatian pelaku pasar modal terjadi pada saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP). Emiten produsen CPO di bawah naungan Grup Salim tersebut sempat mengalami tekanan jual yang cukup dalam, di mana harga sahamnya terkoreksi tajam hingga puluhan persen dalam kurun waktu sebulan terakhir dan berada di kisaran level Rp525-Rp535 per lembar saham.
Melihat penurunan harga yang signifikan menjelang periode krusial pembagian dividen tahunan perusahaan, Lo Kheng Hong memberikan kode keras dengan melancarkan aksi akumulasi beli secara masif sepanjang periode berjalan Mei 2026. Per tanggal 20 Mei 2026, ia tercatat memborong tepatnya 22,62 lalu menambah muatan hingga total kepemilikan sahamnya di SIMP melonjak tajam menyentuh angka 793,64 juta lembar saham, atau setara dengan 5,12% dari total modal ditempatkan perusahaan.
Langkah borong saham ini membalikkan posisi pada April 2026, di mana ia sempat melakukan aksi ambil untung (profit taking) minor dengan melepas sekitar 8,18 juta lembar saham SIMP senilai Rp7,54 miliar yang sempat menurunkan porsi kepemilikannya ke level 4,97%. Kembalinya nama Lo Kheng Hong ke atas ambang batas 5% menegaskan komitmen kuat sang investor terhadap prospek bisnis komoditas dan dividen Grup Salim. selain menyasar DILD dan SIMP, rombakan portofolio ini juga melibatkan penyesuaian porsi pada emiten lain seperti PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) dan PT Global Mediacom Tbk (BMTR).
Aksi nyata yang dipertontonkan oleh Lo Kheng Hong di tengah pasar yang fluktuatif ini memberikan edukasi berharga bagi para pelaku pasar modal domestik. Keputusannya untuk tetap berani membelanjakan dana segar pada emiten-emiten berfundamental kokoh dengan harga diskon membuktikan bahwa penurunan indeks merupakan peluang emas bagi investor yang berorientasi pada nilai jangka panjang, bukan sebuah alasan untuk panik keluar dari pasar.
Next News

Dolar Singapura Makin Perkasa terhadap Rupiah, Ini Faktor yang Membuat SGD Terus Menguat
9 hours ago

Pemerintah Revisi Aturan Pajak UMKM, CV dan PT Tak Lagi Bisa Gunakan Tarif PPh Final 0,5 Persen
12 hours ago

Putus Rantai Sandwich Generation, 4 Langkah Keuangan Ini Wajib Kamu Siapkan Sejak Muda
a day ago

Rupiah Kembali Melemah terhadap Mata Uang Asing, Kurs Pajak Jadi Sorotan
2 days ago

Cetak Rekor Gokil! Bos BRI Ungkap Transaksi BRImo Tembus Rp7.500 Triliun Setahun
7 days ago

5 Jenis Kendaraan yang Bebas Pajak Tahunan, Simak Daftarnya dan Aturan Terbarunya
8 days ago

BI Rate Naik Mengejutkan Jadi 5,25 Persen, Siap-Siap Bunga KPR Makin Mahal!
9 days ago

Rupiah Tertekan ke Rp17.728 per Dolar AS, BI Lakukan Intervensi Berlapis di Pasar Spot
11 days ago

Pasar Keuangan Siaga Satu, Kurs Rupiah Dihantam Badai Sentimen Geopolitik Global
13 days ago

Rupiah dan IHSG Mencoba Bangkit, Analis Ingatkan Risiko Tekanan Sentimen Berita
13 days ago





