Sabtu, 11 Juli 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Bus Trans Jateng Koridor Jekuti Ditargetkan Beroperasi pada 2027

Admin WGM - Monday, 29 June 2026 | 12:15 PM

Background
Bus Trans Jateng Koridor Jekuti Ditargetkan Beroperasi pada 2027
(jatengprov.go.id/)

Rencana pengoperasian Bus Trans Jateng di koridor Jepara–Kudus–Pati (Jekuti) terus dimatangkan. Pemerintah Kabupaten Jepara berharap layanan transportasi massal tersebut dapat segera direalisasikan guna meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus memberikan alternatif transportasi yang lebih aman dan terjangkau bagi masyarakat.

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi yang dipimpin Bupati Jepara, Witiarso Utomo, bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Perhubungan Kabupaten Jepara, Organisasi Angkutan Darat (Organda), serta sejumlah pemangku kepentingan di Kantor Setda Jepara, Rabu (24/6/2026).

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jepara, Deni Hendarko, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan bagian dari tahapan sosialisasi sekaligus pembahasan teknis menjelang pelaksanaan program Trans Jateng koridor Jekuti.

Menurutnya, hingga kini belum terdapat perubahan signifikan terhadap konsep awal yang telah disusun. Koridor Jekuti masih direncanakan melayani rute Terminal Jepara Kota – Terminal Jetak Kudus – Terminal Joyokusumo Patidengan panjang lintasan sekitar 63 kilometer.

Deni mengatakan pelaksanaan layanan nantinya diupayakan melibatkan Organda sebagai mitra operasional. Namun, skema pelaksanaannya masih akan menyesuaikan hasil pembahasan dan perkembangan koordinasi dengan berbagai pihak.

"Pelaksanaan program ini akan diupayakan lewat Organda setempat. Tapi lihat perkembangannya nanti," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Organda Kabupaten Jepara, M. Iqbal Tosin, menyatakan pihaknya siap mendukung penuh rencana pengoperasian koridor Jekuti. Menurutnya, pembahasan mengenai program tersebut juga telah dilakukan bersama para anggota Organda.

Ia memastikan para pelaku angkutan yang tergabung dalam organisasi tersebut menyambut positif rencana hadirnya layanan Bus Trans Jateng.

"Teman-teman anggota Organda siap menjalankan program ini," kata Iqbal.

Dalam pembahasan tersebut, Organda juga mengusulkan adanya penyesuaian terhadap konsep koridor. Iqbal menilai rute Trans Jateng Jekuti sebaiknya dibagi menjadi dua aglomerasi agar sesuai dengan ketentuan panjang koridor layanan.

Ia menjelaskan, apabila rute dimulai dari Terminal Pecangaan hingga Terminal Joyokusumo Pati, total panjang lintasan mencapai sekitar 83 kilometer. Sementara itu, ketentuan maksimal untuk satu aglomerasi berada di kisaran 50 kilometer.

Karena itu, Organda mengusulkan pembagian koridor sehingga masing-masing lintasan memiliki panjang sekitar 40 kilometer. Usulan tersebut diharapkan dapat mempermudah pengelolaan operasional sekaligus menyesuaikan regulasi yang berlaku.

Meski demikian, Iqbal mengungkapkan bahwa kajian sementara masih mengarah pada satu koridor yang dimulai dari Terminal Pecangaan. Pembahasan mengenai usulan pembagian aglomerasi dijadwalkan kembali pada bulan depan.

"Kajian yang ada masih satu koridor. Nanti akan dibahas lagi pada pertemuan berikutnya," jelasnya.

Apabila rencana tersebut terealisasi, setiap koridor akan dilayani sekitar 14 unit bus dengan kapasitas 14 penumpang per armada.

Pemerintah juga menyiapkan skema tarif yang terjangkau. Masyarakat umum direncanakan dikenai tarif Rp5.000 untuk setiap koridor, sedangkan kelompok tertentu seperti lanjut usia (lansia), veteran, pelajar atau mahasiswa, serta penyandang disabilitas akan memperoleh tarif khusus sebesar Rp1.000 per koridor.

Selain membahas aspek teknis, audiensi juga menyinggung target waktu pelaksanaan program. Sebelumnya, operasional Bus Trans Jateng koridor Jekuti diproyeksikan dimulai pada 2028. Namun, Bupati Jepara berharap proses persiapan dapat dipercepat sehingga layanan tersebut sudah dapat beroperasi pada 2027.

Harapan tersebut dinilai sejalan dengan kebutuhan masyarakat akan transportasi publik yang semakin terintegrasi di wilayah Jepara, Kudus, dan Pati. Kehadiran Bus Trans Jateng diharapkan tidak hanya meningkatkan mobilitas warga, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi serta memperkuat konektivitas antardaerah di kawasan Pantura Jawa Tengah.