Gempa Dahsyat M 7,1 dan M 7,5 Guncang Venezuela, KBRI Caracas Pastikan Tiga WNI Selamat
Trista - Thursday, 25 June 2026 | 12:05 PM


Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang wilayah pesisir utara Venezuela pada Rabu sore, (24/6/2026). Guncangan kuat yang berpusat di dekat komunitas Morón tersebut memicu kepanikan luar biasa hingga warga berhamburan keluar dari bangunan.
Suasana mencekam dilaporkan terjadi di ibu kota Caracas akibat bangunan bertingkat yang bergoyang hebat saat hari libur nasional. Tidak lama setelah guncangan mereda, aliran listrik di sejumlah wilayah dilaporkan padam total dan memutus akses internet publik.
Kerusakan fisik berupa retakan dinding apartemen dan pecahan kaca pintu masuk juga melanda kota-kota terdampak. Otoritas penanggulangan bencana setempat bahkan sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk mengantisipasi potensi gelombang berbahaya di kawasan Karibia.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia segera merespons peristiwa alam tersebut dengan melakukan pemantauan intensif terhadap situasi di lapangan. Melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di Caracas, pemerintah langsung berkoordinasi dengan otoritas lokal demi memastikan keselamatan warga negara asing.
"Pemerintah Indonesia mengikuti dengan saksama perkembangan situasi pascagempa bumi yang mengguncang wilayah pesisir utara Venezuela," ungkap Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, dalam keterangan tertulisnya dilansir dari laman Kumparan.com, Kamis (25/6/2026).
Pemerintah Indonesia memastikan bahwa tiga warga negara Indonesia yang terdata tinggal di Venezuela berada dalam kondisi aman dan sehat. Selain keselamatan para warga, fasilitas fisik Gedung Kantor KBRI Caracas beserta Wisma Duta juga dilaporkan tidak mengalami kerusakan struktural berarti.
"Pemerintah Indonesia melalui KBRI Caracas telah memastikan bahwa seluruh WNI yang terdata berada di Venezuela, yakni sebanyak 3 (tiga) orang, dalam kondisi aman, selamat, dan sehat," lanjutnya.
Pihak kementerian mengimbau seluruh masyarakat Indonesia di wilayah terdampak untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan. Saluran komunikasi darurat kini telah dibuka secara penuh oleh pihak kedutaan guna melayani kebutuhan evakuasi dan perlindungan darurat.
Next News

Harga Minyak Dunia Merosot ke US$ 93 di Tengah Panasnya Rencana Sanksi Baru AS ke Iran
in 6 hours

Polemik Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Dari Sorotan Waketum MUI hingga Insiden Pelemparan Bus
in 4 hours

Polda Metro Luruskan Isu Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Bukan Diblokir
in 3 hours

Bukan Cuma Dongeng: Cara Seru Menceritakan Sirah Nabawiyah pada Anak di Rumah
in 3 hours

Unsoed Gempar! Rektor Tersangka KPK Kasus Jalur Mandiri, Prof Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt.
16 hours ago

Tiba di Pekanbaru Disambut Asap, Prabowo Ancam Bawa Pelaku "Modus Mancing" ke Jakarta!
17 hours ago

Sumber Air Menyusut, BNPB Ungkap Pemadaman Karhutla Makin Sulit
19 hours ago

Kebakaran Kos dan Fotokopi di Tebet Tewaskan Empat Orang
19 hours ago

Pengemudi Outlander Diduga Mabuk Tabrak Dua Kendaraan di Surabaya, Satu Orang Tewas
20 hours ago

Rekening Donasi Demo Pati Diblokir Mandiri, YLBHI Sebut Tindakan Melanggar Hukum
21 hours ago





