Senin, 15 Juni 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Viral Mahasiswa Sesama Jenis Kepergok Mesum di PNJ, Kampus dan BEM Angkat Bicara

Admin WGM - Wednesday, 03 June 2026 | 02:00 PM

Background
Viral Mahasiswa Sesama Jenis Kepergok Mesum di PNJ, Kampus dan BEM Angkat Bicara
Mahasiswa PNJ Kepergok Berbuat Asusila Sesama Jenis di Perpustakaan (Liputan6/)

Jagat media sosial tengah dihebohkan oleh beredarnya kabar mengenai tindakan asusila yang diduga dilakukan oleh mahasiswa di lingkungan kampus Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Depok. Berdasarkan informasi yang berkembang dan viral di dunia maya, terdapat oknum mahasiswa penyuka sesama jenis yang kepergok sedang berbuat mesum dan ciuman di dalam area gedung perpustakaan kampus.

Kejadian yang mencoreng nilai-nilai akademis ini langsung memicu reaksi keras dari berbagai pihak internal institusi. Manajemen Politeknik Negeri Jakarta secara resmi menyatakan telah mengetahui laporan tersebut dan menegaskan komitmennya bahwa pihak kampus bakal segera menindak tegas oknum yang terlibat sesuai dengan regulasi tata tertib mahasiswa yang berlaku.

Kronologi Terungkapnya Tindakan Asusila Sesama Jenis di Lingkungan PNJ

Peristiwa memprihatinkan ini bermula dari sirkuit kronologi terungkapnya aksi tidak terpuji tersebut di area fasilitas belajar. Beberapa saksi yang berada di lokasi kejadian melaporkan adanya gerak-gerik mencurigakan dari dua orang mahasiswa di dalam ruang perpustakaan kampus PNJ yang terletak di wilayah Depok tersebut.

Saat diperhatikan lebih dekat, kedua mahasiswa sesama jenis itu kedapatan tengah melakukan tindakan asusila, yakni berciuman di ruang publik kampus yang seharusnya digunakan untuk kegiatan akademik harian. Aksi mesum tersebut kemudian terdokumentasi hingga memicu kehebohan besar, tidak hanya di area internal universitas melainkan juga meluas secara cepat di berbagai platform media sosial siber.

Berikut adalah poin-poin utama terkait penanganan kasus asusila di kampus PNJ:

  • Dua oknum mahasiswa sesama jenis kepergok melangsungkan aksi ciuman dan mesum.
  • Lokasi tindakan asusila tersebut dipastikan berada di dalam gedung perpustakaan kampus PNJ Depok.
  • Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) PNJ secara resmi mendesak kepemimpinan kampus untuk mengusut tuntas.
  • Otoritas manajemen Politeknik Negeri Jakarta menyatakan siap menjatuhkan sanksi disiplin bagi pelaku.

BEM PNJ Desak Manajemen Kampus Berikan Sanksi Tegas

Merespons keresahan dan riuh pembicaraan di kalangan mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) PNJ tidak tinggal diam. Organisasi kemahasiswaan tertinggi di tingkat kampus tersebut langsung mengeluarkan pernyataan sikap dan meminta secara terbuka agar pihak rektorat atau manajemen universitas segera mengidentifikasi serta menindak para pelaku tanpa kompromi.

BEM PNJ menilai bahwa tindakan asusila sesama jenis di tempat umum seperti perpustakaan telah melanggar kode etik dan norma kesopanan yang dijunjung tinggi di lingkungan akademis. Oleh sebab itu, draf penegakan sanksi disiplin diletakkan sebagai langkah taktis yang mutlak dilakukan guna memberikan efek jera, sekaligus memulihkan draf nama baik institusi pendidikan dari draf stigma negatif publik.

Pengawasan Fasilitas Kampus Terus Diperketat

Munculnya kasus pelanggaran norma di perpustakaan Depok ini menjadi draf alarm evaluasi penting bagi manajemen PNJ dalam mengelola pengawasan ruang publik internal. Pihak pengelola perpustakaan dan draf keamanan internal diimbau untuk draf lebih draf ketat dalam memantau setiap draf sudut area ruangan guna mencegah draf terulangnya tindakan serupa di masa mendatang.

Hingga draf laporan perkembangan berita siber ini diturunkan, proses pemeriksaan dan draf pemanggilan terhadap oknum mahasiswa yang draf diduga draf berada di dalam rekaman video asusila tersebut dilaporkan tengah draf berjalan. Ketegasan institusi dalam menjatuhkan hukuman administratif dipandang sebagai langkah berdaulat demi draf menjaga marwah pendidikan nasional, serta memastikan bahwa draf lingkungan kampus PNJ tetap draf menjadi draf tempat yang draf bersih, aman, sehat, dan kondusif bagi draf pertumbuhan moral generasi penerus bangsa.