Harga Avtur Melonjak 70%, Harga Tiket Semakin Mahal di Tengah Konflik Global
Trista - Wednesday, 08 April 2026 | 04:38 PM


Bahan bakar pesawat (avtur) diumumkan mengalami kenaikan harga hingga 70 persen yang akan berdampak pada harga tiket pesawat. Pemerinta telah mempersiapkan langkah mitigasi dengan pembatasan kenaikan harga hanya berkisar pada 9 sampai 13 persen. Diketahui bahwa avtur berkontribusi sekitar 40 persen untuk penentuan harga tiket pesawat.
Dengan ini, pemerintah akan memberikan intensif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) dengan total anggaran Rp2,6 triliun untuk dua bulan subsidi. Kemudian, pemerintah akan menyamakan fuel surcharge atau biaya tambahan yang selama ini dikenakan oleh perusahaan transportasi dengan merevisi tarif tersebut. Selain itu, pemerintah juga akan memberikan insentif Bea Masuk pembelian suku cadang pesawat sebagai langkah penekanan harga tiket pesawat.
"Untuk menjaga kenaikan harga tiket domestik agar tetap terjangkau oleh masyarakat, maka Pemerintah menjaga kenaikan harga tiket hanya di kisaran 9-13 persen," ungkap Airlangga Hartarto, Menko Perekonomian RI, dilansir dari laman CNN Indonesia, Senin (6/4/2026).
Sementara itu, maskapai penerbangan Garuda Indonesia dan Citilink akan melakukan penyesuaian harga tiket pesawat di tengah harga avtur yang melonjak tinggi. Dilansir dari laman Kompas.com , harga avtur Indonesia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, per awal April 2026 berada di kisaran Rp 23.551 per liter.
Kenaikan ini juga terjadi di beberapa negara Asia Tenggara seperti Thailand dengan harga Rp 29. 518 dan harga avtur di Filipina sebesar Rp 25.326 per liter. Direktur Utama Garuda Indonesia menyampaikan bahwa dalam penyesuaian harga tiket pesawat akan mengedepankan prinsip yang harus sesuai dengan regulasi pemerintah.
"Garuda Indonesia akan melakukan penyesuaian harga tiket secara proposional dan terukur dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, transparansi, serta kepatuhan terhadap ketentuan regulator," ungkap Glenny Kairupan, Direktur Utama Garuda Indonesia, dikutip dari laman Kompas.com, Rabu (8/4/2026).
Sementara itu, keputusan satu suara turut dilayangkan oleh Direktur Utama PT Citilink Indonesia, Darsito Hendroseputro. Pihak Citilink juga akan melakukan penyesuaian terhadap sejumlah jadwal, rute, dan frekuensi penerbangan untuk memastikan operasional berjalan secara efektif.
"Citilink akan melakukan penyesuaian harga tiket dengan pendekatan yang terukur dan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk keberlangsungan operasional perusahaan, daya beli masyarakat, serta ketentuan regulator," ungkap Darsito.
Garuda Indonesia dan Citilink tidak secara eksplisit menyebutkan besar kenaikan harga tiket pesawat yang akan diberlakukan mulai April 2026 ini. Namun, besaran ini apabila mengikuti ketetapan pemerintah tidak akan lebih dari 13 persen. Kebijakan ini tentunya diupayakan menjaga keseimbangan antara keberlangsungan industri penerbangan serta daya beli masyarakat di tengah konflik global.
Next News

Sejumlah Tokoh Indonesia Laporkan Presiden Myanmar atas Dugaan Tindakan Genosida Kelompok Rohingya
in 29 minutes

LPS Ungkap Tabungan Pemerintah di BI Melandai, Pengamat Ingatkan Manajemen Kas
in 4 hours

Angin Segar Ekonomi Global: Selat Hormuz Kembali Dibuka Pasca-Kesepakatan Teheran-Washington
in 3 hours

Kepala BNN Minta Kewenangan Penyidik Tetap Diperkuat dalam Revisi UU Narkotika
in 2 hours

TNI AL Investigasi Temuan Benda Mirip Torpedo di Lombok, Diduga Alat Pengintai Bawah Laut Asing
an hour ago

Imbas Harga Plastik Meroket, Siap-siap Harga Air Minum Kemasan Bakal Naik
2 hours ago

Istana Buka Suara Terkait Isu Perombakan Menteri, Sinyal Evaluasi Besar-besaran?
3 hours ago

Potret Misi Artemis II Nasa di Antariksa
20 hours ago

Kronologi Ledakan Pabrik Baja Sidoarjo, Tewaskan Remaja dan Sejumlah Rumah Warga Rusak
a day ago

Resmi Menikah di Sumenep, Ini Profil Inayah Wahid dan Pengasuh Ponpes Annuqayah
19 hours ago





