Rabu, 10 Juni 2026
Walisongo Global Media
Economy

Di Tengah Rupiah Melemah, Petani Karet Justru Mengaku Diuntungkan

Admin WGM - Saturday, 06 June 2026 | 12:22 PM

Background
Di Tengah Rupiah Melemah, Petani Karet Justru Mengaku Diuntungkan
Petani Karet Beruntung Karena Dolar Naik (Laman Liputan 6/)

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) umumnya menimbulkan kekhawatiran di berbagai kalangan. Namun, kondisi tersebut ternyata tidak dirasakan negatif oleh semua pihak. Seorang petani karet justru mengaku memperoleh manfaat dari menguatnya dolar AS terhadap rupiah.

Pernyataan tersebut menjadi perhatian publik setelah sebuah video yang menampilkan pengakuan petani karet beredar luas di media sosial. Dalam video itu, ia menyebut kenaikan nilai tukar dolar berdampak pada meningkatnya harga getah karet yang dijual para petani.

Menurutnya, kondisi saat ini memberikan keuntungan yang selama bertahun-tahun sulit dirasakan oleh petani karet. Bahkan, ia berharap nilai tukar dolar tetap tinggi karena diyakini dapat mendorong harga komoditas karet semakin meningkat.

Petani tersebut mengungkapkan bahwa selama kurang lebih 10 tahun terakhir, para petani karet harus menghadapi harga jual getah yang relatif rendah. Akibatnya, pendapatan yang diperoleh dari hasil perkebunan karet dinilai belum mampu memberikan keuntungan yang optimal.

Baru dalam beberapa waktu terakhir, harga getah karet mulai mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Kondisi tersebut membuat sebagian petani merasakan perbaikan pendapatan setelah sekian lama menghadapi tekanan harga.

Ia juga mengajak masyarakat untuk melihat pelemahan rupiah dari berbagai sudut pandang. Menurutnya, meskipun kondisi tersebut menimbulkan tantangan bagi sejumlah sektor, kenaikan harga komoditas tertentu justru menjadi kabar baik bagi sebagian pelaku usaha dan petani.

Di sisi lain, sejumlah ekonom mengingatkan bahwa pelemahan rupiah tetap memiliki konsekuensi yang perlu diwaspadai. Nilai tukar yang melemah dapat meningkatkan biaya impor berbagai kebutuhan, mulai dari bahan baku industri hingga barang konsumsi yang masih bergantung pada pasokan luar negeri.

Selain itu, tekanan terhadap rupiah juga berpotensi memengaruhi harga sejumlah produk di dalam negeri dan meningkatkan beban biaya produksi bagi pelaku usaha yang menggunakan bahan baku impor.

Meski demikian, kisah petani karet tersebut menunjukkan bahwa dampak perubahan nilai tukar tidak selalu dirasakan sama oleh seluruh lapisan masyarakat. Bagi sektor yang bergantung pada komoditas ekspor, pelemahan rupiah justru dapat memberikan keuntungan karena meningkatkan nilai jual produk di pasar.

Fenomena ini menjadi gambaran bahwa pergerakan kurs mata uang dapat menghadirkan dampak yang berbeda-beda, tergantung pada sektor usaha dan aktivitas ekonomi yang dijalankan oleh masyarakat.