Minggu, 5 April 2026
Walisongo Global Media
Economy

Dua Maskapai Besar Jepang Naikkan Biaya Tiket, Imbas Lonjakan Harga Bahan Bakar

Admin WGM - Friday, 03 April 2026 | 04:00 PM

Background
Dua Maskapai Besar Jepang Naikkan Biaya Tiket, Imbas Lonjakan Harga Bahan Bakar
(Takeshi Osada via Flickr/)

Dua maskapai terbesar Jepang, yakni Japan Airlines dan All Nippon Airways, dikabarkan akan menaikkan biaya penerbangan internasional mulai pertengahan 2026. Kebijakan ini dipicu oleh lonjakan harga bahan bakar pesawat (avtur) di pasar global.

Kenaikan tersebut tidak langsung mengubah harga tiket dasar, tetapi diterapkan melalui biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) yang dibebankan kepada penumpang.

Lonjakan Biaya Tambahan Bahan Bakar

Kedua maskapai dilaporkan akan menggandakan biaya tambahan bahan bakar mulai Juni 2026. Untuk rute jarak jauh seperti Eropa dan Amerika, biaya tambahan diperkirakan mencapai sekitar 55.000 yen pada ANA dan 50.000 yen pada JAL.

Sebelumnya, biaya tersebut berada di kisaran 29.000–31.900 yen, sehingga kenaikan ini tergolong signifikan.

Rute Pendek Juga Terdampak

Tidak hanya penerbangan jarak jauh, rute regional seperti China, Taiwan, hingga Korea Selatan juga mengalami kenaikan biaya tambahan.

Sebagai contoh, biaya tambahan untuk rute Asia Timur dapat meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan periode sebelumnya.

Hal ini menunjukkan bahwa dampak kenaikan harga bahan bakar dirasakan secara menyeluruh di berbagai rute.

Dipicu Konflik Global

Kenaikan harga avtur dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada pasar minyak dunia. Harga bahan bakar pesawat bahkan dilaporkan meningkat lebih dari dua kali lipat dalam waktu singkat.

Kondisi ini memaksa maskapai untuk menyesuaikan biaya operasional agar tetap stabil.

Mekanisme Penyesuaian Harga

Biaya tambahan bahan bakar biasanya dihitung berdasarkan rata-rata harga minyak di pasar internasional, seperti Singapura, serta nilai tukar mata uang.

Penyesuaian dilakukan secara berkala, umumnya setiap dua bulan, sehingga harga tiket pesawat dapat berubah mengikuti kondisi pasar energi global.

Dampak bagi Penumpang

Meskipun harga tiket dasar tidak berubah, kenaikan fuel surcharge tetap membuat total biaya perjalanan menjadi lebih mahal.

Kondisi ini berpotensi memengaruhi minat perjalanan, terutama menjelang musim liburan musim panas di Jepang.

Kenaikan biaya tambahan bahan bakar oleh Japan Airlines dan All Nippon Airways mencerminkan tekanan global akibat lonjakan harga energi.

Bagi penumpang, kebijakan ini berarti biaya perjalanan udara berpotensi meningkat, meskipun tidak selalu terlihat pada harga tiket utama.

Fenomena ini juga menunjukkan bahwa industri penerbangan sangat bergantung pada stabilitas harga minyak dunia.