Senin, 6 April 2026
Walisongo Global Media
Science & Technology

Bukan Sulap! Ini Penjelasan Sains Mengapa Orang Bajo Punya "Limpa Super"

Admin WGM - Monday, 23 March 2026 | 10:00 AM

Background
Bukan Sulap! Ini Penjelasan Sains Mengapa Orang Bajo Punya "Limpa Super"
Suku Bajo (IndonesiaJuara.trip /)

Suku Bajo, yang tersebar di wilayah perairan Indonesia, Filipina, dan Malaysia, telah menghabiskan lebih dari 1.000 tahun hidup di atas perahu dan rumah panggung. Kemampuan mereka menyelam hingga kedalaman lebih dari 70 meter hanya dengan kacamata kayu dan satu tarikan napas telah memicu rasa penasaran dunia sains.

Penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal Cell mengungkap bahwa kemampuan ini bukan sekadar hasil latihan fisik, melainkan bukti nyata evolusi genetik pada manusia modern.

1. Peran Limpa sebagai "Tangki Oksigen" Alami

Dalam tubuh manusia, limpa memiliki fungsi krusial saat kita menyelam.

  • Refleks Menyelam Mamalia (Mammalian Dive Reflex): Saat wajah terkena air dingin dan kita menahan napas, tubuh secara otomatis memicu refleks untuk bertahan hidup. Limpa akan berkontraksi (mengerut) untuk melepaskan cadangan sel darah merah yang kaya oksigen ke dalam aliran darah.
  • Keunggulan Suku Bajo: Hasil pemindaian ultrasound menunjukkan bahwa limpa orang Bajo rata-rata 50% lebih besar dibandingkan suku di daratan (seperti suku Saluan). Limpa yang lebih besar berarti memiliki kapasitas simpan sel darah merah yang lebih banyak, bertindak seperti "tangki oksigen cadangan" yang memberikan suntikan energi ekstra saat mereka berada di bawah air.

2. Gen PDE10A: Kunci Evolusi di Balik Ukuran Limpa

Penelitian genetik menemukan adanya variasi spesifik pada gen bernama PDE10A dalam DNA orang Bajo.

  • Regulasi Hormon Tiroid: Gen PDE10A mengontrol pelepasan hormon tiroid. Pada suku Bajo, variasi gen ini menyebabkan peningkatan produksi hormon tiroid yang kemudian merangsang pertumbuhan ukuran limpa sejak masa kanak-kanak.
  • Seleksi Alam: Selama berabad-abad, individu dengan limpa yang lebih besar memiliki peluang bertahan hidup dan keberhasilan berburu yang lebih tinggi di laut. Karakteristik genetik ini kemudian diwariskan secara turun-temurun hingga menjadi ciri khas populasi.

3. Adaptasi Fisiologis Lainnya: Ketajaman Mata Bawah Air

Selain limpa, evolusi Suku Bajo juga terlihat pada kemampuan sensorik mereka.

  • Konstriksi Pupil: Anak-anak suku Bajo memiliki kemampuan untuk mengerutkan pupil mereka secara ekstrem di bawah air. Hal ini mengubah indeks bias cahaya, memungkinkan mereka melihat objek di dasar laut dengan sangat tajam tanpa bantuan kacamata renang modern.
  • Toleransi Karbondioksida: Tubuh mereka telah beradaptasi untuk tetap tenang meskipun kadar karbondioksida ($CO_2$) dalam darah meningkat drastis saat menyelam, mencegah munculnya rasa panik yang biasanya dialami penyelam amatir.

4. Makna bagi Dunia Medis

Penemuan tentang "limpa super" Suku Bajo bukan hanya soal keunikan budaya, tapi juga kunci bagi dunia kedokteran.

  • Studi Hipoksia: Memahami bagaimana tubuh suku Bajo bertahan dalam kondisi oksigen rendah (hipoksia) dapat membantu ilmuwan menemukan cara baru untuk menangani pasien dengan gangguan pernapasan kronis atau komplikasi medis saat pembedahan.

Suku Bajo adalah bukti hidup bahwa manusia adalah makhluk yang sangat adaptif. Ukuran limpa mereka yang 50% lebih besar adalah "hadiah" dari alam atas kesetiaan mereka menjaga kehidupan di laut selama ribuan tahun. Evolusi ini menjadikan mereka predator puncak di ekosistem laut, sekaligus pengingat bahwa keajaiban biologis tersimpan di setiap sudut kepulauan Indonesia.