Minggu, 21 Juni 2026
Walisongo Global Media
Economy

BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,75 Persen, Ini Alasan di Balik Keputusan Bank Indonesia

Admin WGM - Thursday, 18 June 2026 | 08:30 PM

Background
BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,75 Persen, Ini Alasan di Balik Keputusan Bank Indonesia
(Disway.id/Bianca Khairunnisa)

Bank Indonesia kembali mengambil langkah pengetatan kebijakan moneter dengan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 5,75 persen. Keputusan tersebut menjadi kelanjutan dari upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah berbagai tekanan global yang masih membayangi pasar keuangan.

Kenaikan suku bunga dilakukan setelah bank sentral menilai nilai tukar rupiah masih menghadapi tekanan akibat tingginya ketidakpastian global. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah gejolak geopolitik internasional yang berdampak pada arus modal dan pergerakan mata uang di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Selain menjaga stabilitas rupiah, kebijakan tersebut juga ditujukan untuk memastikan inflasi tetap berada dalam target yang telah ditetapkan pemerintah. Bank Indonesia menilai langkah antisipatif diperlukan agar tekanan harga pada 2026 dan 2027 tetap terkendali sehingga tidak mengganggu daya beli masyarakat maupun pertumbuhan ekonomi nasional.

Gubernur BI Perry Warjiyo sebelumnya menjelaskan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terjadi lebih dalam dibandingkan proyeksi yang telah dibuat oleh bank sentral. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh tingginya permintaan valuta asing di dalam negeri, ketidakpastian global, serta keluarnya sebagian investasi portofolio asing dari pasar keuangan Indonesia.

Melalui kenaikan suku bunga, BI berharap imbal hasil instrumen keuangan domestik menjadi lebih menarik bagi investor. Dengan demikian, arus modal asing dapat kembali masuk ke pasar Indonesia dan membantu memperkuat nilai tukar rupiah.

Selain menaikkan BI Rate, Bank Indonesia juga memperkuat sejumlah instrumen moneter lainnya. Langkah tersebut meliputi peningkatan imbal hasil pada Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), pemberian insentif bagi investor asing, perluasan fasilitas repo perbankan, serta peningkatan intensitas operasi moneter untuk menjaga stabilitas pasar keuangan.

Di sisi lain, kenaikan suku bunga biasanya memiliki dampak lanjutan terhadap sektor perbankan dan dunia usaha. Bunga kredit berpotensi meningkat sehingga masyarakat dan pelaku usaha perlu lebih cermat dalam mengelola pembiayaan. Namun, bank sentral menilai kebijakan tersebut diperlukan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dalam jangka menengah dan panjang.

Bank Indonesia juga menegaskan bahwa koordinasi dengan pemerintah akan terus diperkuat melalui sinergi kebijakan moneter dan fiskal. Langkah ini dilakukan agar stabilitas ekonomi tetap terjaga sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian.

Dengan kenaikan BI Rate menjadi 5,75 persen, fokus utama bank sentral saat ini adalah menjaga stabilitas rupiah, mengendalikan inflasi, serta memastikan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia tetap terjaga. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dan Bank Indonesia dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang terus berkembang.