Dinamika Global Tekan Harga Energi, Pertamina Evaluasi Harga BBM Nonsubsidi
Admin WGM - Monday, 27 April 2026 | 09:00 AM


PT Pertamina (Persero) terus melakukan evaluasi berkala terhadap harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Indonesia per akhir April 2026. Langkah ini diambil sebagai respons atas dinamika harga minyak mentah dunia serta fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Meskipun harga di beberapa wilayah mengalami penyesuaian, Pertamina memastikan bahwa evaluasi dilakukan secara hati-hati dengan tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat serta stabilitas ekonomi nasional.
Hingga Senin (27/4/2026), pemantauan harga di berbagai titik SPBU menunjukkan tren konsolidasi harga untuk jenis Pertamina Dex, Pertamax Turbo, dan Dexlite.
Evaluasi Berkala dan Kondisi Global
Manajemen Pertamina menegaskan bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi merupakan prosedur rutin yang mengacu pada Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022. Melansir laporan Kontan, pihak Pertamina saat ini masih berada dalam fase evaluasi mendalam untuk menentukan besaran harga pada periode mendatang. Evaluasi ini melibatkan pemantauan terhadap Mean of Platts Singapore (MOPS) yang menjadi acuan harga pasar di kawasan Asia Tenggara.
"Kami terus memantau pergerakan harga minyak global secara harian. Penyesuaian harga nonsubsidi merupakan mekanisme pasar yang bertujuan untuk menjaga ketahanan energi dan keberlangsungan distribusi di seluruh wilayah Indonesia," tulis laporan tersebut mengutip sumber internal perusahaan.
Dampak Gejolak Energi Dunia
Kenaikan harga pada beberapa produk unggulan seperti Pertamax Turbo dan Dex Series tidak lepas dari situasi geopolitik dunia yang belum stabil. Melansir laporan BeritaSatu, pengamat ekonomi energi menilai bahwa kenaikan harga ini merupakan konsekuensi logis dari gejolak energi global yang memicu lonjakan biaya produksi dan impor. Ketegangan di jalur pasokan utama minyak mentah dunia menjadi faktor dominan yang menekan harga ke level yang lebih tinggi.
Pengamat menekankan bahwa penyesuaian harga pada BBM nonsubsidi sebenarnya membantu pemerintah dalam mengalokasikan subsidi agar lebih tepat sasaran pada BBM jenis tertentu yang menyasar masyarakat menengah ke bawah. Namun, masyarakat yang menggunakan kendaraan spesifikasi tinggi diimbau untuk terus memantau perubahan harga yang dapat terjadi sewaktu-waktu di tiap awal bulan.
Rincian Harga Pertamina Dex di Berbagai Wilayah
Masyarakat kini dapat mengakses informasi harga terbaru melalui kanal digital resmi perusahaan. Berdasarkan data yang dihimpun dari Kompas.com, harga Pertamina Dex pada akhir April 2026 menunjukkan variasi berdasarkan wilayah karena adanya faktor Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB). Berikut adalah ringkasan harga Pertamina Dex di beberapa wilayah strategis:
- DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur: Rp15.100 per liter.
- Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur: Rp15.450 per liter.
- Maluku dan Papua: Rp15.450 per liter.
Harga tersebut dapat berbeda di wilayah yang menerapkan tarif PBBKB lebih tinggi dari 5 persen. Pertamina mengimbau konsumen untuk selalu mengecek harga terbaru melalui aplikasi MyPertamina guna mendapatkan akurasi data sebelum melakukan pengisian ulang.
Strategi Pertamina Menjaga Pasokan
Di tengah fluktuasi harga, Pertamina menjamin bahwa stok BBM secara nasional dalam kondisi aman. Perusahaan terus memperkuat infrastruktur distribusi, termasuk pengawasan ketat di level penyalur untuk memastikan tidak ada kelangkaan produk nonsubsidi di pasar. Upaya digitalisasi SPBU juga terus ditingkatkan agar proses monitoring stok dapat dilakukan secara real-time dari pusat kontrol.
Masyarakat diharapkan tetap bijak dalam mengonsumsi bahan bakar dan memilih jenis BBM yang sesuai dengan spesifikasi mesin kendaraan guna menjaga performa serta efisiensi pemakaian. Pemerintah dan Pertamina berkomitmen untuk terus menjaga keseimbangan antara kepentingan komersial perusahaan dan tanggung jawab penyediaan energi nasional di tengah tantangan global yang kian kompleks.
Next News

Polisi Usut Praktik Eksploitasi Anak di Blok M Libatkan Warga Negara Jepang
8 hours ago

Diplomasi Maung: Prabowo Subianto Curi Perhatian di Tengah Kemelut Myanmar dan ASEAN
3 hours ago

Rupiah Berdarah! Tembus Rp17.500, Siap-siap Harga Barang Impor Meroket
13 hours ago

Deadline 6 Bulan! Pemerintah Desak WNI Segera Pindahkan Aset ke Dalam Negeri
5 hours ago

Gagal Kelabui Petugas, Emas Rp700 Juta dalam Popok Bayi Disita Bea Cukai Soetta
6 hours ago

Dolar AS Kian Perkasa, Rupiah Terhempas ke Level Rp17.400 Akibat Isu Iran
7 hours ago

Kabar Baik Guru Honorer! Payung Hukum Gaji Diperkuat dan Aturan Penataan ASN Terbit"
15 hours ago

Panas! Adu Mulut Jaksa dan Pengacara Warnai Sidang 'Narasi Jahat' Nadiem Makarim
16 hours ago

Tunda Pungutan Nikel, Pemerintah Indonesia Cari Formula Keseimbangan Fiskal Baru
10 hours ago

Dukungan Mengalir untuk Kamaruddin Simanjuntak, Sosok Pembela Keadilan yang Sedang Berobat
11 hours ago





